Hed,

bagi saya perempuan menjadi imam shalat lebih mulia
dari pada perempuan membawa acara atau jadi bintang
iklan. ketika perempuan memimpin shalat, hemat saya
justru mengangkat harkat perempuan, bukan justru
merendahkan. itu ijtihad saya...tanpa harus
menggunakan dalil-dalil yang qath'i dan dhanni,
seperti santri-santri ma'had 'ali, he...he....

ZM
--- muhammad hadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> zuh.. ngimami shalat kok disamakan seminar dan iklan
> sponsor, gimana kok semakin kurang cerdas aja..
> he..he..
>  
> salam hangat kek
> Hadi
> 
> zuhairi misrawi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> Ustadz,
> 
> Saya punya dua pandang yang sangat sederhana atas
> fenomena amina wadud. Pertama, positif, sebagai
> sebuah
> ijtihad hukum Islam. Menjadi imam shalat bagi
> seorang
> perempuan adalah sebuah ruang yang terbuka untuk
> dipikirkan. Saya punya pendapat tidak ada larangan
> dalam Islam bagi perempuan untuk memimpin shalat
> jum'at. Saya punya analogi sederhana, bila perempuan
> boleh menjadi narasumber seminar, pembawa acara,
> kenapa menjadi imam shalat tidak diperkenankan?
> Menjadi imam shalat jauh lebih terhormat daripada
> menjadi bintang iklan. Mestinya para ulama marah
> dong
> pada bintang-bintang iklan, sekalian konservatif dan
> kembali pada masa nabi.
> 
> Tapi saya sedikit gelisah melihat fenomena Amina
> Wadud, karena hanya bisa jadi gerakan dia tidak
> efektif. Karena akan menyempitkan ruang diskursus
> kehendak kesetaraan yang sesungguhnya di dunia
> ketiga.
> Persoalan perempuan di dunia Islam atau dunia ketiga
> pada umumnya, bukan untuk menjadi "Imam Shalat".
> Perempuan butuh keadilan sosial dan keadilan dalam
> ruang publik. Persis tatkala saya menyikapi masalah
> jilbab. Kita bisa-bisa tidak pernah beranjak dari
> soal-soal yang berkaitan dengan masjid dan
> simbol-simbol lainnya.
> 
> Inilah yang disebut Omid Safi sebagai "penyakit
> liberalisme". Saya kira itu saja dulu.
> 
> Salam hangat dari Portland.
> 
> Zuhairi Misrawi
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --- nur munir wrote:
> 
> > 
> > 
> > 
> > Wa man ya�mal mina sh shoolihaati min dzakarin aw
> > untsaa wa huwa mu�minun fa 
> > ulaaaika yad khuluuna l jannata wa laa yadzlimuuna
> > naqiiro. (an-Nisaa� : 
> > 124)
> > 
> > Man �amila shoolihan min dzakarin aw untsaa wa
> huwa
> > mu�minun fa 
> > lanuhyiyannahu khayaatan thoyyibatan wa
> > lanajziyannahum ajruhum bi ahsani 
> > maa kaanu ya�maluun. (an-Nahl : 97)
> > 
> > Wa�adallohu l mu�miniina wa l mu�minaati jannaatin
> > tajrii min tahtiha l 
> > anhaaru khoolidiina fiiha wa masaakina thoyyibatan
> > fii jannaati �adnin wa 
> > ridlwaanun minalloohi akbar, dzaalika huwa l fuzu
> l
> > �adhiim. (at-Taubah : 
> > 72)
> > 
> > 
> > Non-discrimination of term of condition dalam
> > contract di atas diaddresskan 
> > untuk para pekerja amal sholeh sambil beriman
> > regardless pria atau wanita 
> > akan sama-sama menerima gaji khayatan thoyyibatan 
> > di hari penggajian nanti.
> > 
> > A non-discrimination of term of condition dalam
> > contract juga appear di 
> > bawah ini di addresskan bagi para pengecut dan
> yang
> > pada lacut regardless 
> > pria atau wanita akan sama-sama terancam penalty
> > naaro jahannama khoolidiina 
> > fiihaa di hari itung-itungan nanti, itung-itungan
> > bukan atas dasar kepriaan 
