Judul yg diangkat dlm tulisan Anda pun blm jelas. Apa yg anda maksudkan dg Emansipasi Wanita? Konsep Emansipasi menurut siapa? Igat bung! Kita ga bisa menggeneralisir satu konsep untuk menganalisis satu isu/wacana. Setiap org punya kaca mata sendiri2. Semisal, Anda menggunakan kaca mata warna merah, sedang orang lain warnanya biru, objek yg terlihat pun hasilnya ga sama. Jangan2 Anda malah menggunakan kaca mata kuda. hehehe. --- [email protected] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > weleh-weleh yang diangkat dalam permasalahan ini bukan wajib berjilbabnya atau nggak. Terserah mau bilang jilbab itu wajib buat wanita atau tidak, meski pada awal tulisan itu saya menuliskan kewajiban berjilbab bagi para wanita. > > Namun bukan tema itu yang saya maksud dan saya kedepankan, akan tetapi sebagaimana dari judul kita lihat, "Dimanakah Doktrin Emansipasi Wanita Memposisikan Wanita Berjilbab". Jadi bukan jilbabnya wajib atau nggak, namun adalah doktrin emansipasi wanita yang selama ini kita kenal selalu memperjuangkan hak-hak wanita apalagi dalam masalah mendapatkan pekerjaan yang layak apakah juga ikut memperjuangkan hak-hak wanita muslim yang berjilbab. Karena mau tidak mau secara realita ada segelintir wanita di jaman sekarang yang rela memakai jilbab dan bukan karena paksaan namun karena merasa mereka harus mengikuti ajaran agama. > > Di tulisan itu juga lebih dalam saya paparkan ilustrasi dari dua orang kawan saya yang ternyata tidak mendapat perlakuan yang layak sebagaimana layaknya wanita di jaman sekarang untuk mendapatkan hak mereka dalam hal mendapatkan perkerjaan, hanya karena mereka memakai jilbab. Itu yang permasalahkan. Bukannya soal jilbab wajib atau nggak. Mau dibilang jilbab gak wajib tapi toh buktinya ada wanita muslim yang berpendapat itu kewajiban, dan mereka rela memakainya. > > Jadi sekali lagi yang saya kedepankan adalah apakah doktrin emansipasi wanita itu sudah benar2 memperjuangkan wanita muslim yang "berjilbab" dalam hal memperoleh hak-haknya pada sesuatu yang bersifat umum seperti mendapatkan pekerjaan? Sementara di lain sisi banyak wanita-wanita sesama jenis mereka (wanita pemakai jilbab ini) yang telah diakui kredibilitasnya dalam dunia pria, meski mereka tidak memakai jilbab. Padahal jika atribut keagamaan itu bukanlah penghalang seorang manusia untuk berinteraksi serta mengabdikan diri di masyarakat, maka jilbab tidak dipermasalahkan dalam lingkungan perkantoran dan perusahaan. Terserah mau pakai atau tidak, asalkan si wanita itu kapabel di bidangnya, why not gitu lho! > > > --------------------------------- > New Yahoo! Mail is the ultimate force in competitive emailing. Find out more at the Yahoo! Mail Championships. Plus: play games and win prizes. > > [Non-text portions of this message have been removed] >
____________________________________________________________________________________ Don't pick lemons. See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos. http://autos.yahoo.com/new_cars.html
