terlepas bener henteuna informasi eta, siap2 weh kang irpan disebut wahabi
hahaha...


--- In [email protected], Irpan Rispandi <mr.rispandi@...> wrote:
>
> 
>     Inilah Dokumen Rahasia Agama Syiah Imamiyah
> 
> 
> http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/inilah-dokumen-rahasia-agama-syiah-imamiyah.htm
> 
> Inilah Dokumen Rahasia sekte agama Syiah, tentang misi jangka panjang 
> mereka (50 tahun kedepan), untuk menegakkan kembali dinasti Persia yang 
> telah runtuh oleh Islam berabad-abad lamanya, sekaligus 
> membumi-hanguskan negara-negara Ahlus Sunnah, musuh bebuyutan mereka. 
> Dokumen ini disebarkan oleh Ikatan Ahlus Sunnah di Iran, begitu pula 
> majalah-majalah di berbagai negara Ahlus Sunnah (Islam), termasuk 
> diantaranya Majalah al-Bayan, edisi 123, Maret 1998.
> 
> Karena naskah yang tersebar adalah naskah dalam bahasa arab, maka kami 
> terjemahkan ke dalam bahasa indonesia, agar orang yang tidak mampu 
> berbahasa arab pun bisa memahami isi naskah tersebut.
> 
> Sekarang kami persilahkan Anda membaca terjemahannya:
> 
> /((Bila kita tidak mampu untuk mengusung revolusi ini ke negara-negara 
> tetangga yang muslim, tidak diragukan lagi yang terjadi adalah 
> sebaliknya, peradaban mereka -yang telah tercemar budaya barat- akan 
> menyerang dan menguasai kita./
> 
> /Alhamdulillah, -berkat anugerah Allah dan pengorbanan para pengikut 
> imam yang pemberani- berdirilah sekarang di Iran, Negara Syiah Itsna 
> Asyariyyah (syiah pengikut 12 imam), setelah perjuangan berabad-abad 
> lamanya. Oleh karena itu, -atas dasar petunjuk para pimpinan syi'ah yang 
> mulia- kita mengemban amanat yang berat dan bahaya, yakni: menggulirkan 
> revolusi./
> 
> /Kita harus akui, bahwa pemerintahan kita adalah pemerintahan yang 
> berasaskan madzhab syi'ah, disamping tugasnya melindungi kemerdekaan 
> negara dan hak-hak rakyatnya. Maka wajib bagi kita untuk menjadikan 
> pengguliran revolusi sebagai target yang paling utama./
> 
> /Akan tetapi, karena melihat perkembangan dunia saat ini dengan aturan 
> UU antar negaranya, tidak mungkin bagi kita, untuk menggulirkan revolusi 
> ini, bahkan bisa jadi hal itu mendatangkan resiko besar yang bisa 
> membahayakan kelangsungan kita./
> 
> /Karena alasan ini, maka -setelah mengadakan tiga pertemuan, dan 
> menghasilkan keputusan, yang disepakati oleh hampir seluruh anggota-, 
> kami menyusun strategi jangka panjang 50 tahun, yang terdiri dari 5 
> tahapan, setiap tahapan berjangka 10 tahun, yang bertujuan untuk 
> menggulirkan revolusi islam ini, ke seluruh negara-negara tetangga, dan 
> menyatukan kembali dunia Islam (dengan men-syi'ah-kannya)./
> 
> /Karena bahaya yang kita hadapi dari para pemimpin Wahabiah dan mereka 
> yang berpaham ahlus sunnah, jauh lebih besar dibandingkan bahaya yang 
> datang dari manapun juga, baik dari timur maupun barat, karena 
> orang-orang Wahabi dan Ahlus Sunnah selalu menentang pergerakan kita. 