> > atau kewanitaannya, tapi atas dasar level
> khasbuhum.
> > 
> > Wa�adallohu l munaafiqiina wa l munaafiqooti wa l
> > kuffaaro naaro jahannama 
> > khoolidiina fiihaa, hiya khasbuhum, wa
> > la�anahumullooh, wa lahum �adzaabun 
> > muqiim. (attaubah : 68)
> > Dan ayat-ayat yang seirama :e.g. al-fath 6;
> al-ahzab
> > 73; al-khadid 13 etc.
> > 
> > Detail dan njelimetnya hasil itung-itungan akan
> > terbayar semua, laa udlii�u 
> > �amala �aamilin regardless pekerjanya para
> dzakarin
> > aw untsaa.
> > Fa s tajaaba robbuhum annii laa udlii�u �amala
> > �aamilin minkum mi dzakarin 
> > aw untsaa, ba�dluhum min ba�dl,��(Ali �Imran 195)
> > 
> > Demikian al-Qur�an memberikan an equal opportunity
> > bagi pria dan wanita 
> > untuk fastabiqul khoiroot, balapan di arena
> > kebaikan.
> > 
> > Akan tetapi job description di arena kebaikan
> antara
> > wanita dan pria berbeda 
> > correspond dengan kapasitasnya yang berbeda,
> > perbedaan kapasitas tidak 
> > berakibat pada less atau more opportunity to gain
> > gaji di akhirat.
> > 
> > Perbedaan kapasitas disebabkan perbedaan natural
> > fisik dan nature of 
> > emotional device installation control katanya
> orang
> > kampung hormon perasaan 
> > wanita lebih tinggi dari pria, ringkih, gampang
> > njegot.
> > 
> > Itulah karunia perbedaan fadldlola llohu ba�dluhum
> > �alaa ba�dlin antara pria 
> > dan wanita sehingga yang satu menjadi qowwamuun
> yang
> > satu tidak walaupun 
> > opportunity gaji akhiratnya sama.
> > 
> > arrijaalu qowwaamuuna �ala n nisaai bi maa
> fadldlola
> > lloohu ba�dluhum �alaa 
> > ba�dlin,�..
> > (an-Nisaa� 34)
> > 
> > apa bila yang terhormat konco wingking ini
> > nguuuuwethek njalok menduduki 
> > jabatan qowwamun dengan segala implikasinya, hak
> > veto talak dipegangnya, 
> > ayat di atas diusep diganti an-nisaau qowwamna
> �ala
> > r rijaali sementara 
> > nature njegot yang dimiliki tidak berobah karena
> > memang nature, yoo uwes� 
> > kawin hari ini minggu depan pecohan, hak veto
> > dikeluarkan, talak, laki-laki 
> > habis dipecat terus ngloyor, nggak jadi ada
> building
> > keluarga di dunia ini.
> > 
> > Emotional nature yang berbeda affecting kepada
> nilai
> > akurasi pengambilan 
> > keputusan berbeda level. Para pekerja apa bila
> punya
> > atasan wanita supaya 
> > pinter-pinter mengambil hati, kalau tidak, gampang
> > dipecat.
> > 
> > Emotional nature berproses kepada daya ketahanan
> > intellectual, nilai 
> > kesaksian wanita resmi diterima setingkat setengah
> > kesaksian laki-laki.
> > �.wastasyhiduu syahiidaini min rijaalikum, fa in
> lam
> > yakuunaa rojulaini fa 
> > rojulun wa m roataani mimman tar dlouna mina sh
> > shuhadaai an tadlilla 
> > ikhdaahuma fa tudzkkiro ikhdaahuma l
> > ukhroo,��(al-Baqarah 282)
> > 
> > Pemimpin yang emotional naturenya kayak baterai
> > setengah mati telah kalah 
> > dalam rebutan dua pualu, Sipadan dan Ligitan. Test
> > pertama Malaysia berhasil 
> > terus kemaruk mau ngrebut yang satunya, Ambalat,
> > tapi salah pritungan, 
> > pemimpinnya sudah ganti dengan baterai anyar,
> > laki-laki, yo wani baco�ane.
> > 
> > Negara-negara barat yang sadar tentang emotional
> > nature ini tidak pernah 
> 
=== message truncated ===



                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/ 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke