Salam kenal juga, aku punya banyak kawan di UIN malang, cari aja nak tambak beras, khususnya alumni MMA 2002 (kalau masih ada yg blum lulus) mereka tentu kenal aku.
soal pramodya aku sendiri baru kenal setelah dikairo, kalau tahu namanya sejak dipondok aku dah dengar, baru baca novel2nya ketika udak di mesir, kalu kamu punya koleksinya bolehlah aku pinjam. pulang, doakan saja natijahku sesuai harapan dan aku bisa pulang dengan kebahagiaan. --- In [email protected], badrus sholeh <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > salam kenal dari Badrus Sh. aku arek Kediri. sekolah di UIN Malang. jurusan bahasa dan sastra Arab (patigenah). Blora? tahu rumahnya Pramoedya donk. kapan-kapan pulang > > muallimku <[EMAIL PROTECTED]> wrote: mas munir, salam kenal balik, saya di mesir tapi asline Blora bagian > selatan dekat cepu, semoga wisudanya nggak cuman gelar yg dibawa, tapi > juga pengetahuan, terima kasih jika sampeyan bisa menikmati tulisan, > kalau bisa buatlah tulisan untuk saya nikmati, biar bisa tabaddul manfaat. > > semoga juga pinter catur dibidang lain yang lebih luas, bukan hanya > 8x8 ruang saja.amin > > alliem > > --- In [email protected], Cak Munir <munircak@> wrote: > > > > Wow, sangat inspiring!! > > mas Alliem, pertama salam kenal, saya tinggal di jogja tapi asli > Jember, jawa timur, sekarang tunggu wisuda di ugm, insyaalah agustus > depan. kedua, saya sangat menikmati tulisan sampean ini oleh kkarena > saya sangat suka catur. Hari-hari ini hampir setiap hari saya > bercengkerama dg komputer catur saya. pada waktu maen, saya tidak > pernah ingat makna filosofisnya walau pun sedikit mempraktekkan dg > cara berpikir menyeluruh (analisis, teliti, perhitunag, dll) sebelum > bertindak dalam situasi gawat sekali pun! Kayaknya para penjabat kita > di republik tercinta ini juga perlu direkomendasikan untuk belajar > makna filosofis catur, biar dak asal janji 30 juta untuk korban gempa > jogja. > > salam, > > munir, Ansor DIY > > > > muhammad muallim <muallimku@> wrote: > Percaturan Hidup Manusia > > Oleh : Mochammad Moealliem > > http://www.muallimku.com > > > > Kala udara mesir mulai berganti, setelah puas dengan udara dingin > dan semi, benar-benar banjir sehari itu, tuts-tuts computer pun > terbebani, kecantikan para bidadari terkurangi, langit menguning > tanpa mentari, benar-benar aneh dunia ini, kenapa banjirnya bukan > dengan air, namun dengan debu dan pasir yang bernyanyi. > > > > Mungkin alam sedang bermain catur, yang selalu bergerak teratur, > diberbagai medan dan waktu yang telah diatur, sementara kita hanyalah > pion-pion kecil yang akan menemukan jati diri kita jika mampu > melangkah maju 5-6 langkah kedepan dengan selamat, itu loh pion catur > kalau nyampai akhir dengan selamat kan bisa milih mau jadi apa, > asalkan pilihan itu bukan menjadi raja. > > > > Kenapa catur warnanya hitam dan putih, juga warna ruang-ruangnya, > ah betapa hal itu mengusik pikirku untuk menerka makna dibaliknya, > atau setidaknya dapat memaknai sesuatu yang tercipta tanpa begitu > repot mencari penemu catur itu sendiri. > > > > Dalam pikir penulis manusia dalam kehidupanya selalu bermain catur > yang terus menerus hingga waktu habis, betapa tidak, dalam > kesendirian seorang manusia dia sedang bercatur antara hitam dan > putih, kalau boleh dikiaskan percaturan antara nafsu dan nurani, > antara malaikat dan iblis yang menjadi bagian dari kehidupannya, > siapakah yang akan memenangkan percaturan itu? Pembaca bisa > menentukannya. > > > > Anehnya, manusia ketika terlahir ke dunia, maka dia makin tambah > lawan caturnya, melawan alam, melawan lingkungan sekitar, manusia > lainnya. Suatu saat dia menang dalam catur melawan seseorang, namun > juga kalah dengan seorang yang lain, dan setiap kekalahan bukan > berarti akhir dari permainan, sebab