Petunjuk Mencari Kekasih
  Oleh : Mochammad Moealliem
  http://www.muallimku.com 
    
  Sebagai manusia yang pernah dilahirkan seorang ibu, tentunya kita pernah 
merasakan kasih sayang seorang ibu yang tak akan mampu kita membalasnya, 
seperti kata pepatah " Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah", 
senakal apapun anak itu, tentunya seorang ibu tak akan membuangnya, sebagaimana 
segarang apapun harimau tak akan memangsa anaknya, kecuali keluar dari 
fitrahnya.
   
  Tidak dipungkiri bahwa kita semua pernah dimarahi oleh orang tua kita, karena 
kita melakukan hal yang itu salah menurut mereka, namun benar menurut egois 
kita, atau bahkan kita dimarahi karena dianggap melakukan hal yang tidak sesuai 
dengan kehendak mereka. Setidaknya kita akan merasa "nggerundel" atas nasehat 
mereka yang kita justifikasi menjadi sebuah kemarahan, dan bahkan mungkin kita 
mengadakan perlawanan terhadap mereka.
   
  Sebagai orang tua, mungkin tak akan rela melihat anaknya menderita, sengsara, 
atau bahkan menjadi anak durhaka dikemudian hari besarnya, sebab mereka juga 
telah merasakan masa kecil yang juga tak jauh beda problematikanya, dengan 
berbagai usaha tentunya orang tua ingin sang anak lebih bahagia dibanding orang 
tuanya, meskipun hal demikian belum bisa difahami oleh anaknya atas 
nasehat-nasehat itu, dan memang orang tua tidak mampu menjadikan anak itu pada 
keinginan mereka, mungkin hanya mampu menunjukkan hal-hal yang perlu ditempuh 
oleh sang anak agar sesuai dengan keridloan mereka berdua.
   
  Allah berfirman : "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada 
orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang 
dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima 
petunjuk." QS: Al Qashash(28) : 56
   
  Mungkin kita pernah merasa jengkel ketika mengajar anak didik kita yang 
bodoh, diterangkan sejelas apapun, yach tetap saja tidak mampu mencerna, alias 
can't get it. Terlebih anak didik yang lain belum diterangkan sudah bisa, kita 
terkadang menjadi tidak semangat mendidiknya, padahal mungkin ketika kita jadi 
murid dulu tak jauh beda dengan mereka, atau jangan-jangan kita sendiri yang 
tak bisa mendidik dengan baik, dan hanya merasa lebih pintar dari murid yang 
bodoh itu?.
   
  Anda pun mungkin pernah dibuat marah dan jengkel oleh orang yang anda kasihi, 
baik oleh suami / calon suami anda jika anda perempuan, oleh istri / calon 
istri anda jika anda laki-laki, atau oleh putra-putri anda ketika telah 
dikaruniai. Entah karena suka berbohong, menghabiskan duit, susah diatur, atau 
seenaknya sendiri, dll.
   
  Jelas bahwa kita tak akan mampu menjadikan orang lain mendapat petunjuk, 
kecuali Allah menghendakinya, bahkan nabi saja tidak dapat memberikan petunjuk 
kepada orang-orang yang dikasihinya, kecuali Allah menghendakinya, maka tak 
jarang kita dapati umat-umat para nabi dibinasakan karena tak mengikuti 
petunjuk yang disampaikan oleh para nabi itu, tak jarang kita dapati 
orang-orang dekat para nabi masih tetap pada kesesatan, seperti orang tua nabi 
Ibrahim, (kan'an) putra nabi Nuh, (fir'aun) orang tua angkat nabi Musa, istri 
nabi Luth, serta paman-paman nabi Muhammad.
   
  Tak heran jika kita pernah mendapati seorang ulama dari keturunan para 
perampok, seperti sunan kalijogo dan sebagainya, sebab hal itu pernah terjadi 
pada nabi Ibrahim, putra dari seorang pembuat berhala. Namun juga tak jarang 
putra seorang ulama yang menjadi bejat, pun itu juga pernah terjadi pada nabi 
Nuh. Akan tetapi ada yang lebih dari itu semua adalah, seorang ulama yang 
melahirkan ulama seterusnya, dan itu pernah terjadi pada nabi Yusuf putra nabi 
Ya'kub putra nabi Ishaq putra nabi Ibrahim.  
   
  Maka tak perlu kiranya kita memaksa orang-orang yang kita kasihi mengikuti 
apa yang kita anggap benar dan baik untuk mereka menurut kita, namun tugas kita 
hanyalah memberikan saran atau pengetahuan kepada mereka barangkali Allah 
memberikan petunjuk kepada mereka disebabkan oleh saran yang kita bawa. Itu 
jika kekasih kita sudah bisa berfikir, kalau kekasih itu adalah anak-anak yang 
masih belum bisa berfikir, kita harus mendidiknya dengan cara yang sesuai untuk 
mereka, sebab gaya berfikir mereka tidak sama dangan anak-anak yang sudah 
dewasa.
   
  Mungkin kita punya banyak kawan yang kita kasihi (dalam arti umum) dan 
mungkin didalam diri mereka terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan standar 
yang kita anggap valid dan mu'tabar, seyogyanya kita tidak memaksa mereka untuk 
sama dengan kita, tapi cukup kita berikan saran kepada mereka dengan cara yang 
sesuai, sebab perbedaan adalah fitrah manusia.
   
  Jika memang kekasih kita tak mau mencari petunjuk, biarlah petunjuk itu 
mencari kekasihnya, dan marilah kita berdoa semoga kekasih kita termasuk dalam 
daftar kekasih petunjuk itu.
   
   
  Alliem,
  Ahad, 11 Maret 2007
  Belajar Menerima Petunjuk


              Kunjungi
  http://www.muallimku.com
  Kritikmu harapanku
   
  Pingin jadi kawanku, silahkan gabung di
  http://tech.groups.yahoo.com/group/kang_guru/ 
  Bersama menuju bahagia









[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke