Segenap Pengurus dan Pelaksana PP Lakpesdam NU mengucapkan turut berduka
cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak H. Ronin Hidayat pada
hari Sabtu, 7 April 2007. Semoga amal ibadahnya diterima Allah Swt dan
keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin
























PP LAKPESDAM NU
Jl. H. Ramli No. 20 A, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta 12870
T : 021-8298855, 8281641, 83796120  F : 021-8354925
about us : www.lakpesdam.or.id
email us  : [EMAIL PROTECTED]
----- Original Message ----- 
From: "Mukhlisin" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, April 09, 2007 8:30 AM
Subject: [kmnu2000] PBNU Berduka, Ronin Hidayat Tutup Usia


PBNU Berduka, Ronin Hidayat Tutup Usia
Sabtu, 7 April 2007 19:39



Depok, NU Online
Nahdliyin (sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama - NU) kembali berduka. Salah
satu tokohnya, H Ronin Hidayat, Wakil Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul
Ulama (PBNU), Sabtu (7/4) pukul 15.00 WIB meninggal dunia di Rumah Sakit
Puri Cinere, Jakarta. Almarhum meninggal akibat penyakit stroke yang
dideritanya. Ronin, demikian ia akrab disapa, meninggal pada usia ke-51
tahun.

Mendengar kepergian para sahabat Almarhum, petinggi PBNU dan para aktivis NU
langsung berdatangan di rumah duka yang terletak di Jl. Mangga, Komplek
Taman Serua Sawangan, Depok, Jawa Barat. Hampir seluruh pengurus PBNU hadir
di rumah duka. Sementara Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi tidak hadir,
karena sedang berada di luar negeri dalam kunjungan ke Iran dan Qatar.

Namun, sebelum berangkat ke Iran, Pengasuh Ponpes Al-Hikam, Malang, Jawa
Timur itu sempat menjenguk Almarhum di rumah sakit. Didampingi sejumlah
orang dekatnya, Hasyim, datang ke rumah sakit untuk memberikan bantuan
pengobatan. "Sebelum berangkat, saya mau jenguk Ronin dulu. Dia sekarang
sakit," ungkap Hasyim, Jumat (6/4) malam lalu.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU yang juga tetangga Almarhum, Syaiful Bahri
Anshori mengatakan, sejak Senin lalu almarhum telah mendapat perawatan khusu
s di rumah sakit. Sebelum masuk rumah sakit, alumnus Fakultas Sastra
Universitas Diponegoro, Semarang itu terlihat masih aktif ngantor di PBNU.
Di mata Syaiful, dia tergolong pengurus PBNU yang aktif, meski akhir-akhir
ini kesehatannya menurun.

"Kita, NU telah kehilangan tokoh yang punya dedikasi tinggi terhadap
organisasi. Beliau adalah sahabat saya, tetangga saya yang perjuangannya
patut kita acungi jempol," ungkap Syaiful yang juga mantan Ketua Umum
Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

Setelah disalatkan di rumah duka, malam ini, jenazah akan langsung dibawa
Purwokerto, kampung halaman Almarhum untuk dimakamkan di sana. "Kami hanya
bias berdoa, semoga amal ibadah dan perjuangannya diterima Allah SWT,"
ungkap pria yang akrab bergaul dengan Almarhum itu.

Ronin Hidayat adalah putera KH Musa Abdillah yang lahir di Yogyakarta, 3
Agustus 1956 silam. Sebelum aktif di PBNU, Ronin aktif di PMII, Lembaga
Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU), dan Pranata Universitas
Indonesia. Selain itu, almarhum juga pernah lama menjadi Sekretaris Pribadi
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Almarhum meninggalkan istri, Siti Afifah dan
empat anak. (rif)



[Non-text portions of this message have been removed]



______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda
harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links





-- 
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.446 / Virus Database: 268.18.26/752 - Release Date: 4/8/2007
8:34 PM


Kirim email ke