permainan ini terus menerus > selama hidup manusia, jika saat ini akal kalah dengan nafsu, mungkin > suatu saat akal akan mengalahkan nafsu, hanya orang-orang yang > akalnya tidak berakal jika selalu kalah dengan nafsu. > > > > Seorang manusia adalah papan catur dan buah caturnya, seperti kita > akui bahwa manusia mempunyai dua hal, kebaikan dan keburukan, seperti > itulah mungkin hati kita, hitam dan putih, namun itulah kehidupan, > dalam setiap buah catur punya fungsi tertentu, ada yang selalu di > putih, ada yang selalu di hitam, ada pula yang pindah-pindah, ada > yang lincah ada juga yang lamban, ada juga yang zig-zag. > > > > Pion selalu didepan, meski langkahnya step by step namun dialah > benteng para pembesar dan jiwa kehidupan, suatu saat dia akan jadi > korban, suatu saat dia jadi pahlawan, para pembesar dari pihak lawan > tak akan berani dengan para pion yang bersatu terlebih mendapat > dukungan para pembesarnya, kecuali punya maksud lain. Pion mungkin > tau diri, untuk menjadi pembesar dia harus mampu melewati medan musuh > tentunya hal itu ada waktunya. > > > > Benteng (maaf penulis kurang tahu) pokoknya tempatnya di pojok > kanan-kiri-belakang, satu di hitam satu di puth, dia mampu berjalan > cepat maju-mundur dan kanan-kiri dengan catatan jalan terbuka > baginya, jika si pion menutup jalan, dia pun tak berkutik. > > > > Kuda, tokoh ini adalah tokoh yang paling berbahaya, sebab > langkahnya zig-zag, tetap bisa bergerak meski jalan terkunci, asalkan > punya tempat tujuan dia bisa kesana, pun juga ada dua, satu dihitam > dan satu diputih, kalau ibarat pendekar dia bisa terbang dan > melompati manusia. > > > > Menteri, begitu penulis menyebutnya, ada juga yang menyebut > cuncum, posisinya dekat dengan istana, gerakanya miring ke kanan atau > miring ke kiri, kalau dibuat rel seperti huruf X, juga ada dua bagian > hitam dan putih, hanya menterilah yang tidak bisa memilih warna > ruangnya, sebab menteri putih selalu diputih semasa hidupnya, yang > hitam juga selalu di hitam. > > > > Diantara sekian buah catur, yang tidak punya kembaran hanya dua, > Raja dan perdana menteri (ster), gerak raja seperti pion, hanya bisa > melangkah step by step, namun punya kebebasan maju, mundur, nyamping, > berbeda dengan pion yang hanya bisa maju atau berhenti. Namun > pasangan raja yang tidak lincah itu, ada ster yang langkahnya begitu > lincah, dia bisa berjalan apa saja, selain berjalannya kuda, dan dia > bisa berjalan jauh dan dekat, kalau raja cuma yang dekat-dekat saja, > maklum raja adalah simbol kehidupan, selagi raja aman dan bisa > berjalan itu berarti masih hidup. > > > > Permainan catur itu selalu gantian, antara putih dan hitam, dan > yang bergerak juga bergiliran sesuai tujuan, namun tujuan utama > adalah raja dipihak lawan tak punya ruang gerak lagi, alias nafsu tak > punya ruang gerak lagi kalau nurani yang menang, Iblis tak punya > ruang gerak lagi kalau malaikat menang, orang lain tak bisa berkutik > kalau kita menang. Namun kita akan bermain lagi, adakah kita bisa > bertahan untuk menang, atau akan terkalahkan. > > > > Gunakan akalmu, karena kehidupan akan bernilai jika kamu berfikir, > pun juga kehidupan catur akan menarik jika dengan berfikir. Afala > tatafakkarun?? > > > > Alliem > > Cairo, Selasa 12 Juni 2007 > > Masih Menjadi Pion > > > > Mochammad Moealliem > > http://www.muallimku.com or http://www.muallimku.tk > > > > Bergabunglah! di Komunitas Sahabat Lintas Batas, > http://www.kangguru.tk/ > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > Send instant messages to your online friends > http://uk.messenger.yahoo.com > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > --------------------------------- > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > > [Non-text portions of this message have been removed] >
