Taushiyah

Himbauan Ketua Umum PBNU Soal Gejala Konflik Internal Umat Islam
25/04/2007

Sehubungan dengan gejala konflik internal umat Islam akhir-akhir ini,
seperti di Sampang (Madura), Bangil dan dan Jember, saya serukan hal-hal
sebagai berikut:

1. Teman-teman kelompok Syiah (yang sangat minoritas) hendaknya menghindari
dan tidak mengucapkan di depan umum hal-hal yang dapat menyinggung perasaan
masyarakat Sunni (yang merupakan kelompok mayoritas) di Indonesia, seperti
menghujat Saidina Abu Bakar, Umar, Usman, Syekh Abdul Qodir Jaelani, Imam
Buchori, Imam Muslim, Abu Huroiroh, Hadratus Syeh Hasyim As'ari dan
seterusnya. Karena kaum Sunni di Indonesia juga sangat menghormati Saidina
Ali (Karromallhu Wajhah) dan seluruh ahlul bait. Mengapa Syiah mesti
menyerang Sunni. Kalau serangan itu dilakukan tidak mungkin dapat dihindari
reaksi-reaksi.

2.  Untuk warga Ahlussunnah Waljamaah hendaknya menginitensifkan dakwah di
kalangan masyarakat (utamanya NU) melalui pendidikan formal, majlis taklim,
masjid-masjid, surau-surau serta kegiatan formal NU dengan pendidikan
ilmiyah historis serta perpecahan agama, dengan cara bijak atau
argumentative (bil hikmah), bimbingan dan penyuluhan (mauidhoh hasanah)
serta mengisi generasi muda yang mayoritas masih kosong dengan terus
menghindari cara-cara kekerasan karena sebuah faham tidak bisa dihadapi
dengan kekerasan.

3. Waspadai siasat/taktik dari kekuatan terselubung, baik Nasional maupun
Internasional yang dilakukan untuk merusak kaum muslimin di Indonesia/
dunia.

4. Mewaspadai gerakan ideologi Internasional (Transnasional) dari berbagai
kelompok yang secara
bersama-sama masuk ke Indonesia setelah kebebasan reformasi yang
ujung-ujungnya membahayakan NKRI, Ideologi Pancasila, konstitusi UUD 45 dan
sendi-sendi proklamasi RI. Kelompok-kelompok ini mulai menyusupi dan
mengambilalih masjid-masjid NU dengan menghujat kebiasaan amaliyah NU selama
ini. Masjid-masjid harus dijaga betul agar tidak dijadikan pangkalan
menyerang NU dan republik. (*KH Hasyim Muzadi*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke