bagus, kalau anda memahami lebih dari itu....
Brivo, intelektual anda mulai luntur....
Saya tidak melarang aminah "bebas berfikir" bahkan
saya masih mendukung dia berfikir apa saja tentang
Islam, bahkan saya juga setuju dengan aksi dia untuk
jadi imam sekalipun ma'munya laki, tapi di sholat
rawatib yang sekalanya tiak seperti dia bikin jumat di
gereja. Yang saya sayangkan ualah dia jadi "khatib dan
imam jumat di gereja"
Kalau masih dalam sekala pemikiran, kebebasan
berijtihad, aksi khilafiah yang tidak mengundang
perpecahan di kalang umat Islam sendiri saya setuju
bahkan saya juga suka dengan garapan itu Bung!
Baca lagi poctingan saya dari awal dengan santai dan
sejuk biar ijtihad sampean dapat pahala... pasti saya
tidak pernah malarang kebebasan berfikir. he he he...
Seorang intelek musti bahsanya santun, dan tidak emosi
dendam pribadi dalam diskusi, seperti posting anda
pertama dalam menyikapi ide saya.
Lepaskan embel-embel probel pribadi dalam milis ini,
biar anda kelihatan intelek dan diskusinya berjalan
baik. Masak begitu saya muncul langsung anda terkam ha
ha ha..
Oke udah sampai disini, saya tahu anda mulai panas
setelah saya gantian merespon posting garang sampean
Zuh.
Masak saya memberika nasehat anda, tetntang etika
diskusi ... malu dong.
Makanya yang baik dan santun dalam mengeluarkan
kata-kata : "makan duit rakyat" "mahasiswa abadi"
"konservatif" dll tetapi ketika dibalas dengan
kata-kata yang agak miring anda sewot... he he he kok
lelihatan kacangan.
OK. SORRY KEPADA DISKUSAN SEMUA. INI POSTING TERAKHIR
DARI SAYA.
Untuk Zuhairi kalem aja, saya damai aja kok. gak ada
masalah, dan jangan dipermaslahkan, saya sudah tua,
tahu diri.
Wassalam.
Fadlolan M.
--- zuhairi misrawi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya kira dosa terbesar Fadlolan dalam peradaban
> kemanusiaan adalah menggunakan kekuasaan untuk
> memberangus kebebasan berpikir. Menggunakan KBRI
> untuk
> menolak kegiatan yang berpikiran progresif.
>
> Saya yakin, kalau seadainya Amina Wadud mengadakan
> kegiatan di depan mahasiswa Kairo, orang yang
> pertama
> kali memboikot dan bahkan akan mengancam pembunuhan
> adalah Fadlolan dan gangnya. Yaitu dengan alasan
> klasik ada kepentingan Yahudi di balik
> pandangan-pandangan dan sikap progresif. Ini
> sesungguhnya isu murahan.
>
> Bagi saya yang jauh berbahaya adalah mereka yang
> tidak
> memberikan ruang bagi kebebasan berpikir. Apalagi
> menggunakan kekuasaan untuk memberangus kebebasan
> berpikir.
>
> Lalu, siapakah yang berprilaku "yahudi". Kadang
> orang
> itu mudah menilai orang lain, tapi padahal dirinya
> sendiri penuh dengan borok. Dosa masa lalunya masih
> belum dibersihkan, walau 'idul fitri sudah berlalu
> beberapa tahun.
>
> Kawan2, Fadlona inilah diantara orang-orang yang
> berada di balik "pemboikotan P3M". Untung Amina
> Wadud
> menjadi imam di New York. Kalau seandainya beliau
> menjadi imam di depan mahasiswa Kairo, pasti
> Fadlolan
> adalah orang yang pertama kali memboikot, dengan
> dalih
> "yahudi"-nya. Menggunakan konspirasi kekuasaan,
> menggalang preman dan lain-lain. Inilah problem
> kita.
>
> Saya pikir, Amina Wadud memang tidak akan pernah
> melaksanakan gebrakan seberani itu di luar Amerika.
> Karena masih banyak orang-orang yang berpikiran
> picik
> terhadap kebebasan berpikir dan seruan untuk
> kesetaraan bagi kalangan perempuan.
>
> Tapi apapun yang terjadi, kalangan progresif harus
> bangkit!
>
> Zuhairi Misrawi
>
>
> --- fadlolan musyaffa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> >
> > Ha ha ha... Zuhairi mestinya gak perlu tanya, saya
> > jelas alumni Alazhar tahun 2000 ya pasti sama lah
> > pandangan saya dengan dosen-dosen Al Azhar. Yang
> > mestinya saya tanyakan malah anda yang mengaku
> dari
> > Al
> > Azhar tapi kemana aja anda bawa Al Azhar�.?
> Senakmu
> > sendiri, bawa-bawa al Azhar� he he he�
> >
> > Masalah anda membedakan teori dengan metodology
> itu
> > kan menurut anda begitu�
> >
> > (Saya ingin membedakan penggunaan teori dan
> > metodologi.
> > Dalam masalah konflik israel palestina, dan
> sejumlah
> > masalah timur tengah, seperti Irak, kita bisa
> > menggunakan cara pandang Fadlolan, tapi untuk
> > melihat
> > fenomena Amina Wadud, saya pikir masuk dalam
> > katagori
> > "kebablasan".)
> >
> > Menurut saya, sikap amina wadud kalau ternyata
> bukan
> > murni menjalankan ibadah, mka ada target
> tertentu�.
> > Dan targetnya dia ternyata tidak banyak
> > menguntungkan
> > Islam, terbukti banyak ulama dan tokoh muslim
> > menentangnya, dan posisi Islam sedang lemah di
> > guncang issu global dan akses negativnya, malah
> > wadud
> > menambah bikin ulah menambah dan memecah
> konsentrasi
> > umat Islam yang menyibukkan intern kecil maslah
> > sholat. Mestinya garapan umat Islam banyak lebih
> > besar
> > dari itu.
> > Ngapain Wadud bikin ulah semacam itu, maka bahasa
> > saya
> > apakah mungkin dia masuk kategori orang yang kena
> > pengarus atau termasuk orang yang menggoalkan ide
> > teori globalnya yahudi untuk mengadu domba world
> > muslim? Ini kan masih dalam tanda kutip
> �pertanyaan�
> > untuk didiskusikan.
> >
> > Saya tahu Zuhairi ngaku sudah baca semua lieratur
> > dunia, sibuk mikirin tanggung jawab umat Islam
> > sedunia. Sorry Zuh, kami disini tidur meluluk, gak
> > ngikuti alur fikiran anda. Habih kamu dah sibuk
> sih,
> > mask kami kitut-ikut sibuk nanti ngurangi
> garapanmu
> > Zuh.
> >
> > Lama memang saya gak ketemu kamu, kangen juga
> nich�
> > Habis kamu ke kairo gak kerumah sih.
> > Salam,
> > Fadlolan M.
> >
> > --- zuhairi misrawi <[EMAIL PROTECTED]>
> > wrote:
> >
> > >
> > > Pandangan fadlolan persis seperti pandangan
> > > dosen-dosen saya di al-Azhar. Saya tidak tahu
> > apakah
> > > Fadlolan sudah lulus dari al-Azhar, atau masih
> > > menjadi
> > > "mahasiswa abadi".
> > >
> > > Saya tidak bisa mengabaikan pandangan seperti
> itu.
> > > Apalagi di tengah situasi global seperti ini.
> Tapi
> > > ada
> > > baiknya bila cara pandang kita "kebablasan".
> > > Artinya,
> > > menggunakan sebuah teori atau cara pandang untuk
> > > seluruh masalah. Kepentingan Yahudi di balik ini
> > dan
> > > itu, tanpa mengetahui betul "problematisasi" di
> > > balik
> > > diskursus keislaman mutakhir. Apalagi Fadlolan,
> > saya
> > > yaqin haqqul yaqin tidak pernah membaca
> > > pikiran-pikiran Aminah Wadud. Saya tidak tahu,
> > > apakah
> > > mas Munir pernah membaca buku atau tulisan
> Aminah
> > > Waduh. Meminjam istilah Said dalam travelling
> > > theory-nya, sebaiknya setiap interpreter harus
> > > menggunakan "teks" sebagai salah satu cara untuk
> > > membaca pikiran-pikiran seseorang.
> > >
> > > Saya baru membaca buku "Progressive Muslims",
> > karya
> > > Omad Safi, yang di dalamnya terdapat tulisan
> Amina
> > > Wadud, walaupun dia berbicara tentang sejarah
> dan
> > > perkembangan umat Islam di Amerika. Ada satu
> poin
> > > yang
> > > menarik buat saya, bahwa ternyata di antara
> > > komunitas
> > > muslim yang progresif itu adalah orang-orang
> > muslim
> > > Afrika. Sedangkan orang-orang muslim yang
> berasal
> > > dari
> > > Timur-Tengah, Asia, menurut dia, tidak
> sepogresif
> > > muslim Afrika. Walaupun mutakhir terdapat
> sejumlah
> > > profesor dari Timur-Tengah yang berpikiran
> > > progresif.
> > >
> > > Dan menarik bagi saya, bahwa cara orang-orang
> > Afrika
> > > mempraktekkan keagamaannya perlu mendapatkan
> > > perhatian
> > > lebih serius dan perlu dilakukan kajian lebih
> > > mendalam
> > > daripada sekadar mencari justifikasi
> macam-macam,
> > > seperti pandangan Fadlolan di atas.
> > >
> > > Saya ingin menggunakan pendekatan Piere Bourdeu
> > > saja,
> > > bahwa apa yang dilakukan oleh Amina Wadud adalah
> > > politik simbol belaka. Bahwa perempuan muslimah
> > > tidak
> > > banyak mempunyai kesempatan untuk menggunakan
> > simbol
> > > seleluasa kaum laki-laki. Karenanya, ketika
> > > menggunakan simbol shalat jum'at, di sinilah
> > > permainan
> > > politik simbol sedang digelar Amina Wadud. Satu
>
=== message truncated ===
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give the gift of life to a sick child.
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/