eh, ternfyata ini milis nu yah .. ini gara gara he-man posting ke beberapa
milis sekaligus, jadi susah ngebedainnya :D

On 8/16/06, Ari Condro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> wah, mbak ena nakiah anak al azhar, kalo mas rony anak mana nih .. jgn jgn
> anak al azhar juga ...
> gile bener, wm makin rame ajah ... !
>
> ditunggu info info berbobotnya ...
>
>
>
> On 8/14/06, rony_bjn <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >    Apa yg di utarakan Ibu/Mbak (maaf klo salah sebut) Ena Nakiah memang
> > benar, akan tetapi itu hanya sebatas wacana kalau menurut saya. Sebab
> > itu bukan memecahkan masalah melainkan menambah beban yang sedemikian
> > beratnya yang harus di tanggung oleh salahsatu pasutri ketika diantara
> > keduanya ada dalam jarak yang berjauhan. karena tidak dapat di
> > pungkiri bahwa kemmpuan seseorang dalam menahan kebutuhan biologisnya
> > itu ada batas maksimalnya, bahkan Syariat dalam hal ini telah
> > membatasi wanita blh mengajukan banding bilamana sang suami sdh lebih
> > dari 4 bulan tidak mau menggumulinya
> > Diatas telah kita ketahui betapa islam sangatlah memperhatikan
> > ummatnya, sampai suatu hal yang bersifat obyektif pun di bahas, saya
> > katakan obyektif karena sebagian orang memang bisa manahan hal itu, tp
> > sebagian yang lain tidak.
> > Jadi menurut hemat saya, kita harus kembali pada hukum fiqh yang
> > telah mengatur hal ini. Sebagaimana telah kita ketahui bersama
> > bahwasanya nikah mut'ah itu telah di nusakh(hapus hukumnya) setelah
> > sebelumnya di halalkan, maka akan sangat sia-sia sekali kalau masih
> > mengkaji ulang diperbolehkankah nikah mut'ah itu? karena ulama' dalam
> > hal ini sudah ijma' "di haramkannya nikah mut'ah".
> > Adapun yang jadi perdebatab hangat adalah nikah misyar ini, karena
> > memang ini merupakan problematika kontemporer yang menjadi pr kita.
> > Nikah misyar pada dasarnya sama dengan praktek nikah pada umumnya
> > yang tentunya sudah benar menurut syariat, cuma yang membedakan ialah
> > nikah misyar tidak di landasi tujuan utama dari membina rumah tangga
> > (sang suami yang harus bertanggung jawab sepenuhnya akan segala
> > sesuatunya terhadap sang istri meliputi nafaqah zahir&batin) karena
> > dalam praktek nikah misyar ini sang suami sudah menyatakan
> > ketidaksanggupannya dalam menafaqah zahir terhadap sang istri. oleh
> > sebab itu kalau di tinjau dari segi asas hukum fiqh yang bersifat pada
> > hukum zahir, maka saya mengatakan kalau nikah misyar adalah mubah,
> > karena di tinjau dari rukun syaratnya sudah terlaksana semua, dan
> > ketidaksanggupan suami yang sudah diridlai(setujui) sang istri adalah
> > jawaz. Silahkan cek kefalidan pendapat saya ini di kutubulfiqh
> > mu'tabarah.....
> >
> >
> > --- In [email protected] <kmnu2000%40yahoogroups.com>, Ena Nakiah
> > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > >
> > >
> > > Saya ingin menulis tentang maraknya nikah kontrak, nikah
> > poligami dan jenis nikah yang lain. Argumentasi saya tidak berdasar
> > ada nash tertentu, tetapi pada segi nilai keadilan. Menurut saya,
> > Islam memang memberikan aturan memperbolehkan nikah poligami pada
> > kasus laki-laki yang hiperseks. Demikian juga, bagi istri yang tidak
> > setuju dengan poligami, istri berhak dan bisa meminta cerai dengan
> > suaminya dan diperbolehkan memilih pasangan lain yang mereka
> > kehendaki. Sedangkan pada laki-laki normal menurut saya Islam
> > memberikan aturan menikah bagi satu istri.
> > >
> > > Apabila ada persoalan yang dihadapi oleh para turis asing, yang
> > karena alasan jauh dari istrinya kemudian mereka melakukan nikah
> > misyar atau nikah mut'ah? Bagaimana penyeselesaian hukumnya? Kasus
> > serupa juga terjadi pada para TKI yang ada di negara jauh yang
> > berpisah dengan suami atau istri mereka. Bahkan terkadang, juga mereka
> > harus terpisah kerja dengan jarak dan waktu antara istri dan suami
> > dalam tempo yang lama. Bagaimana solusinya?
> > >
> > >
> > > Menurut saya, nikah Mut'ah atau nikah Misyar bukanlah jalan keluar
> > yang baik, karena dampak dari pernikahan itu menyakiti dan
> > mengkhianati salah satu pihak suami atau istri. Apalagi praktek
> > perzinahan, sex bebas dan prostitusi justru akan merusak tatanan
> > keluarga. dampak dari kawin kontrak, misalnya, adalah menyakiti
> > perempuan, apabila asa kontrak meeka habis, bagaimana menanggung
> > akibat dari kehamilan atau siapa yang akan bertanggung jawab pada
> > anak-anak hasil perkawinan kontrak tersebut? Demikian juga, dampak
> > dari nikah Misyar selalu saja merugikan pihak perempuan.
> > >
> > > Jalan keluar yang mungkin bisa dilakukan adalah, memelihara komitmen
> > dengan suami atau istri. caranya, seperti apa menyiasati jarak yang
> > jauh dengan menggunakan teknologi. Karena kemajuan global, membuat
> > dunia tanpa batas, dan bisa di jangkau dengan alat transportasi
> > canggih dan juga teknologi invormasi tingkat tinggi. Saya kira masih
> > ada cara yang lebih elegan untuk tidak melakukan peceraian dan juga
> > tidak melakukan kain kontrak atau kawin Misyar.
> > >
> > > Salam
> > > Najlah
> > >
> > >
> > > rony_bjn <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > Assalamu'alaikum Wr. Wb.
> > >
> > > Saya apresiasi sekali dengan kritik yang dilancarkan mas he-man, akan
> > > tetapi di sini saya akan berbicara sedikit menanggapi argumen yang
> > > telah ia paparkan.
> > >
> > > Menurut kitab-kitab yang telah saya pelajari, memang nikah mut'ah itu
> > > secara ijma' ulama' kecuali kaum munkirin sdh di naskh, tapi untuk
> > > nikah misyar menurut pandangan saya itu merupakan hanya bentuk
> > > ketidaksanggupan seorang suami menafakahi istri di sebabkan oleh
> > > suatu hal, yang hal tersebut adakalanya ma'dzur syar'i sebagai
> > > konsekuensinya memang ia di perbolehkan seperti si suami yang lumpuh
> > > dan adakalanya tidak ma'dzur syar'i karena memang tujuan suami
> > > menikahinya hanya bertujuan mengambil kenikmatan nafsu biologisnya
> > > saja dan mengabaikan tanggung jawab nafaqah zahir.
> > >
> > > Namun, mari kita kaji kembali dari perspektif fiqh tentang uzur
> > > tersebut, kalau memang proses nikah misyar letak permasalahan yang di
> > > anggap fatal segi syariatnya terletak pada ketidak sanngupan suami
> > > menafakahi istri, maka itu sudah bisa dijawab oleh uzur yang telah
> > > saya paparkan diatas.
> > >
> > > Jadi sangatlah berlebihan bilamana nikah misyar itu dikatakan bentuk
> > > praktek perzinahan, Sex bebas, dan Prostitusi ala harokah.
> > > Wallahu'alam.
> > >
> > > --- In [email protected] <kmnu2000%40yahoogroups.com>, "He-Man"
> > <gorgious@> wrote:
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Nikah Misyar : Praktek Perzinahan , Sex bebas , dan Prostitusi ala
> > > Harokah
> > > >
> > > > oleh : He-Man
> > > >
> > > >
> > > > Penggerebekan dan penangkapan Polisi Bogor terhadap belasan turis
> > > > turis Arab Saudi yang sedang melakukan nikah misyar di Cisarua
> > > Puncak
> > > > menghiasi berita di harian-harian nasional beberapa hari
> > > lalu.Praktek
> > > > ini sebenarnya bukanlah hal yang baru terjadi tapi sudah berlangsung
> > > > selama bertahun-tahun dan mencapai puncaknya pada saat krisis
> > > > moneter menerpa Indonesia.Puncak kedatangan turis-turis Arab itu
> > > > biasanya terjadi pada masa musim haji yang menjadi masa liburan
> > > > panjang di negri mereka.
> > > >
> > > > Nikah misyar adalah praktek pernikahan yang meniadakan kewajiban
> > > > bagi suami untuk memberi nafkah, untuk lebih jelasnya bisa dibaca di
> > > >
> > > http://en.wikipedia.org/wiki/Misyar_marriage#Islam_and_Misyar_Marriage
> >
> > > > Praktek ini lazim dilakukan di Arab Saudi melalui fatwa dari Sheikh
> > > > Abdul 'Azeez ibn Abdullaah ibn Baaz .Walaupun sekilas hampir sama
> > > > tapi ada perbedaan mendasar antara nikah misyar , nikah sirri dan
> > > > nikah mut'ah.Dalam nikah mut'ah maupun nikah sirri tetap ada
> > > > kewajiban nafkah perbedaannya dalam nikah sirri tidak ada batasan
> > > > waktu sementara nikah mut'ah dibatasi waktu, sementara nikah misyar
> > > > selain meniadakan kewajiban nafkah tapi menghalalkan hubungan
> > > > suami istri juga tidak dibatasi waktu tertentu seperti nikah
> > > mut'ah.
> > > > Kalangan Ikhwanul Muslimin juga melegalkan pernikahan model
> > > > ini yang tercermin dari fatwa Syaikh Dr Yusuf Qardhawi yang bisa di
> > > baca di
> > > > http://www.islamonline.net/servlet/Satellite?pagename=IslamOnline-
> > > English-As
> > > > k_Scholar/FatwaE/FatwaE&cid=1119503544160
> > > >
> > > > Di Indonesia kedua kelompok radikal ini juga memiliki pengikut yang
> > > > cukup besar yang diwakili oleh Jama'ah Salafy yang mengikuti paham
> > > > bin Baz dan Jama'ah Tarbiyah yang secara politik menjelma menjadi
> > > > Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengidolakan Yusuf Qardhawi
> > > > sehingga praktek ini ditengarai juga marak dilakukan oleh pengikut
> > > > kelompok ini di Indonesia utamanya di kalangan mahasiswa/i nya.
> > > >
> > > > Kepada publik dan pengikutnya kelompok ini selalu mengklaim merujuk
> > > > ajarannya secara langsung kepada Al Qur'an dan As Sunnah, tapi dalam
> > > > kasus ini kita bisa baca semua ayat dalam Al Qur'an maupun kitab-
> > > kitab
> > > > hadis dimana jangankan yang shahih bahkan yang dha'if dan maudhu
> > > > pun praktek pernikahan macam ini tidak akan ditemukan.Juga kalau
> > > dirunut
> > > > sampai generasi sahabat, para tabi'in dst praktek semacam ini juga
> > > sama
> > > > sekali tidak pernah terjadi.Di kitab-kitab fiqh klasik yang utama
> > > pun
> > > > praktek
> > > > ini tidak pernah dikenal.
> > > >
> > > > Ini karena praktek ini rujukannya bukan pada nash tapi praktek
> > > budaya
> > > > jahiliyah Arab pra Islam.Pada masa jahiliyah posisi perempuan
> > > dianggap
> > > > sebagai barang dimana seorang istri bisa ditukarkan , dipinjamkan
> > > bahkan
> > > > diwariskan, dan di masa perang mereka dianggap bagian dari pampasan
> > > > perang.Para gadis/janda pun tidakpunya hak sama sekali untuk memilih
> > > > pasangannya.Karena istri maupun anak gadis dianggap sebagai hak
> > > milik
> > > > ayah atau suaminya.Dan parktek nikah misyar yang melandasi
> > > pernikahan
> > > > hanya atas dasar mencari kesenangan seksual mendapatkan landasannya
> > > > di masa ini.
> > > >
> > > > Ketika ajaran Islam datang perempuan kembali memperoleh hak-haknya.
> > > > Semua praktek pernikahan ala jahiliyah dihapuskan.Pernikahan
> > > dianggap
> > > > sebagai bentuk perjanjian yang kuat (An Nisa': 21) atas nama Allah
> > > sehingga
> > > > diperlukan kerelaan dan persetujuan kedua belah pihak dari steril
> > > dari
> > > > tekanan dari pihak manapun termasuk orang tua/wali nasab.Karena itu
> > > > sebelum menikah kedua pasangan wajib ditanyai persetujuannya dimana
> > > > persetujuan dari laki-laki atau janda harus dengan lisan sementara
> > > gadis
> > > > diamnya dianggap setuju.Dan bila pasangan yang hendak menikah
> > > > mendapat tentangan dari wali nasabnya maka negara bisa mengambil
> > > > alih menjadi wali karena bila duapasangan saling mencinta ingin
> > > > menikah maka siapapun tidak boleh menentangnya kecuali atas
> > > > dasar yang syar'i.
> > > >
> > > > Dan sebagai bentuk perjanjian yang kuat atas nama Allah maka
> > > > pernikahan dianggap sebagai bentuk penunaian hak dan kewajiban
> > > > suami istri sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah.Dan salah
> > > > satu bentuk kewajiban itu adalah kewajiban memberi nafkah
> > > sebagaimana
> > > > yang difirmankan Allah di surah Al Baqarah 233.
> > > >
> > > > Jadi darimana dasar Qardhawi maupun bin Baz dan ulama-ulama radikal
> > > > lainnya mengambil dasar untuk menghapus ketentuan Allah ini bahkan
> > > > merendahkan makna sebuah pernikahan hanya sekedar sebagai sarana
> > > > melampiaskan nafsu syahwat hewani saja.
> > > >
> > > > Dan perrilaku turis-turis Arab yang membanjiri Puncak , Cianjur ,
> > > Sukabumi
> > > > dll untuk melakukan wisata seks memperlihatkan bahwa praktek nikah
> > > > misyar pada dasarnya hanya untuk melegalkan praktek prostitusi dan
> > > > menghindarkan pelakunya dari hukum hudud.
> > > >
> > > > Dan bentuk pernikahan yang mengabaikan ketentuan-ketentuan Allah
> > > > dianggap bukanlah pernikahan.Apalagi pernikahan yang hanya bertujuan
> > > > melampiaskan nafsu syahwat belaka.Jadi praktek nikah misyar pada
> > > > dasarnya bisa digolongkan sebagai bentuk praktek perzinahan apalagi
> > > > pelaku nikah misyar ini kebanyakan melakukan untuk melakukan
> > > hubungan
> > > > sex bebas atau prostitusi.
> > > >
> > > > Inilah yang mengherankan dari kaum harokah , di satu sisi mereka
> > > berteriak
> > > > untuk menegakkan syari'at Islam termasuk memberantas perzinahan dan
> > > > praktek seks bebas dan prostitusi.Tapi di sisi lain berakrobat
> > > dengan dalil
> > > > dalil agama untuk melegalkannya.Jadi benarkah mereka pengikut kaum
> > > > salaf atau pengikut Dajjal yang dalam hadis-hadis dikatakan akan
> > > muncul
> > > > di Najd.
> > > >
> > >
> > > http://najlah.blogspot.com
> > >
> > > http://syaqo.blogspot.com
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Do you Yahoo!?
> > > Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail Beta.
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > http://najlah.blogspot.com
> > >
> > > http://syaqo.blogspot.com
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Do you Yahoo!?
> > > Next-gen email? Have it all with the all-new Yahoo! Mail Beta.
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
> >  
> >
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]



______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke