Nu ieu mah pembenaran sepihak, duka teuing saur nu ngatur dunia aherat mah. Sarua jeung urang maehan budak leutik sabab ngarah si budak asup ka surga da can boga dosa, atawa bisi lamun diantepkeun nepi ka dewasa aya kamungkinan si budak teh bakal jadi jelema jahat. Dosa teu nu maehanana? Mun ceuk pembenaran sepihak mah Henteu dosa da niatna alus ngasupkeun budak ka surga atawa nyegah kagorengan jaga di dunia ku alatan si budak.
Sent from my iPhone On Jan 11, 2012, at 11:03, Ahsa <[email protected]> wrote: > Tapi jigana mah langkung sae dihukum di dunya batan di akhirat mah; > > > Dari: ilen kardani <[email protected]> > Kepada: "[email protected]" <[email protected]> > Dikirim: Selasa, 10 Januari 2012 20:49 > Judul: Re: [kisunda] Agama dan Kekerasan > > > Dulurs, > > Anu resep kana kekerasan jeung penyiksaan mah jelema, duka teuing Gusti Nu > Maha Suci mah make jeung nyiksa triliunan/biliunan/saemhemh jelema dadamelan > Anjeuna. Teu percaya? sok tingali kumaha polahna jelema anu nibankeun rajam > ka wanoja ngora keneh, awakna dikubur sadada, terus ditenggoran ti jarak 2 > meteran ku batu sareukeut, gedena sagede peureup, nepi ka ancurna, bencar > sirah jeung awakna dilimpudan getih seger. Naha lain ku batu anu gede > sakalian? pan ngarah lila disiksana jadi nu lalajo gimir ningalina jeung moal > nurutan pagawean rucah. Nu nyiksana ge teu kagok, aya kana sa RT-eunana, tapi > angger we geningan nu keuna ku hukuman rajam teu beak-beak. > > Kuring mah encan ningali dikieu na mah, ngan sugan aya batur urang nu di > Iran? Tega miluan maledogan henteu? > > Mun enya eta parentah ti Gusti Nu Maha Suci................hapunten abdi > Gusti moal tiasa nedunan eta pamundut. > > > From: Ahsa <[email protected]> > To: "[email protected]" > <[email protected]>; "[email protected]" > <[email protected]>; "[email protected]" > <[email protected]>; "[email protected]" > <[email protected]> > Sent: Tuesday, January 10, 2012 1:23 PM > Subject: [kisunda] Agama dan Kekerasan > > > Agama dan Kekerasan > Oleh JALALUDDIN RAKHMAT > > "Jika aku bisa mengayunkan tongkat sihirku dan harus memilih apakah > melenyapkan perkosaan atau agama, aku tidak akan ragu-ragu lagi untuk > melenyapkan agama," tulis Sam Harris, yang bersama Daniel Dennett dan Richard > Dawkins dikenal sebagai the Unholy Trinity of Atheism. > > "Agama sudah semestinya ditinggalkan manusia bukan karena alasan teologis, > tetapi -masih kata Harris dalam The End of Faith: Religion: Terror and the > Future of Reason - "karena agama telah menjadi sumber kekerasan sekarang ini > dan pada setiap zaman di masa yang lalu". > > Romo Magnis pernah mengatakan kepadaku bahwa orang menjadi ateis lebih banyak > bukan karena pemikiran filsafat atau sains. Mereka menjadi ateis karena > tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para pengikut agama. Mereka melihat > kontradiksi antara apa yang dikhotbahkan dengan apa yang dilakukan. > > Alkisah, ada seorang Inggris yang sangat religius. Kalau bukan orang yang > tekun ibadat, ia orang yang rajin 'mencoba' berbagai agama. Ia dibesarkan > sebagai Anglikan, dididik sebagai Methodist, berpindah kepada Greek Orthodoxy > karena perkawinan, dan dikawinkan kembali oleh seorang rabbi Yahudi. > > Sebagai wartawan, ia mengembara secara geografis dan intelektual. Ia > mengumpulkan setumpuk data tentang keterlibatan semua agama dalam berbagai > peperangan dalam sejarah. Hasil pengembaraan 'spiritualnya' membuahkan buku: > god (dengan huruf kecil) is not Great. Ia menuliskan namanya dengan setiap > huruf pertamanya huruf besar: Christopher Hitchens. Ia membagi bab-bab dalam > bukunya berdasarkan kontribusi setiap agama pada pembunuhan, peperangan, dan > kekejaman. Seumur hidupnya, ia menjadi pendakwah ateis yang efektif, terutama > terhadap orang-orang yang menjadi korban kekejaman agama. > > Setelah Hitchens, Dan Baker menulis buku dengan judul yang ditulis dengan > huruf kecil dan subjudul dengan huruf besar semua: godless, How an > Evangelical Preacher Became One of America’s Leading Atheists. Jawab: Karena > tindakan kekerasan umat beragama. > > Ayaan Hirsi Ali untuk Islam sama dengan Hitch dan Dan Baker untuk Kristen. Ia > lahir di Somalia, dari keluarga bangsawan Muslim. Waktu remaja, ia masuk > sekolah muslimah yang berbahasa Inggris dan didanai Saudi. Guru-gurunya > keluaran Saudi. Dengan semangat ia berpindah dari mazhab Syafii yang toleran > kepada mazhab baru yang sangat keras. Hidup dengan aliran keras ini tidak > membahagiakannya. Ia menyaksikan berbagai tindakan kekerasan, terutama kepada > perempuan, atas nama agama. > > Ia mengungsi ke negeri Belanda. Di sini, ia mendapat perlakuan yang tidak > enak dari sesama Muslim. Setelah kecewa dengan peristiwa 11 September, > setelah membaca Manifesto Atheis dari Herman Philipse, secara resmi ia > meninggalkan Islam dan menyatakan diri Atheis. > > Pada 2004, Ayaan, yang kini menjadi anggota Parlemen Belanda, menulis naskah > dan menyediakan suara untuk film pendek Submission. Seorang aktris, > berpakaian chador yang tembus pandang, mengisahkan penderitaan empat tokoh > perempuan yang ditindas atas nama Islam. > > Melalui chador yang transparan, penonton melihat tubuh telanjang yang > bertuliskan ayat-ayat Al-Quran. Film ini tentu saja menimbulkan kemarahan > hatta di negeri Belanda sekalipun. Produsernya, Theo van Gogh, dibunuh di > jalan di Amsterdam. Di atas jenazahnya diselipkan surat dan pisau yang berisi > ancaman kepada Ayaan. Ia ditunjuk Time sebagai 100 most influential people in > the world. "This woman is a major hero of our time," kata Richard Dawkins, > anggota trinitas Atheis. Hirsi Ali menjadi dewi ateis sedunia. > > Walhasil, kenapa orang menjadi atheis? Karena mereka menyaksikan atau > mengalami sendiri tindakan kekerasan yang dilakukan atas nama agama. Agamanya > sendiri sebetulnya hanya menjadi kambing hitam. Bisa saja orang menyulut > konflik karena motif-motif sekular –misalnya, ekonomi, politik, rasialisme - > tetapi mereka menyelimuti nya dengan jubah agama. > > Jika kita belajar sejarah, kita akan segera tahu bahwa konflik Palestina > adalah konflik etnis (Yahudi yang terdiri dari 22,9 persen ateis, 21 persen > sekular dan sisanya menganut agama Yahudi dan etnis Arab yang terdiri dari > Islam dan Kristen); bahwa konflik di Irlandia Utara disebabkan karena masalah > etnis-politis, setelah Inggris mendirikan Perkebunan Ulster tahun 1609; bahwa > konflik bersenjata antara Pakistan dan India tentang Kashmir ditimbulkan oleh > kebijakan pemerintah kolonial Inggris, dan bukan karena anjuran Kitab Suci; > bahwa perang Irak dan Iran dimulai dari perebutan wilayah, bukan karena > perbedaan mazhab (terbukti setelah perang diketahui bahwa Syiah juga > mayoritas di Irak). > > Bagaimana dengan konflik Sunnah dan Syiah di berbagai tempat di Jawa Timur, > termasuk Sampang? "Bukan karena perbedaan pendapat, tetapi karena perbedaan > pendapatan," kata petinggi NU masih dari daerah yang sama. Rois dan Tajul, > kakak-beradik, dilantik sebagai pengurus Ijabi (Ikatan Jamaah Ahlil Bait > Indonesia) pada 2007. Pada 2009, mereka terlibat konflik keluarga, antara > lain karena masalah santri perempuan di pesantren Tajul. > > Karena persoalan pendapatan, Rois meninggalkan paham Syiah dan beralih > pendapat. Katanya, "Saya kembali ke Nahdhiyin, karena banyaknya penyimpangan > dalam ajaran Syiah". Pada pengujung 2011, Rois –menurut pengakuannya sendiri- > membiarkan orang-orang yang sependapat dengan dia menghancurkan teritori dan > massa pengikut saudaranya. Media melaporkan, "Roisul Hukama memimpin massa > Ahli Sunnah untuk menyerang perkampungan dan pesantren Tajul Muluk, yang > berpaham Syiah". Para tokoh Islam, dengan pendapatan yang lebih besar, > kemudian menabuh genderang perang. Atas nama agama! > > Siapakah yang beruntung? Tidak satu pihak pun. Tidak Rois dan tidak Tajul. > Siapakah yang menang? Kaum ateis. Mereka punya amunisi baru. Mereka akan > menisbahkan tindakan kekerasan dan kekejian kepada agama. Tidak jadi soal > apakah penyebab yang sebenarnya itu berasal dari masalah ekonomis, politis, > ideologis, ethnis, atau sekedar pertikaian di antara keluarga miskin di > kampung yang miskin! > > JALALUDDIN RAKHMAT adalah Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia > http://www.detiknews.com/read/2012/01/04/083526/1806073/103/agama-dan-kekerasan > > > > >