> Merekalah musuh utama Wilayatul Fakih dan para imam yang ma'shum, bahkan 
> mereka beranggapan bahwa menjadikan faham syi'ah sebagai landasan 
> negara, adalah hal yang bertentangan dengan agama dan adat, dengan 
> begitu berarti mereka telah memecah dunia Islam menjadi dua kubu yang 
> saling bermusuhan./
> 
> /Atas dasar ini:/
> 
> /Kita harus menambah kekuatan di daerah-daerah berpenduduk Ahlus Sunnah 
> di Iran, khususnya kota-kota perbatasan. Kita harus menambah 
> masjid-masjid dan husainiyyat kita di sana, disamping menambah volume 
> dan keseriusan dalam pengadaan acara-acara peringatan ritual syi'ah./
> 
> /Kita juga harus menciptakan iklim yang kondusif, di kota-kota yang 
> dihuni oleh 90-100 persen penduduk Ahlus Sunnah, agar kita bisa mengirim 
> dalam jumlah besar kader-kader syi'ah dari berbagai kota dan desa 
> pedalaman, ke daerah-daerah tersebut, untuk selamanya tinggal, kerja, 
> dan bisnis di sana./
> 
> /Dan merupakan kewajiban negara dan instansinya, untuk memberikan 
> perlindungan langsung kepada mereka yang diutus untuk menempati daerah 
> itu, dengan tujuan agar dengan berlalunya waktu, mereka bisa merebut 
> jabatan pegawai di berbagai kantor, pusat pendidikan dan layanan umum, 
> yang masih di pegang oleh kaum Ahlus Sunnah./
> 
> /Strategi yang kami buat untuk pengguliran revolusi ini, -tidak seperti 
> anggapan banyak kalangan- akan membuahkan hasil, tanpa adanya kericuhan, 
> pertumpahan darah, atau bahkan perlawanan dari kekuatan terbesar dunia. 
> Sungguh dana besar yang kita habiskan untuk mendanai misi ini, tak akan 
> hilang tanpa timbal-balik./
> 
> *Teori Memperkuat Pilar-pilar Negara:*
> 
> /Kita tahu, bahwa kunci utama untuk menguatkan pilar-pilar setiap 
> negara, dan perlindungan terhadap rakyatnya, berada pada tiga asas utama:/
> 
> /Pertama: Kekuatan yang dimiliki oleh pemerintahan yang sedang berkuasa./
> 
> /Kedua: Ilmu dan pengetahuan yang dimiliki oleh para ulama dan penelitinya./
> 
> /Ketiga: Ekonomi yang terfokus pada kelompok pengusaha pemilik modal./
> 
> /Apabila kita mampu menggoncang pemerintahan, dengan cara memunculkan 
> perseteruan antara ulama dan penguasanya, atau memecah konsentrasi para 
> pemilik modal di negara itu, dengan menarik modalnya ke negara kita atau 
> negara lain, tak diragukan lagi, kita telah menciptakan keberhasilan 
> yang gemilang dan menarik perhatian dunia, karena kita telah meruntuhkan 
> tiga pilar tersebut./
> 
> /Adapun rakyat jelata setiap negara, yang berjumlah rata-rata 70-80 
> persen, mereka hanyalah pengikut hukum dan kekuatan yang menguasainya. 
> Mereka disibukkan oleh tuntutan hidupnya, untuk mencari rizki, makan dan 
> tempat tinggalnya. Oleh karena itu, mereka akan membela siapa pun yang 
> sedang berkuasa. Dan untuk mencapai atap setiap rumah, kita harus 
> menaiki tangga utamanya./
> 
> /Tetangga-tetangga kita dari kaum Ahlus Sunnah dan Wahabi adalah: Turki, 
> Irak, Afganistan, Pakistan, dan banyak negara kecil di pinggiran 
> selatan, serta gerbangnya negara teluk persia, yang tampak seakan 
> negara-negara yang bersatu, padahal sebenarnya berpecah-belah. 
> Daerah-daerah ini, adalah kawasan yang sangat penting sekali, baik di 
> masa lalu, maupun di masa-masa yang akan datang. Ia juga ibarat 
> kerongkongan dunia di bidang minyak bumi. Tidak ada di muka bumi ini 
> kawasan yang lebih sensitif melebihinya. Para penguasa di kawasan ini 
> memiliki taraf hidup yang tinggi, karena penjualan minyak buminya./
> 
> *Kategori Penduduk di Kawasan Ini*
> 
> /Penduduk di kawasan ini terbagi dalam tiga golongan:/
> 
> /Pertama: Penduduk baduwi dan padang pasir, yang telah ada sejak 
> beratus-ratus tahun lalu./
> 
> /Kedua: Pendatang yang hijrah dari berbagai pulau dan pelabuhan, yang 
> telah hijrah sejak zaman pemerintahan Syah Isma'il as-Shofawi, dan terus 
> berlangsung hingga zamannya Nadirsyah Afsyar, Karim Khan Zind, Raja 
> al-Qojar, dan keluarga al-Bahlawi. Dan telah banyak perjalanan hijrah 
> dari waktu ke waktu, sejak mulainya revolusi Islam./
> 
> /Ketiga: Mereka yang berasal dari negara arab lainnya, dan kota-kota 
> pedalaman Iran./
> 
> /Adapun lahan bisnis, perusahaan ekspor impor dan kontraktor, biasanya 
> dikuasai oleh selain penduduk asli. Sedangkan penduduk asli, kebanyakan 
> mereka hidup dari menyewakan lahan dan jual-beli tanah. Mengenai para 
> keluarga penguasa, biasanya mereka hidup dari gaji pokok penjualan 
> minyak buminya./
> 
> /Adapun kerusakan masyarakat, budaya, banyaknya praktik yang menyimpang 
> dari islam, itu sangat jelas terlihat. Karena mayoritas penduduk 
> negara-negara ini, telah larut dalam kenikmatan dunia, kefasikan dan 
> perbuatan keji. Banyak dari mereka yang mulai membeli perumahan, saham 
> perusahaan, dan menyimpan modal usahanya di Eropa dan Amerika, khususnya 
> di Jepang, Inggris, Swedia, dan Swiss, karena kekhawatiran mereka akan 
> runtuhnya negara mereka di masa-masa mendatang. Sesungguhnya dengan 
> menguasai negara-negara ini, berarti kita telah menguasai setengah dunia./
> 
> *Beberapa Tahapan Dalam Menggulirkan Revolusi Ini*
> 
> /Untuk menjalankan misi panjang 50 tahun ini, langkah pertama yang harus 
> kita lakukan adalah: memperbaiki hubungan kita dengan negara-negara 
> tetangga, dan harus ada hubungan yang kuat dan sikap saling menghormati, 
> antara kita dengan mereka. Bahkan kita juga harus memperbaiki hubungan 
> kita dengan Irak, setelah perang berakhir dan Sadam Husein jatuh, karena 
> menjatuhkan seribu kawan itu lebih ringan, dibanding menjatuhkan satu 
> lawan./
> 
> /Dengan adanya hubungan politik, ekonomi dan budaya antara kita dengan 
> mereka, tentunya akan masuk sekelompok kader dari Iran ke negara-negara 
> ini, sehingga memungkinkan kita untuk mengirim para duta secara resmi, 
> yang pada hakekatnya adalah pelaksana program revolusi ini, selanjutnya 
> kita akan tentukan misi khusus mereka saat menugaskan dan mengirimkannya./
> 
> /Janganlah kita beranggapan bahwa 50 tahun adalah waktu yang panjang, 
> karena kesuksesan langkah kita ini benar-benar membutuhkan perencanaan 
> yang berkelanjutan hingga 20 tahun. Sungguh tersebarnya paham syi'ah, 
> yang kita rasakan di banyak negara saat ini, bukanlah buah dari 
> perencanaan 1 atau 2 hari./
> 
> /Dulunya kita tidak memiliki seorang pun pegawai di negara manapun, 
> apalagi kader dengan jabatan menteri, wakil negara dan presiden. Bahkan 
> dulunya banyak kelompok, seperti Wahabiah, Syafi'iah, Hanafiah, 
> Malikiah, dan Hanbaliah, memandang kita sebagai kelompok yang murtad 
> dari Islam, sehingga pengikut mereka telah berkali-kali mengadakan 
> pemusnahan kaum syi'ah secara massal. Memang benar kita tidak merasakan 
> pahitnya hari-hari itu, tetapi nenek moyang kita pernah merasakannya. 
> Kehidupan kita hari ini adalah buah dari gagasan, pemikiran dan langkah 
> mereka. Mungkin juga kita tidak akan hidup di masa depan, akan tetapi 
> revolusi dan madzhab kita akan tetap ada./
> 
> /Untuk menunaikan misi ini, tidaklah cukup hanya dengan mengorbankan 
> hidup, atau apapun yang paling berharga sekalipun, akan tetapi juga 
> membutuhkan pemrograman yang telah matang dikaji./
> 
> /Harus ada perencanaan untuk masa depan, walaupun untuk 500 tahun ke 
> depan, apalagi hanya 50 tahun saja. Karena kita adalah pewaris 
> berjuta-juta syuhada', yang gugur di tangan setan-setan yang mengaku 
> muslim, darah mereka terus mengalir dalam sejarah, sejak meninggalnya 
> Rasul hingga hari ini. Dan cucuran darah itu tidak akan kering, sehingga 
> setiap orang yang mengaku muslim, meyakini hak Ali dan keluarga 
> Rasulullah, mengakui kesalahan nenek moyang mereka, dan mengakui syi'ah 
> sebagai pewaris utama ajaran Islam./
> 
> *Beberapa Tahapan Penting Dalam Perjalanan Misi Ini*
> 
> *Tahap Pertama (sepuluh tahun pertama):*
> 
> /Kita tidak ada masalah dalam menyebarkan madzhab syi'ah di Afganistan, 
> Pakistan, Turki, Iran dan Bahrain. Karena itu, kita akan menjadikan 
> tahapan sepuluh tahun kedua, sebagai tahapan pertama di 5 negara ini./
> 
> /Sedangkan tugas para duta kita di belahan negara lain adalah tiga hal:/
> 
> /Pertama: Membeli lahan tanah, perumahan dan perhotelan./
> 
> /Kedua: Menyediakan lapangan pekerjaan, kebutuhan hidup dan fasilitasnya 
> kepada para pengikut paham syi'ah, agar mereka mau hidup di rumah yang 
> dibeli, sehingga bertambah banyak jumlah penduduk yang sepaham dengan kita./
> 
> /Ketiga: Membangun jaringan dan relasi yang kuat dengan para pemodal di 
> pasar dagang, dengan para pegawai kantor, khususnya mereka yang menjabat 
> sebagai kepala tinggi, dengan tokoh publik dan dengan siapapun yang 
> memiliki hak keputusan penuh di berbagai instansi negara./
> 
> /Di sebagian negara-negara ini, ada beberapa daerah, yang sedang dalam 
> proyek pengembangan, bahkan di sana ada rencana proyek pengembangan 
> untuk puluhan desa, kampung, dan kota kecil lainnya. Tugas wajib para 
> duta yang kita kirim adalah membeli sebanyak mungkin rumah di desa itu, 
> untuk kemudian dijual dengan harga yang pantas kepada orang yang mau 
> menjual hak miliknya di pusat kota. Sehingga dengan langkah ini, kota 
> yang padat penduduknya bisa kita rebut dari tangan mereka./
> 
> *Tahap Kedua (sepuluh tahun kedua):*
> 
> /Kita harus mendorong masyarakat syi'ah untuk menghormati UU, taat 
> kepada para pelaksana UU dan pegawai negara, serta berusaha mendapatkan 
> surat ijin resmi untuk berbagai acara ritual syi'ah, pendirian masjid, 
> dan husainiyyat. Karena surat ijin resmi tersebut, akan kita ajukan 
> sebagai tanda bukti resmi di masa-masa mendatang untuk mengadakan 
> berbagai acara dengan bebas./
> 
> /Kita juga harus berkonsentrasi pada kawasan yang tinggi tingkat 
> kepadatan penduduknya, untuk kita jadikan sebagai tempat diskusi tentang 
> masalah-masalah (syiah) yang sangat sensitif./
> 
> /Para duta syi'ah, -pada dua tahapan ini- diharuskan untuk mendapatkan 
> kewarganegaraan dari negara yang ditempatinya, dengan memanfaatkan 
> relasi atau hadiah yang sangat berharga sekalipun. Mereka juga harus 
> mendorong para kadernya agar menjadi pegawai negeri, dan segera masuk 
> -khususnya- dalam barisan militer negara./
> 
> /Pada pertengahan tahap kedua: Harus dihembuskan -secara rahasia dan 
> tidak langsung- isu bahwa ulama Ahlus Sunnah dan Wahabiah adalah 
> penyebab kerusakan di masyarakat, dan berbagai praktek menyimpang 
> syariat yang banyak terjadi di negara itu. Yaitu melalui 
> selebaran-selebaran yang berisi kritikan, dengan mengatas-namakan 
> sebagian badan keagamaan atau tokoh Ahlus Sunnah dari negara lain. Tak 
> diragukan lagi, ini akan memprovokasi sejumlah besar rakyat negara itu, 
> sehingga pada akhirnya mereka akan menangkap pimpinan agama atau figur 
> Ahlus Sunnah yang dituduh itu, atau kemungkinan lain; rakyat negara itu 
> akan menolak isi selebaran itu, dan para ulamanya akan membantahnya 
> dengan sekuat tenaga. Dan setelah itu kita munculkan banyak huru hara, 
> yang akan berakibat pada diberhentikannya penanggung jawab masalah itu, 
> atau digantikannya dengan staf yang baru./
> 
> /Langkah ini, akan menyebabkan buruknya kepercayaan pemerintah kepada 
> seluruh ulama di negaranya, sehingga menjadikan mereka tidak bisa 
> menyebarkan agama, membangun masjid dan pusat pendidikan agama. 
> Selanjutnya pemerintah akan menganggap seluruh ajakan yang berbau agama 
> sebagai bentuk pelanggaran terhadap peraturan negara./
> 
> /Ditambah lagi, akan berkembang rasa benci dan saling menjauh antara 
> penguasa dengan ulama di negara itu, sehingga Ahlus Sunnah dan Wahabiyah 
> akan kehilangan pelindung mereka dari dalam, padahal tidak mungkin ada 
> orang yang melindungi mereka dari luar./
> 
> *Tahap Ketiga (sepuluh tahun ketiga):*
> 
> /Pada tahap ini, telah terbangun jaringan yang kuat, antara duta-duta 
> kita dengan para pemilik modal dan pegawai atasan, diantara mereka juga 
> banyak yang telah masuk dalam barisan militer dan jajaran pemerintahan, 
> yang bekerja dengan penuh ketenangan dan hati-hati, tanpa ikut campur 
> dalam urusan agama, sehingga kepercayaan penguasa lebih meningkat lagi 
> dari sebelumnya./
> 
> /Pada tahapan ini, di saat berkembangnya perseteruan, perpecahan, dan 
> iklim yang memanas antara penguasa dengan ulama, maka diharuskan kepada 
> sebagian ulama terkemuka syiah yang telah menjadi penduduk negara itu, 
> untuk mensosialisasikan keberpihakan mereka kepada penguasa negara itu, 
> khususnya pada musim-musim ritual keagamaan (syi'ah), sekaligus 
> menampakkan bahwa syi'ah adalah aliran yang tak membahayakan 
> pemerintahan mereka. Apabila situasi memungkinkan mereka untuk 
> bersosialisasi melalui media informasi yang ada, maka janganlah 
> ragu-ragu memanfaatkannya untuk menarik perhatian para penguasa, 
> sehingga mereka senang dan menempatkan kader kita pada jabatan 
> pemerintahan, dengan tanpa ada rasa takut atau cemas dari mereka./
> 
> /Pada tahapan ini, dengan adanya perubahan yang terjadi di banyak 
> pelabuhan, pulau, dan kota lainnya di negara kita, ditambah dengan 
> devisa perbankan kita yang terus meningkat, kita akan merencanakan 
> langkah-langkah untuk menjatuhkan perekonomian negara-negara tetangga. 
> Tentu saja para pemilik modal dengan alasan keuntungan, keamanan dan 
> stabilitas ekonomi, akan mengirimkan seluruh rekening mereka ke negara 
> kita; dan ketika kita memberikan kebebasan kepada semua orang, dalam 
> menjalankan seluruh kegiatan ekonominya, dan pengelolaan rekening 
> banknya di negara kita, tentunya negara mereka akan menyambut rakyat 
> kita, atau bahkan memberikan kemudahan dalam kerjasama ekonomi./
> 
> *Tahap Keempat (sepuluh tahun keempat):*
> 
> /Pada tahap ini, telah terhampar di depan kita fenomena; dimana banyak 
> negara yang para penguasa dan ulamanya saling bermusuhan, pebisnis yang 
> hampir bangkrut dan lari, serta masyarakat yang tak aman, sehingga siap 
> menjual hak miliknya dengan separo harga sekalipun, agar mereka bisa 
> pindah ke daerah yang aman./
> 
> /Di saat terjadinya kegentingan inilah, para duta kita akan menjadi 
> pelindung bagi hukum dan para penguasanya. Apabila para duta itu bekerja 
> dengan sungguh-sungguh, tentunya mereka akan mendapatkan jabatan 
> terpenting dalam pemerintahan dan kemiliteran, sehingga dapat 
> mempersempit jurang pemisah antara para pemilik perusahaan yang ada 
> dengan para penguasa./
> 
> /Keadaan seperti ini, memungkinkan kita untuk menuduh mereka yang 
> bekerja dengan tulus untuk penguasa sebagai para penghianat negara, dan 
> ini akan menyebabkan diberhentikannya mereka atau bahkan diusir dan 
> diganti dengan kader kita./
> 
> /Langkah ini akan membuahkan dua keuntungan, pertama: Pengikut kita akan 
> mendapat kepercayaan yang lebih baik dari sebelumnya. Kedua: Kebencian 
> ahlus sunnah akan semakin meningkat, karena meningkatnya kekuatan syi'ah 
> di berbagai instansi negara. Ini akan mendorong ahlus sunnah untuk 
> meningkatkan langkah menentang penguasa. Di saat seperti itu, 
> kader-kader kita harus bersanding membela penguasa, dan mengajak 
> masyarakat untuk berdamai dan tetap tenang. Dan pada saat yang 
> bersamaan, mereka akan membeli kembali rumah dan barang yang semula akan 
> mereka tinggalkan/.
> 
> *Tahap Kelima (sepuluh tahun terakhir):*
> 
> /Pada sepuluh tahun kelima, tentunya iklim dunia telah siap menerima 
> revolusi, karena kita telah mengambil tiga pilar utama dari mereka, yang 
> meliputi: keamanan dan ketenangan dan kenyamanan. Sedangkan pemerintahan 
> yang berkuasa, akan menjadi seperti kapal ditengah badai dan nyaris 
> tenggelam, sehingga menerima semua masukan yang akan menyelamatkan jiwanya./
> 
> /Di saat seperti ini, kita akan memberikan masukan melalui beberapa 
> tokoh penting dan terkenal, untuk membentuk himpunan rakyat dalam rangka 
> memperbaiki keadaan negara, dan kita akan membantu penguasa untuk 
> mengawasi berbagai instansi dan mengamankan negara. Tak diragukan lagi, 
> tentunya mereka akan menerima usulan itu, sehingga para kader pilihan 
> kita akan mendapatkan hampir keseluruhan kursi di dalamnya. Kenyataan 
> ini tentu akan menyebabkan larinya para pengusaha, ulama dan pegawai 
> setia pemerintahan, sehingga kita akan dapat menggulirkan revolusi islam 
> kita, ke berbagai negara, tanpa menimbulkan peperangan atau pertumpahan 
> darah./
> 
> /Seandainya, pada sepuluh tahun terakhir, rencana ini tidak membuahkan 
> hasil, kita tetap bisa mengadakan revolusi rakyat dan merebut kekuasaan 
> dari tangan penguasa./
> 
> /Apabila penganut syi'ah adalah penduduk, penghuni dan rakyat negara 
> itu, maka berarti kita telah menunaikan kewajiban, yang bisa kita 
> pertanggung-jawabkan di depan Allah, agama, dan madzhab kita. Bukan 
> tujuan kita untuk mengantarkan seseorang kepada tampuk pimpinan, tetapi 
> tujuan kita hanyalah menggulirkan revolusi, sehingga kita mampu 
> mengangkat bendera kemenangan agama tuhan ini, dan menampakkan 
> nilai-nilai kita di seluruh negara. Selanjutnya kita mampu maju melawan 
> dunia kafir dengan kekuatan yang lebih besar, dan menghias alam dengan 
> cahaya Islam dan ajaran syi'ah, sampai datangnya imam Mahdi yang 
> dinantikan))/
> 
> --selesai sudah naskah misi revolusi itu--
> 
> Lihatlah wahai para pembaca, betapa busuknya rencana mereka, betapa 
> besarnya kebencian mereka terhadap Ahlus Sunnah. Kita sekarang tahu 
> bahwa Syi'ah bukanlah sekedar aliran paham biasa, akan tetapi ia 
> sekarang berubah menjadi aliran pergerakan politik yang bisa merongrong 
> eksistensi negara. Lihatlah bagaimana mereka merencanakan pengguliran 
> revolusi sedikit demi sedikit, bagaimana mereka menjadikan dutanya 
> sebagai alat penyebar aliran, sekaligus alat politiknya.
> 
> Subhanallah, semoga Allah menyelamatkan kita Ahlus Sunnah wal Jama'ah 
> (Islam) dari tipu daya mereka.
