--- In [email protected], zuhairi misrawi <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Kegelisahan mas Nano adalah kegelisahan kita semua.
> Cuman cara menyikapinya cenderung simplifikatif, sarat
> penyederhanaan. Melihat Islam Moderat seperti melihat
> bulan atau matahari. Hemat saya, disebabkan adanya
> penyampuradukan pembacaan atas struktur dan kultur. 

Memang benar. Karena saya mempunyai keterbatasan menulis dalam jumlah
kata, terpaksa saya harus melakukan simplifikasi. Dan setahu saya
hampir semua cabang ilmu pengetahuan terpaksa melakukan simplifikasi.
Kalau tidak, tidak akan ada asumsi-asumsi dan teori-teori. Dan
pandangan panjenengan bahwa saya melakukan simplifikasi juga
simplifikasi, bukankah?

> Islam Moderat yang disampaikan Hasyim Muzadi, tentu
> saja berbeda dengan Islam Moderat yang disampaikan mas
> Ulil. Islam Moderat yang disampaikan Din Syamsuddin,
> itu berbeda dengan Islam Moderat yang disampaikan Zuly
> Qadir (baca: JIMM).

Setahu saya mas Ulil mendirikan JIL, bukan JIM:-) Sedangkan Hasyim
Muzadi (kadang bersama Syafii Maarif) jelas menyebut bahwa sebagian
besar kita adalah moderat. Juga sudah lama dikatakan NU moderat karena
punya prinsip tawasuth.
Mas Ulil dkk sudah jelas memproklamirkan diri sebagai "liberal" dan
bukan lagi "moderat". Barangkali dalam istilah "moderat" tidak ada
kesan "radikal"?

> Atas dasar itu, Islam Moderat ada dua macam. Yang
> pertama adalah sayap pemikiran, kedua yaitu sayap
> pemberdayaan. Islam Moderat sebagai pemikiran dan
> gerakan tidak akan pernah surut, karena landasan dan
> dorongannya sama sekali bukan struktur, tapi
> pemberdayaan masyarakat itu sendiri.

Saya suka membandingkan antara Soekarno dan Hatta. Hatta punya
pemikiran yang jauh lebih visioner dari Soekarno, visinya adalah
sosial demokrasi yang diterapkan dalam konteks Indonesia. Soekarno
hanya seorang romantik yang teorinya, Marhaenisme, sesungguhnya tak
pernah jelas. Kita lihat Soekarno lebih banyak punya massa, lebih
mempengaruhi sejarah Indonesia, sampai berujung pada apa yang disebut
 "Revolusi nan tak kunjung padam" yang malah mengundang kemarahan
Amerika sehingga mereka masuk dalam perpolitikan Indonesia sampai
Soeharto naik jadi Presiden. Sedangkan Hatta yang pragmatis, yang
ingin membangun Indonesia secara tenang, sudah mengundurkan diri tahun
1956. 
Look, Hatta tidak mendapat kesempatan karena dia tidak punya massa.
Soekarno mengakui bahwa dirinya secara intens membangun komunikasi
dengan massa rakyat. Dia menulis antara lain, bahwa dia "menempelkan"
teliganya ke tanah untuk mengetahui keinginan rakyat". Ide tanpa
mendengarkan kebutuhan massa akar rumput hanyalah tinggal ide dan
barangkali memuaskan syahwat berpikir kita, bukankah?

> Pertanyaan saya, bagaimana teman-teman milist, yang
> sebagian besar adalah orang-orang perantauan mengambil
> peran, apakah masuk dalam komunitas Islam Moderat yang
> bergerak dalam pemikiran, atau Islam Moderat yang
> bergerak dalam gerakan? Ini pilihan-pilihan strategis
> bagi kita. Jangan cuman mengolok-olok dari
> luar..he....

Kalau panjenengan mengkritik saya dengan menggeneralisir mereka yang
masih diperantauan, harus dilihat juga bagaimana mbah Asep di
Melbourne berkhutbah memperkenalkan moderatisme. Bagaimana mbah Nadir
melakukan hal yang sama sambil mengembangkan ilmu hukum yang tengah
digelutinya (ilmu hukum sangat penting dalam masyarakat beradab untuk
menjamin tidak adanya hukum rimba). KH Muhammad Niam dari Pakistan dan
kawan2 di Kairo, di Jepang, di Indonesia, dan mbah Rizqon di India
mengasuh PV secara reguler lewat internet, bahkan lewat Yahoo
Messanger. Tidak ketinggalan PCI NU UK yang sampai pernah mengundang 3
kyai muda ke Manchester. Barangkali saya terlewat menceritakan yang
lain, saya mohon maaf.
Itu semua saya golongkan sebagai pemikiran dan gerakan sekaligus,
karena dua aspek itu saya lihat ada dalam setiap kegiatan yang saya
sebut tadi.

> Ini fakta mas Nano, yang tidak pernah kita sampaikan
> ke publik. Alasan utamanya, karena kita bukan partai
> politik, seperti PKS yang sering kali unjuk kekuatan.
> Kita juga bukan Aa Gym, atau Arifin Ilham yang gila
> sorotan media. Biarlah gerakan kita menjadi gerakan
> kultural yang jauh dari sorotan media, tapi dampaknya
> mengakar ke bawah. 

Pertama, saya tahu ungkapan2 panjenengan biasa superlatif, seperti
"gila sorotan media". Tapi kalau menurut hemat saya, kata-kata seperti
itu kurang pantas diangkat ke forum umum seperti mailing list ini.
Kenyataannya mereka diminati banyak jamaah, beribu-ribu orang datang
ke ceramah-ceramah mereka, berjuta orang setia mendengarkan radio dan
melihat di televisi. Kenapa dibilang begitu? Panjengan sudah jadi
tokoh, beda dengan waktu dulu "pulang" dari Kairo. Nama panjenengan
muncul di mana-mana, di koran dan majalah. Kata-kata panjenengan itu
akan diperhatikan dan diingat orang. Jika kurang baik akan menjadi
beban penjenengan sendiri.
Kedua, "PKS unjuk kekuatan". Saya sebagai pengamat jamaah PKS sejak
masih pengajian sembunyi-sembunyi belasan tahun yang lalu di rumah
anggota2nya, mengerti kenapa mereka sekarang bisa melakukan "unjuk
kekuatan" itu. Mereka punya jejang pengkaderan yang bagus sekali dalam
sistem sel. Kemudian indoktrinasinya rapi, sehingga manajemen
informasinya juga rapi. Beda dengan HT atau Salafy yang cenderung
kaku, mengikuti panutan mereka yaitu IM di Timteng, mereka ikut dalam
demokrasi dan mendirikan partai.  Kalau mereka lebih rapi (dan dalam
batas tertentu juga bersih) dari partai lainnya, wajarkah kalau mereka
meraih dukungan rakyat dalam hanya beberapa tahun ke depan? Ingat
instrumen kekuasaan di Indonesia sangat vital.

Salam,
Nano





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke