Waspadai Gerakan Anti Aswaja di Indonesia 
Sabtu, 14 April 2007 01:46 

 

Slawi, NU Online
Mufti Australia, Habib Salim bin Halwan memperingatkan, saat ini di Indonesia 
telah menjamur aliran-aliran baru dalam gerakan Islam yang mengusung aqidah 
anti Ahlussunah wal Jama'ah (Aswaja). Mereka bahkan sampai menganggap Indonesia 
sebagai negara kafir karena tidak memiliki khalifah. Lebih dari itu, mereka 
juga kerap memusuhi umat Islam yang berpegang teguh pada aqidah Aswaja, yang 
dianut oleh mayoritas Muslim Indonesia.

Hal itu disampaikan Habib Salim saat memberikan ceramah pada kegiatan 
Peringatan Maulid Nabi dan Istighotsah Kubro di Pondok Pesantren At-Tauhidiyah 
pimpinan KH. Ahmad Sa'id yang terletak di Desa Cikura Kecamatan Bojong 
Kabupaten Tegal, Kamis malam (12/4), sebagaimana dilaporkan koran NU Tegal 
Forum Warga.

"Di antara mereka ada yang mengharamkan peringatan dan bacaan maulid, dan 
menentang bacaan Al-Qur'an untuk orang yang sudah wafat, karena semua itu 
dianggap sebagai bid'ah sesat. Padahal, perayaan maulid Nabi Muhammad adalah 
bid'ah hasanah (baik-Red), dan memiliki dasar yang kuat dalam faham Ahlussunah 
wal Jama'ah," ungkap Habib Salim.

Peringatan Maulid itu, lanjut dia, adalah salah satu tradisi dalam aqidah 
Ahlussunah wal Jama'ah di seluruh penjuru dunia, baik di Timur maupun di Barat, 
yang diperingati setiap tahun. "Para ulama memandang hal ini sebagai bid'ah 
yang baik, sebagaimana mushaf Al-Qur'an yang di masa Rasulullah juga tidak ada. 
Pada masa Rasul hingga sahabat, catatan nash Al-Qur'an bahkan belum ada titik 
dan harokatnya. Lalu apakah kita diharamkan membaca nash Al-Qur'an yang ada 
titik dan harokatnya?"

Mufti Australia itu sendiri mengaku sebagai murid dari Syekh Abdullah, seorang 
alim yang juga salah seorang pembawa kunci Ka'bah dan bermadzhab Asy'ariyah 
atau Ahlussunah wal Jama'ah, dan beraqidah sebagaimana Imam Khanafi, Maliki, 
Syafi'i dan Chambali. Juga penjaga tradisi faham yang dianut Syekh Abdul Qadir 
Jaelani dan Sultan Salahudin Al-Ayyubi.

"Kami di Australia mengelola Darul fatwa, sebuah majelis ulama yang membawahi 
yayasan-yayasan besar dan membawahi ulama-ulama yang datang dari berbagai 
negara. Kami sangat bersyukur dan turut mengucapkan selamat untuk Muslim 
Indonesia yang merayakan maulid Nabi Muhammad," tuturnya.

Pada kesempatan itu, hadir pula sebagai penceramah antara lain; Habib Ali bin 
Muhammad Al-Hadad dari Hadra Maut dan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH. 
Mohammad Adnan. (fei/nam)



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke