terlepas dari apapun motif pak Dawam--karena setiap tindakan dan kata ada motifnya--, tetapi apa yang dikatakan pak dawam dalam beberapa hal adalah benar. Saya juga sependapat dengan Anam bahwa buku Islamku, Islam Anda dan Islam Kita tak sehebat suara-suara di lapangan. Tetapi, walaupun sebagai kumpulan tulisan, kita tidak bisa mengingkari berjibunnya sejumlah gagasan. Sama halnya dengan buku Gus Dur Bertutur. Dalam buku Gus Dur Bertutur, yang cukup menarik bagi saya adalah pada bagian pertama, ketika menyoroti kebangsaan dalam logika sejarah masa lalu.
Buku Islamku, Islam Anda dan Islam Kita, bagi saya bukan sekedar serpihan pemikiran Gus Dur di media massa sebagaimana saya menulis. Tahun 2003, saya pernah menulis di Media Indonesia dengan judul Memaknai Kembali Islam Kita. Disitu saya sudah membedakan adanya Islam Saya, islam Anda dan islam Kita. Tetapi, walaupun ada kemiripan redaksi antara judul artikel saya dengan judul buku yang ditulis Gus Dur --judul tersebut sebenarnya juga diambilkan dari salah satu judul tulisan Gus Dur dalam buku itu--memiliki ketajaman perspektif. Ini bukan maksud menuhankan Gus Dur, tetapi buku yang sangat mudah di baca ini sangat inspiring bagi saya. Maaf, saya belum tuntas membaca buku Gus Dur tersebut, karena sedang berada di luar kota. Lain kali saya sambung. Salam Hatim Gazali (PMII Cabang Yogyakarta) ----- Original Message ---- From: Cak Munir <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, January 24, 2007 12:21:12 PM Subject: Re: [kmnu2000] Pembaruan KH Abdurrahman Wahid Dua hari lalu, buku tsb dibedah di UGM dg pembicara pak machasin (PWNU), pak muslim abdurrahman (PP MD), dan pak faruk (Fak Budaya UGM). Isu penting yg dibahas adalah Pluralisme. Tapi yg ingin sy sampaikan adalah Pak Dawam sepertinya sdg mencari dukungan? ke kalangan NU pasca "pemecatan" dirinya di PP MD berkaitan dg fatwa MUI beberapa waktu lalu. Ini syah-syah saja krn saya sendiri pernah bilang ke Pak Muslim jika, sekali lagi jika, dia juga mau dipecat kayak pak dawam, NU siap menampung. beliau tertawa terbahak-bahak. Ini pertama. Kedua, kalau pak dawam mempertarungkan pemikirannya sendiri dengan Gus Dur mungkin kurang menarik. karena pasti tidak akan berbeda secara fundamental ktk berbicara masalah keislaman dan keabngsaan. Justru menariknya adalah jika pemikirannya bersama Gus Dur, Cak Nur, dll didialogkan scr konstruktif- kritis (bukan dipertentanghkan) dg kelompok yg selama ini kita kenal sbg Islam garis keras. Sy berbeda juga dengan Cak Anam di sini. Beberapa waktu lalu di Pesantren Luqmaniyah Jogja diadakan acara muhasabah akhir tahun dengan mengundang HTI, Muhammadiyah, dan FPI (setelah ini pertemuan rutin 3 bulanan). masing2 komunitas presentasi masalah kondisi bangsa. Solusi yg ditawarkan HTI dan MMI tidak lain dan tidak bukan adalah Islam sebagai sistem politik. Ini perlu kita hargai!! sebagai sebuah stawaran solusi alternatif dari komunitas yg juga masyarakat Indonesia. Namun, NU perlu selalu mengawal pertemuan ini terutama dari kalangan yg sudah menguasai pemikiran2 Gus Dur. ini pnting karena nantinya pasti akan sangat dibutuhkan pada waktu bersinggungan dengan ekseusi gagasan! salam, munir, Ansor Jogja. kh anam <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: Kang Mukhlisin, hatim, awet gunawan, amex, mbak nur aini dan lainnya, Saya sebenarnya geli saja dengan tulisan Dawan Rahardjo yang mengelu-elukan buku Gus Dur: Islamku, Islam Anda, Islam Kita. Padahal menurutku buku itu biasa-biasa saja. Malah lebih tepat disebut sebagai kumpulan kliping koran, bukan buku yang bener-bener digarap serius oleh pengarangnya, seperti buku-buku cak nur. Maaf kalau kita berbeda pendapat. Lebih geli lagi saat Kang Dawam mempertarungkan dirinya, Gus Dur, Cak Nur dan lainnya dengan para kelompok Islam garis keras. Perdebatannya kira-kira soal "Agama sebagai sistem yang lengkap" vs "agama sebagai prinsip hidup". Akhirnya ya tidak menarik karena tidak akan pernah terjadi dialog pemikiran yang sesunguhnya. Kenapa yang dibanding bukan pemikiran kang dawan sendiri dengan gus dur atau dengan cak nur atau mungkin para pemikir di timur tengah sana yang bukunya banyak di terjemahkan oleh Jogja?? kalau begini kan bisa benar-benar terjadi dialog yang menarik dan melibatkan pikiran, bukan emosi saja. Nah, saya akhirnya coba membela kalangan "agama sebagai sistem sosial-budaya yang lengkap" dengan mengutip cerita Hegel soal Umar bin Khottob dan "renaissans Islam". Teman teman tidak menanggapi ini tapi malah bersibuk dengan selentingan saya tentang tidak berimannya gus dur dkk (sekali lagi bukan kafir) dalam pengertian bahwa iman adalah menjadikan sesuatu yang berada di luar akal pikiran sebagai pijakan untuk berfikir dan berbuat. Gus Dur dkk menurut saya terombang-ambing oleh "prinsip universal" yang kadang didominasi secara hegemonik oleh kebudayaan yang di klim maju. Baiklah kalau teman-teman menganggap bahwa yang tidak beriman itu pasti kafir (mungkin teman2 tidak pernah belajar logika/mantiq) , ternyata meskipun tidak setuju dengan pengkafiran teman-teman juga sangat resposif dan reksioner dengan pengkafiran itu: tidak kalah fundamentalisnya dengan habib riziq, meski pun beda arah. Kalau tidak setuju ya tidak setuzu aja donk! Lagi pula kata kafir pada masa Rasul itu kan tidak menjadi momok seperti sekarang. Klaim kafir hanyalah semacam identitas ilmiah untuk sekedar membedakan kita dan mereka. Jadi begitu. Kalau diskusi begini mau dilanjutkan, menurut saya kita diskusi soal begini saja: bahwa Gus Dur terombang-ambing oleh "prinsip universal" yang hegemonik. Kalau tidak ya ndak papa, begitu aja kog repot! Salam hangat A Khoirul Anam (mantan ketua Pesantren Ciganjur, pesantrennya GUs Dur yang sepi peminat) On 1/23/07, Mukhlisin <[EMAIL PROTECTED] co.id> wrote: > > Sama mba saya juga bingung dengan kh Anam...ga tau kh nya titel apa? > Antara Islam simbolis dan Islam substansialis kan sebetulnya masalah > perbedaan pilihan dan penafsiran, > jadi kenapa mesti menganggap yang satu 'sudah beriman' dan satunya 'belum > beriman'? > Masa mantan Ketua tanfidz PBNU diragukan ke imanannya? Apa di NU sudah > tidak ada orang beriman? > Atau hanya kh anam sendiri yang beriman yang lain belum beriman? > > salam, > Mukhlisin > > ----- Original Message ----- > From: nur aini > To: [EMAIL PROTECTED] s.com <kmnu2000%40yahoogr oups.com> > Sent: Monday, January 22, 2007 6:27 PM > Subject: Re: [kmnu2000] Pembaruan KH Abdurrahman Wahid > > Saya malah bingung dengan Mas Anam ini. Jadi kalau pengen Islamnya berguna > harus jadi fundamentalis, begitu? Buktinya HTI wa akhowatuha yang mua ada > "islamnya" itu tidak bisa membuat islam rahmatan lil alamin. Malah bikin > kaco. Kayaknya perlu difikirkan lagi tuh. Atau ada penjelasan yang lain? > > Mas Anam menulis, > .......... > Nah, saya hanya ingin memberikan pembanding begini. Filosof besar bernama > Hegel --dalam filsafat sejarahnya-- sempat "terkagum-kagum" dengan sosok > pimpinan pengganti Nabi Muhammad yang kedua Sayyyidina Umar bin Khottob. > Bukan karena Umar adalah pimpinan yang dikenal paling berani menegakkan > keadilan, bahkan sampai menghukum anaknya sendiri di hadapan publik. Bukan > karena Umar bersedia menyamar menjadi rakyat biasa untuk mengetahui kondisi > rakyat yang sebenarnya. Juga bukan karena Umar paling berani berbeda > pendapat dengan Rasul, atau minimal berani menginterpretasikan hadits rasul > secara radikal. Tapi karena saat pertama kali menjabat ia sempat membakar > habis-habisan buku-buku ilmu pengetahuan yang dikarang pada masa jahiliyah > atau ditulis oleh orang kapir. "Ga usah pakai itu. Islam sudah lengkap," > kata Umar. Hegel bercerita, sejak saat itu semangat orang-orang Islam untuk > menimba ilmu pengetahuan pun ikut terbakar-bakar. Berbagai karya ilmu > pengetahuan kemudian muncul, > menandai awal masa keyajaan Islam. > > Gus Dur dan Kang Dawam, kalau saya tidak salah baca, ingin menjadikan > Islam sebagai prinsip hidup yang universal, yakni kata-kata agung seperti > keadilan, kesejahteraan, persamaan hak, penghormatan kemanusiaan asasi, dan > seterusnya. Lalu praksisnya adalah berbagai pemikiran "rasional" yang > berkembang dalam publik internasional. Menurut saya, dengan cara begini-ini, > Islam tidak akan "berfungsi" apa-apa: sama sekali tidak nggigit. Karena > orang yang tak pernah belajar Islam sekalipun bisa mengklaim bahwa pemikiran > dan apa yang dilakukannya sesuai dengan prinsip universal Islam; Tidak usah > belajar di pesantren karena dalam buku-buku baru terbitan Oxford, misalnya, > juga ada Islam. Belum lagi ketika menyoal bahwa sesungguhnya yang universal > itu pun sangat problematik, tergantung diskursus mana yang saat ini sedang > hegemonik. > .......... > > awet gunawan <[EMAIL PROTECTED] com <aweteaw%40yahoo. com>> wrote: > disinilah letaknya antara orang bodoh dengan orang pinter dan orang bijak > dengan orang pembajak > mungkin ada baiknya juga kalau kita tidak merasa eksklusif > > SELAMAT MEMBANGKITKAN PERJUANGAN > DEMI HIDUP YANG SELANJUTNYA > > ----- Original Message ---- > From: Hatim Ghazali <ahatim_cain@ yahoo.com <ahatim_cain% 40yahoo.com> > > To: [EMAIL PROTECTED] s.com <kmnu2000%40yahoogr oups.com> > Sent: Monday, January 22, 2007 1:16:17 PM > Subject: Re: [kmnu2000] Pembaruan KH Abdurrahman Wahid > > Setahu saya, kebalikan dari iman adalah kafir. Buka lagi al-Qur'annya > bung. So, mengatakan tidak beriman = kafir. Coba di cek lagi, dari pada > berdebat tanpa ada dasar. Saya gak punya waktu lagi untuk buka-buka kitab. > > kafir/tidak sama sekali tidak berkaitan dengan pinter/bodohnya seseorang. > > Salam > > ----- Original Message ---- > > From: kh anam <[EMAIL PROTECTED] com> > > To: [EMAIL PROTECTED] s.com > > Sent: Saturday, January 20, 2007 11:39:52 AM > > Subject: Re: [kmnu2000] Pembaruan KH Abdurrahman Wahid > > Salam, > > Saya tidak pernah mengatakan "kafir" atau kufur kepada seorang pun. > Silahkan > > disimak kembali tanggapan saya. Kalau sampean pernah belajar ilmu mantiq > > atau logika, ada rumusan bahwa tidak berarti "yang tidak beriman" itu > adalah > > "kafir". Orang yang tidak berfikir bukan berarti bodoh bukan? > > Jadi begitu > > <!-- > > #ygrp-mlmsg {font-size:13px; font-family: arial,helvetica, clean,sans- serif;} > #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit; font:100% ;} > #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% > arial,helvetica, clean,sans- serif;} > #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} > #ygrp-mlmsg * {line-height: 1.22em;} > #ygrp-text{ > font-family: Georgia; > } > #ygrp-text p{ > margin:0 0 1em 0; > } > #ygrp-tpmsgs{ > font-family: Arial; > clear:both; > } > #ygrp-vitnav{ > padding-top: 10px; > font-family: Verdana; > font-size:77% ; > margin:0; > } > #ygrp-vitnav a{ > padding:0 1px; > } > #ygrp-actbar{ > clear:both; > margin:25px 0; > white-space: nowrap; > color:#666; > text-align:right; > } > #ygrp-actbar .left{ > float:left; > white-space: nowrap; > } > .bld{font-weight: bold;} > #ygrp-grft{ > font-family: Verdana; > font-size:77% ; > padding:15px 0; > } > #ygrp-ft{ > font-family: verdana; > font-size:77% ; > border-top:1px solid #666; > padding:5px 0; > } > #ygrp-mlmsg #logo{ > padding-bottom: 10px; > } > > #ygrp-vital{ > background-color: #e0ecee; > margin-bottom: 20px; > padding:2px 0 8px 8px; > } > #ygrp-vital #vithd{ > font-size:77% ; > font-family: Verdana; > font-weight: bold; > color:#333; > text-transform: uppercase; > } > #ygrp-vital ul{ > padding:0; > margin:2px 0; > } > #ygrp-vital ul li{ > list-style-type: none; > clear:both; > border:1px solid #e0ecee; > } > #ygrp-vital ul li .ct{ > font-weight: bold; > color:#ff7900; > float:right; > width:2em; > text-align:right; > padding-right: .5em; > } > #ygrp-vital ul li .cat{ > font-weight: bold; > } > #ygrp-vital a { > text-decoration: none; > } > > #ygrp-vital a:hover{ > text-decoration: underline; > } > > #ygrp-sponsor #hd{ > color:#999; > font-size:77% ; > } > #ygrp-sponsor #ov{ > padding:6px 13px; > background-color: #e0ecee; > margin-bottom: 20px; > } > #ygrp-sponsor #ov ul{ > padding:0 0 0 8px; > margin:0; > } > #ygrp-sponsor #ov li{ > list-style-type: square; > padding:6px 0; > font-size:77% ; > } > #ygrp-sponsor #ov li a{ > text-decoration: none; > font-size:130% ; > } > #ygrp-sponsor #nc { > background-color: #eee; > margin-bottom: 20px; > padding:0 8px; > } > #ygrp-sponsor .ad{ > padding:8px 0; > } > #ygrp-sponsor .ad #hd1{ > font-family: Arial; > font-weight: bold; > color:#628c2a; > font-size:100% ; > line-height: 122%; > } > #ygrp-sponsor .ad a{ > text-decoration: none; > } > #ygrp-sponsor .ad a:hover{ > text-decoration: underline; > } > #ygrp-sponsor .ad p{ > margin:0; > } > o {font-size:0; } > .MsoNormal { > margin:0 0 0 0; > } > #ygrp-text tt{ > font-size:120% ; > } > blockquote{margin: 0 0 0 4px;} > .replbq {margin:4;} > --> > > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ > Don't pick lemons. > See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos. > http://autos. yahoo.com/ new_cars. html > > [Non-text portions of this message have been removed] > > ------------ --------- --------- --- > All New Yahoo! Mail - Tired of unwanted email come-ons? Let our SpamGuard > protect you. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ____________________________________________________________________________________ 8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time with the Yahoo! Search movie showtime shortcut. http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#news [Non-text portions of this message have been removed]