> 
> Allah berfirman (yang artinya):/"Mereka membuat tipu daya, maka Allah 
> pun membalas dengan tipu daya. Dan Allah adalah sebaik-baik pembalas 
> tipu daya.../" (Qs Ali Imron: 54)
> 
> Semoga tulisan ini bisa menyadarkan mereka yang menyuarakan, perlunya 
> pendekatan antara Syi'ah dan Ahlus Sunnah.
> 
> Sungguh mengherankan, adakah yang masih mengharapkan kebaikan dari kaum 
> yang selalu berbohong atas Allah dan Rasul-Nya. Adakah yang masih ingin 
> membangun kerukunan dengan kaum yang meyakini bahwa Al-Qur'an sudah 
> tidak orisinil lagi. Adakah yang masih mengharapkan bersanding dengan 
> kaum yang mengkafirkan Abu Bakar, Umar, Utsman, bahkan seluruh Sahabat 
> Rasul, kecuali tiga saja (Salman al-Farisy, Miqdad dan Abu Dzar). Adakah 
> yang masih berprasangka baik kepada kaum yang menuduh Rasulullah 
> shallallahu alaihi wa sallam selama hidupnya telah berzina dengan 
> Aisyah. Adakah Ahlus Sunnah yang masih menganggap baik kaum yang telah 
> membunuh ratusan bahkan ribuan ulama Ahlus Sunnah di Iran dan negara 
> lainnya... Adakah Ahlus Sunnah yang masih toleran dengan kaum yang tidak 
> mengizinkan satu pun masjid Ahlus Sunnah di Teheran Ibu kota Iran. 
> Sungguh tidak pernah habis rasa heran ini melihat kenyataan yang ada di 
> lapangan.
> 
> Mungkin banyak diantara kita yang tidak melihat bukti nyata dari omongan 
> diatas... mungkin ada yang mengatakan bahwa fakta di atas adalah sebatas 
> tuduhan yang tak beralasan. tapi ingatlah bahwa diantara inti ajaran 
> kaum Syi'ah adalah Taqiyyah, yakni: membohongi publik untuk keselamatan 
> diri... ingatlah bahwa bohong semacam itu dalam akidah mereka adalah 
> amalan ibadah yang berpahala... Ingatlah hadits palsu yang selalu mereka 
> gembar-gemborkan: "Tidak punya agama, siapa pun yang tidak menerapkan 
> taqiyyah."
> 
> Ternyata selama ini, kita tidak melihat kejanggalan yang ada pada 
> mereka, disebabkan takiyah (baca: kebohongan) mereka kepada kita. 
> Ternyata selama ini tidak terlihat perbedaan yang mendasar antara kita 
> dan mereka, karena tabir tebal yang mereka gunakan untuk menutupi 
> kebusukan batin. Tapi itulah, sepandai-pandai tupai melompat pasti akan 
> jatuh juga... Selincah-lincah kuda berlari pasti akan terpeleset juga... 
> Inilah diantara bukti semerbaknya bau busuk mereka. /Alhamdulillah.. 
> awwalan wa aakhiron berkat Allah azza wa jall/ terbuka juga misi rahasia 
> jangka panjang mereka...
> 
> /Subhanakallahumma wa bihamdika... wa tabaarakasmuk wa ta'ala jadduk... 
> wa laa ilaaha ghoiruk.../
> 
> Sumber artikel: http://www.albayan-magazine.com/sereah.htm
> Penerjemah: Addariny
> Dipublikasi ulang oleh muslim.or.id dengan beberapa editing
> 
> 
> 
> On 01/19/2012 02:34 PM, Ahsa wrote:
> > => http://albanduni.wordpress.com
> > ----- Pesan yang Diteruskan -----
> > *Dari:* ajieb jiejieb mustajieb <jieb197502@...>
> > *Kepada:* "[email protected]" 
> > <[email protected]>; 
> > "[email protected]" 
> > <[email protected]>
> > *Dikirim:* Kamis, 19 Januari 2012 14:32
> > *Judul:* [Lovers-of-Ahlul-Bayt] DPP Ahlul Bait Indonesia Mengadu ke 
> > Komisi III DPR
> >
> >
> >
> > DPP Ahlul Bait Indonesia Mengadu ke Komisi III DPR
> > /Sosbud / Selasa, 17 Januari 2012 12:29 WIB/
> >
> >
> >
>




------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke