Dulu saya juga pernah meributkan hal ini, Hari raya yang berbeda. Namun 
setelah saya pikir-pikir kembali ternyata perbedaan itu tidak terletak pada 
hari rayanya, melainkan pada pilihan orang-orangnya dalam menentukan hari 
tersebut.

Ada kelompok yang sudah mantap bulat memakai metode hitungan 1, 2, 3, dst... 
(hisab) saja, dan ada kelompok yang merasa tidak cukup dengan metode itu 
lalu perlu melengkapinya dengan cara lain, rukyat. Alasan "merasa tidak 
cukup" yang saya sebut, pasti tidak tepat, karena yang lebih tepat alasan 
itu adalah karena mengikuti perintah al-Qur'an dan Nabi, sumber rujukan 
agama.

Saya tidak dalam posisi membela salah satu kelompok, NU atau Muhammadiyah 
(dalam kasus Indonesia), akan tetapi cobalah kita timbang sendiri mana 
kira-kira yang lebih sesuai dengan ajaran agama.

Semua kita tahu bahwa matahari dan bulan bisa digunakan untuk menjumlah 
hitungan bulan atau tahun, lebih rumitnya disebut dengan hisab. Hal ini 
diketahui oleh semua orang, tidak hanya oleh Muhammadiyah dan NU. Nabi tahu 
tentang hal ini dan al-Qur'an juga telah memberitahu.

Sampai disitu, tentu, kita semua bisa sepakat bahwa bulan-bulan dalam tahun 
bisa ditentukan dengan cara hisab (oleh ahlinya, tentu saja) di atas. Namun, 
kita lanjutkan pada hal lain--yang masih berkaitan dengan bulan-bulan 
diatas--yang menyangkut masalah spesifik, yaitu aturan ritual keagamaan, 
semisal puasa dan haji.

Dalam masalah keagamaan, ternyata hisab semata tidak cukup. Hal ini 
dibuktikan dengan jawaban al-Qur'an yang secara eksplisit menyatakan bahwa 
hilal (bulan sabit, rembulan di awal atau akhir bulan) memiliki manfaat bagi 
manusia dalam menentukan hitungan hari dan peribadatan mereka. Renungi ayat, 
"yasalunaka `anil ahillah. Qul, hiya mawaqitu linnasi wal hajj!"

Bukti lain adalah Hadits Nabi yang menyuruh kita memulai berpuasa dan 
berhenti puasa karena melihat hilal (bulan sabit), bukan karena semata-mata 
hitungannya telah komplit.

Andai hilal (bulan sabit) awal bulan itu tidak memiliki fungsi demikian, 
tentu cukup dengan pengetahuan sebelumnya yang telah diketahui oleh semua 
orang, yaitu matahari dan bulan bisa digunakan untuk menghitung jumlah bulan 
dan tahun. Tapi tampaknya, pengetahuan umum itu perlu mendapat penekanan 
khusus pada moment-moment tertentu. Moment-moment pelaksanaan ibadah: haji 
dan puasa. Tentu banyak hikmah di balik itu, selain untuk meng-update hasil 
hisab kita, juga dengan melihat hilal dengan mata kepala akan semakin 
menambah sesak dada kita (yang menunggu untuk melihat) dipenuhi rasa 
pengagungan terhadap Dzat yang telah menciptakannya. Karena secara khusus 
jiwa kita disiapkan untuk melihat salah satu tanda kekuasaan Allah yang 
mungkin sering terlupa.

Jadi, jika kita (dalam satu wilayah) ingin merayakan hari raya bersama, maka 
terlebih dahulu samakanlah sumber rujukan yang akan menjadi sandaran 
aturannya, aturan yang lebih spesifik dari aturan-aturan yang ada dalam 
agama. Tidak selayaknya kita berbeda hanya karena beda organisasi 
(Muhammadiyah atau NU), sementara aturan agamanya sudah jelas. Ataukah 
memang kita sendiri yang memilih berbeda!


Salam,

ocHie

*** Selamat untuk Pemerintah RI dan NU yang telah melakukan jerih payah 
berlipat, bukan hanya menghitung, tapi juga menunggu untuk melihat!!
*** Bukankah pesawat yang telah memiliki jadual dan hitungan tetap juga 
tidak selalu bisa dipastikan kedatangannya sebelum melihat kedatangannya itu 
sendiri?! Bukankah, meskipun hitungan jadual pesawat sudah tepat, Anda tetap 
tidak akan bisa menaiki pesawat tersebut sebelum pesawat itu terlihat 
mendarat dan membukakan pintu untuk Anda?! Bagaimana dengan jadual Kereta 
Api, Bus dan angkot, dokar dst...?! Ah, sebuah perumpamaan yang semakin 
menjauh! 

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 


______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke