http://www.syirah.com/syirah_ol/online_detail.php?id_kategori_isi=643
NU Pergi Meninggalkan Desa 6-3-2007
Oleh : NASRUL UMAM SYAFI'I/SYIRAH



Jombang- Nahdlatul Ulama, organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, telah 
tercerabut dari akar historitasnya. Oreintasi yang bersifat pedesaan: pembelaan 
terhadap tani, dan kaum tertindas, telah beralih kewilayah perkotaan dan 
politik. Kedapan, perlu reorientasi.

Hal itu mengemuka dalam acara Rembug Bareng Telaah Kritis atas Peran NU 
terhadap Persoalan Sosial Bangsa yang diselenggarakan Jaringan NU Kultural 
(Janur) di Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, dihadiri sekitar 80an orang 
dari mahasiswa dan LSM dari beberapa daerah, Selasa (06/03).

Hadir sebagai pembicara, KH. Slamet, Pengasuh Pondok Pesantren Kepuk Kembeng 
Peterongan Jombang Jawa Timur, mengatakan sekarang ini NU telah lupa dengan 
akar sejarah berdirinya. NU tidak lagi mampu berbicara soal kaum tertindas, 
sebaliknya malah beralih sibuk mengurusi dan terlibat aktif dalam percaturan 
politik praktis.

Sedangkan pembicara kedua, Gus Taufik Jalil, Suriah Pengurus Cabang (PC) NU 
Kab. Jombang pada kesempatan itu mengklarifikasi bahwa selama ini NU, khususnya 
NU Jombang, telah banyak berbuat untuk masyarakat. Tapi karena begitu 
kompleksnya persoalan yang diahadapi masyarakat, SDM yang ada dalam NU sendiri 
tak mampu menangganinya.   

Suara kritis juga disampaikan oleh peserta, diantaranya Zainul Hamdi, Jaringan 
Islam Anti Diskriminasi, menyampaikan NU dewasa ini telah gagal berkomunikasi, 
melakukan pendampingan dan memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan yang 
dihadapi masyarakat desa. Kecenderungannya malah suka dengan urusan perkotaan. 

Didalam forum itu juga disepakati bahwa ide tentang dar al-islam, negara Islam, 
bukanlah tujuan dari berdirinya Nahdlatul Ulama.[aan] 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke