Baraya,

Ngiring belasungkawa ka para korban kacilakaan kapal udara Sukhoi
Superjet100 di wewengkon Gunung Salak kamarina. Patali jeung eta
kacilakaan, di handap ieu aya sababaraha informasi penting pakait jeung
penerbangan, ti milist gigireun. Mudah2an info ti salah saurang pilot
manten Garuda ieu bisa jadi bahan katerangan informasi anu akhir-akhir ieu
pasuliwer boh di media citak atawa TV ngeunaan sabab2 eta kacilakaan jsb.
Hampura henteu ditarjamahkeun.


---------- Forwarded message ----------
From: Hiramsyah S.Thaib <[email protected]>
Date: 2012/5/11
Subject: [itb81] Fw: [al-izhar-pl] Fwd: [auri] Janggal, Joy Flight Lintasi
Wilayah Pegunungan
To: sinergi-ia-itb <[email protected]>, ITB 81 mailist <
[email protected]>, AR ITB81 <[email protected]>


**


** :-) Copas dari milis sebelah smg bermanfaat , mhn maaf jika tdk berkenan
.
Sbg info, Kang Iwan adalah mantan pilot Garuda dan Korea Air yg juga rekan
seangkatan Capt.Pilot Gatot yg ikut sbg penumpang dlm pesawat Sukhoi yg
terkena musibah.

Salam duka

Hiramsyah / hst
AR 81
Sent from Hiramsyah BlackBerry®
------------------------------
*From: * "Iwan H. Suriadikusumah" <[email protected]>
*Sender: * [email protected]
*Date: *Fri, 11 May 2012 06:30:03 +0700
*ReplyTo: * [email protected]
*Subject: *[al-izhar-pl] Fwd: [auri] Janggal, Joy Flight Lintasi Wilayah
Pegunungan





---------- Forwarded message ----------
From: Tri Sp
Date: 2012/5/10
Subject: Re: [auri] Janggal, Joy Flight Lintasi Wilayah Pegunungan


Catatan dari milis sebelah....

Sebuah kecelakaan penerbangan terjadi. Seperti biasa, ulasan sampah
mengalir di media massa. Mulai dari penerbang sampai yang mulia anggota
dewan. Semuanya berebut menjadi ahli penerbangan instan juga paranormal.
Berikut adalah beberapa FAQ yang mungkin bisa menjawab penasaran anda:

   1. Ruang hampa: Tidak ada ruang yang bernama ruang hampa di atmosfir
   bumi. Yang ada adalah turbulensi, itupun dipelajari oleh penerbang untuk
   mengenali turbulensi.
   2. Percakapan pilot dan ATC: Secara umum ada 2 jenis penerbangan yang
   mempengaruhi percakapan ATC dan pilot: VFR (Visual Flight Rules) dan IFR
   (Instrument Flight Rules), yang boleh di IFR belum tentu boleh di VFR
   begitu pula sebaliknya.
   3. VFR: Pilot harus terbang melihat keluar dari kaca depan pesawatnya,
   kalau dia terbang VFR dan menabrak gunung, maka disiplin terbangnya
   diragukan karena dia berarti masuk ke daerah jarak pandang rendah . Di
   Indonesia VFR butuh jarak pandang 5 km untuk terbang di bawah 10 ribu kaki.
   4. VFR clearance: Ijin ATC untuk VFR menunjukkan bahwa pilot harus
   terbang berdasarkan penglihatannya termasuk menghindari tebing, gunung,
   antenna, gedung dan lainnya. Dengan ijin VFR ini pilot bisa terbang di
   ketinggian di bawah puncak gunung. Contohnya terbang di 5000 kaki di dekat
   gunung yang ketinggiannya 7000 kaki.
   5. ELT: Emergency Locator Transmitter adalah alat yang akan menyiarkan
   sinyal darurat di 3 frekuensi termasuk data satelit dengan mengirimkan
   lokasi terakhir dan registrasi pesawat. Harus ada di pesawat besar. ELT ini
   akan aktif pada saat terjadi benturan atau terendam air.
   6. Pilotnya baru sekali terbang di Indonesia: Pertama kali terbang di
   satu daerah tidak mempengaruhi keamanan penerbangan.
   7. Kabut adalah masalah bagi penerbangan visual, tapi kabut bukan alasan
   untuk menabrak gunung karena pada waktu akan masuk kabut, penerbangan
   visual bisa di cancel dan diteruskan dengan penerbangan IFR.
   8. GPWS: ada alat yang bernama GPWS (Ground Proximity Warning System)
   yang akan berteriak dengan suara manusia kalau pesawat mendekati dataran
   tinggi.
   9. Ada perbedaan antara pesawat jatuh dan menabrak gunung, sama dengan
   jatuh dari motor berbeda dengan menabrak tembok.
   10. Juga ada perbedaan antara mendarat darurat dengan divertion
   (mengalihkan pendaratan). Mesin pesawat terbakar, maka pesawat mendarat
   darurat, kalau ada penumpang sakit lalu pesawat mendarat di tempat lain
   maka namanya divertion.
   11. Sertifikasi diperlukan jika registrasi pesawat diubah menjadi
   registrasi Indonesia, jika tidak, maka sertifikasi dari negara asal sudah
   cukup, syaratnya negara tersebut mengikuti Chicago Convention.
   12. Kunci semua pertanyaan anda ada pada black box atau kotak hitam yang
   berada dalam badan pesawat. Black box inilah yang merekam percakapan
   pilot-ATC pada Cockpit Voice Recorder (CVR) dan data-data penerbangan dalam
   Flight Data Recorder (FDR). Jadi jangan percaya semua analisa kacangan di
   media massa biarpun diberikan oleh orang terkenal sekalipun.
   13. Analisa black box akan memakan waktu bulanan atau malah beberapa
   tahun. Jadi sabar saja menunggu laporannya sebelum mulai berkomentar.

Tolong forward atau share hal ini untuk menghentikan pembodohan bangsa oleh
bisnis media massa yang kurang bertanggung jawab. Yang paling penting saat
ini adalah berdoa bagi para korban dan menolong meringankan beban
keluarganya.

Sent from my iPad2.

Kirim email ke