Salam,
   
  Innalillahi wa inna ilayhi rajiun. Semoga amal ibadah nya di terima oleh 
Allah SWT.
  Saya mengenal "mas" Ronin, semenjak saya berkantor di Kramat Raya, tahunan 
yang lalu. Tahun 2004, kami sama2 melakukan kampanye di Jawa Tengah. Terlebih 
dari pada itu, almarhum ayahanda mas Ronin (KH Musa Abdillah), adalah teman 
seperjuangan almarhum ayah kami. Bahkan dulu salah satu putri KH Musa, mbak 
Rozani, pernah sempet "kos" sementara di rumah kami di Yogya, ketika meneruskan 
sekolahnya di Yogya. 
   
  Selamat jalan mas Ronin, doa saya dari jauh semoga kebaikan panjenengan 
senantiasa menjadi ingatan semua teman2. Aamiin.
   
   
   
  Salam,
   
   
  Rosa 
   
   
   
   
   
  

Mukhlisin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          PBNU Berduka, Ronin Hidayat Tutup Usia 
Sabtu, 7 April 2007 19:39 

Depok, NU Online
Nahdliyin (sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama - NU) kembali berduka. Salah 
satu tokohnya, H Ronin Hidayat, Wakil Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 
(PBNU), Sabtu (7/4) pukul 15.00 WIB meninggal dunia di Rumah Sakit Puri Cinere, 
Jakarta. Almarhum meninggal akibat penyakit stroke yang dideritanya. Ronin, 
demikian ia akrab disapa, meninggal pada usia ke-51 tahun.

Mendengar kepergian para sahabat Almarhum, petinggi PBNU dan para aktivis NU 
langsung berdatangan di rumah duka yang terletak di Jl. Mangga, Komplek Taman 
Serua Sawangan, Depok, Jawa Barat. Hampir seluruh pengurus PBNU hadir di rumah 
duka. Sementara Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi tidak hadir, karena sedang 
berada di luar negeri dalam kunjungan ke Iran dan Qatar.

Namun, sebelum berangkat ke Iran, Pengasuh Ponpes Al-Hikam, Malang, Jawa Timur 
itu sempat menjenguk Almarhum di rumah sakit. Didampingi sejumlah orang 
dekatnya, Hasyim, datang ke rumah sakit untuk memberikan bantuan pengobatan. 
"Sebelum berangkat, saya mau jenguk Ronin dulu. Dia sekarang sakit," ungkap 
Hasyim, Jumat (6/4) malam lalu.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU yang juga tetangga Almarhum, Syaiful Bahri 
Anshori mengatakan, sejak Senin lalu almarhum telah mendapat perawatan khusus 
di rumah sakit. Sebelum masuk rumah sakit, alumnus Fakultas Sastra Universitas 
Diponegoro, Semarang itu terlihat masih aktif ngantor di PBNU. Di mata Syaiful, 
dia tergolong pengurus PBNU yang aktif, meski akhir-akhir ini kesehatannya 
menurun.

"Kita, NU telah kehilangan tokoh yang punya dedikasi tinggi terhadap 
organisasi. Beliau adalah sahabat saya, tetangga saya yang perjuangannya patut 
kita acungi jempol," ungkap Syaiful yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Besar 
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

Setelah disalatkan di rumah duka, malam ini, jenazah akan langsung dibawa 
Purwokerto, kampung halaman Almarhum untuk dimakamkan di sana. "Kami hanya bias 
berdoa, semoga amal ibadah dan perjuangannya diterima Allah SWT," ungkap pria 
yang akrab bergaul dengan Almarhum itu.

Ronin Hidayat adalah putera KH Musa Abdillah yang lahir di Yogyakarta, 3 
Agustus 1956 silam. Sebelum aktif di PBNU, Ronin aktif di PMII, Lembaga 
Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU), dan Pranata Universitas 
Indonesia. Selain itu, almarhum juga pernah lama menjadi Sekretaris Pribadi KH 
Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Almarhum meninggalkan istri, Siti Afifah dan empat 
anak. (rif)

[Non-text portions of this message have been removed]



         


Wassalam Rosa Prabowo
 Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke