Mas munir, kader terbaik Ansor,
Namanya judul ya berita begitu-itu, pokoknya yang paling magnitut deh, tak
perlu mencerminkan semua isi. Saya hanya ingin menyampaikan rasa salut saya
buat gus saifullah yusuf yang sangat pintar sekali dalam memanfaatkan media
massa, tak kalah sama mbah gus Dur pokoknya, media fraek lah. Sebagai
wartawan saya merasakan kecanggihannya. Soal stuju atau tidak gebrakan
saifullah itu urusan lain.

Memang organisasi kepemudaan yang satu ini sungguh hebat. Saya sempat
menulis dengan berkagum-kagum bagaimana cak Asy'ary yang kader ansor ini
memanjat tiang dan menyobek warna biru pada bendera merah-putih-biru, dan
berkibarlah "merah-putih" sebagai awal dimulainya perlawanan baru setelah
pendudukan kembali pasca kemerdekaan.

Hanya saja, yang saya kira menjadi pe-er ansor adalah jangan sampai
organisasi pemuda yang satu ini hanya menjadi "massa" orang, tidak punya
strategi kebudayaan dan politik sendiri. Kasus pertikaian (untuk tidak
mengatakan saling bantai) Ansor dan PKI yang didalangi oleh Orde Baru adalah
sejarah kelam yang tidak perlu ditulis ulang.

Jadi begitu,
Salam semuanya


On 4/16/07, Cak Munir <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Dear Bung Mukhlisin,
> Sy kira pengambilan judul oleh Kompas ini kurang pas!! pertama, dari sisi
> gramatikal, judul hanya didasarkan pada dua alinea pertama bukan substansi
> pokok dari seluruh alenia. kedua, terkesan nampak egosentrisme organisasi
> padahal dalam keterangan secara menyeluruh dari bacaan tsb, jelas
> menampilkan karya yg kontributif bg bangsa.
> salam,
> Munir, GP Ansor DIY
>
> Mukhlisin <[EMAIL PROTECTED] <mukhlisin%40polytama.co.id>> wrote:
> http://www.kompas.co.id/
>
> Senin, 16 April 2007
>
> Ultah ke-73
> GP Ansor Memantapkan sebagai Organisasi Massa Terbesar
>
> Memasuki usianya yang ke-73, Gerakan Pemuda Ansor semakin memantapkan diri
> sebagai organisasi pemuda terbesar di Indonesia. GP Ansor hadir di seluruh
> provinsi (33 provinsi) dan 417 kabupaten/kota. Mereka mengorganisasi sekitar
> enam juta pemuda yang tercatat aktif di organisasi yang hadir sejak zaman
> pra-kemerdekaan ini.
>
> Anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor ini tersebar di sekitar 20.000 desa dan
> kelurahan, baik di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa. Dari jumlah di atas,
> sekitar 350.000 hingga 400.000 merupakan kader inti GP Ansor yang diwadahi
> dalam Barisan Ansor Serbaguna (Banser).
>
> Keberadaan GP Ansor tidak dapat dipisahkan dengan sejarah perjuangan
> kemerdekaan RI. GP Ansor berdiri sejak tahun 1934, turut berjuang merebut
> kemerdekaan. Pasca-kemerdekaan pun, Ansor tetap komit mempertahankan
> kemerdekaan. Ini terbukti dengan peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.
> Saat itu, Ansor turut serta dalam perang di Surabaya. Pada 1965 pun, Ansor
> menjadi pasukan terdepan memberantas Partai Komunis Indonesia.
>
> "Itu periode emas Ansor. Orang tidak akan lupa dengan dua peristiwa itu,"
> ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) GP Ansor A Malik Haramain.
>
> Kini, dalam organisasi yang bermarkas besar di Jalan Kramat Raya 65,
> Jakarta Pusat, yang selalu meriah itu sedang berbenah diri. Ini dilakukan di
> bawah kepemimpinan Saifullah Yusuf dan pengurus pusat, seperti H Tatang
> Hidayat, Umar Syah HS, Endang Sobirin, A Hasyim Hadrawi, Choirul Sholeh
> Rasyid, Abdullah Azwar Anas, Machmud Yunus, Mukhtar Hadyu, Ismail Sangadji,
> MB Idham Chalid, Maskut Candranegara, Harianto Oghie, Ridwan Balia, dan HNM
> Dipo Nusantara.
>
> Menurut Malik Haramain, GP Ansor sedang membangun kapasitas organisasi.
> Konsolidasi internal diperkuat.
>
> "Kami sekarang sedang mencoba mendata ulang anggota Ansor. Kami ingin
> mengefektifkan semua struktur dari tingkat pusat hingga ranting
> (desa/kelurahan)," ujarnya.
>
> Menurut Haramain, Saifullah Yusuf-sekarang menjabat Menteri Negara
> Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal- memberikan kontribusi besar dalam
> bidang ini. Pada masa kepemimpinannya, kantor-kantor Ansor dibangun,
> jaringan baik di dalam organisasi maupun luar organisasi diperkuat.
>
> Menurut Malik, Saifullah merupakan salah satu pimpinan Ansor yang sering
> turun ke daerah, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa. "Sosoknya sebagai
> menteri juga mengangkat citra Ansor sebagai organisasi yang memiliki
> komitmen terhadap pemuda," kata dia.
>
> Reformasi tak hanya menyentuh kalangan Ansor. Banser pun juga direformasi.
> Banser, yang semula dikenal dalam bidang pengamanan, kini mulai menyentuh
> kebutuhan masyarakat yang lebih nyata. Banser menambah satuan-satuan baru,
> yaitu Search and Rescue (SAR), Balakar (khusus membantu penanganan
> kebakaran), dan Medical Evakuasi.
>
> "Pembentukan satuan-satuan ini disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi
> saat ini. Belakangan ini kan banyak bencana alam dan sosial," ungkap Malik.
>
> Memasuki usianya yang ke-73, GP Ansor dan Banser ingin lebih mendekat ke
> masyarakat. Mereka ingin menjawab kebutuhan sosial dan menyumbangkan sesuatu
> di negeri yang kini sedang dilanda bencana ini. (Susana Rita K)
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke