.1.5 Muhajirin
        
        Muhajirin berasal dari kata hajara yaitu dia berpindah. Jadi Muhajirin 
adalah orang yang berpindah/hijrah dari mekah ke Medinah. Mereka adalah sahabat 
dari mekah yang pertama kali masuk Islam. Berjuang, menyertai dan menegakkan 
agama Allah di muka bumi bersama Rasulullah SAW.
        Selain empat khalifah di atas dan keluarga dekat beliau yang masuk 
Islam, sahabat tersebut antara lain adalah Zaid bin Haritsah, Anasah Al habsy 
dan Abu Kabsyah Al Farisy. 
        Kemudian Abu Martsad, Martsad, Ubaidah bin Al Harits, Ath Thufail, Al 
Hushain, Misthah 'Auf, Abu Hudzaifah, Salim Maula, Abdullah bin Jahasy, Ukasyah 
dan Syja'.
        Lalu Uqbah, Abu Sinan, Muhriz, Rabi'ah, Tsaqif, Malik bin Amer, Jazid, 
Abu Makhsyi, Utbah, Khabban, Zubair bin Awwam, Hathib, Sa'ad, Mushaib bin 
Umair, Suwaibith, Abdurrahman bin Auf.
        Selanjutnya Umair bin Abi Waqqash, Miqdad, Abdulah bin Mas'ud, Dzusy 
Syimalain, Khabab, Bilal, Amir, Shuhaib, Thallah, AL Arqam, Ammar, Waqid dst.


Komitmen kepada Jama'ah (OC)

        Diantara kompetensi kaum muhajirin tersebut adalah OC, TW, IU, INT. OC 
(Organization Commitment) atau komitmen Organisasi adalah kemampuan dan kemauan 
untuk menyelaraskan perilaku pribadi dengan kebutuhan, perioritas dan sasaran 
organisasi, ini mencakup cara-cara mengembangkan tujuan atau memenuhi kebutuhan 
organisasi. Intinya adalah mendahulukan misi organisasi dari kepentingan 
pribadi.
        Muhajirin adalah orang yang sangat komitmen terhadap organisasi 
(jama'ah kaum muslimin). Mereka berjuang, bekerja keras, membela dan 
mengorbankan jiwa dan raganya untuk kejayaan Islam dan kaum muslimin (Izzul 
Islam wal muslimiin).
        Contohnya Bilal Bin Rabah, betapa tinggi komitmennya terhadap Allah, 
Rasul-Nya dan jama'ah kaum muslimin. Meskipun disiksa secara kejam oleh tuannya 
dan musyrikin Qurays, ia tetap tabah dengan keimanannya.
        Syaikh Muhammad Khalid berkata, "...di tengah hari yang bulat, di 
padang pasir yang bagaikan neraka jahanam, mereka membawa Bilal keluar, lalu 
melemparkannya ke pasir dalam keadaan telanjang, kemudian beberapa orang 
laki-laki mengangkat batu besar laksana bara dan menjatuhkannya di atas tubuh 
dan dadanya.."
        Siksaan kejam dan biadab tersebut mereka ulangi setiap hari, hingga 
pada akhirnya lagojo-algojo tersebut melunak hatinya. Lalu menawarkan kepada 
Bilal asal saja mau menyebut tuhan-tuhan mereka. Tapia pa kata Bilal, jutru ia 
berkata :..Ahad... Ahad... Allah Yang Maha Esa...Allah Yang Maha Esa... 
Algoja-algojo tersebut berteriak sebutkan Lata dan Uzza!. Tapi Bilal tetap 
konsisten dengan keimanannya Ahad... Ahad...
        Lalu Khubaib bin Adi, ia rela mati disalib orang musyrikin Qurays 
daripada harus mengingkari Allah dan kerasulan Muhammad SAW. Dan ia juga tidka 
sudi menyerahkan Rasulullah untuk mengantikannya.
        Khubaib disiksa dengan sangat kejam. Yaitu dengan menyalibnya pada 
pelepah-pelepah tamar. Lalu tubuhnya dihujani panah secara bertubi-tubi oleh 
para algojo yang tidak kenal kasih sayang. Dan pedang-pedang yang tajam 
mengiris-iris tubuh dan menyayat dagingnya. 
        Kata-kata yang terkenal, "Demi Allah aku tak sudi bersama anak istriku 
selamat menikmati kesenangan dunia, sedang Rasulullah terkena musibah walau 
oleh sepotong duri."
        Beliau juga berkata, "Mati bagiku tak menjadi masalah. Asalah ada dalam 
ridha dan rahmat Allah. Dengan jalan apapun kematian itu terjadi...Asalkan 
kerinduan kepada-Nya terpenuhi. Aku berserah diri menyerah kepada-Nya. Sesuai 
dengan takdir dan kehendak-Nya. Semoga rahmat dan berkah Allah tercurah pada 
setiap sobekan daging dan tetesan darah..."
        Belum lagi jika kita bicara keluarga yasir. Ibunya Sumayyah menjadi 
syahidah pertama yang dibunuh dengan sangat kejam oleh orang kafir Qurays. 
Yaitu ditusuk dari kepala hingga menembus kemaluannya. Benar-benar bentuk 
kekejaman dan kebiadaban yang tiada tara. Yang dilakukan terhadap seorang 
muslimah yang memegang teguh keimanan dan kecintaanya terhadap Allah dan 
Rasul-Nya.
        
IU (Interpersonal Understanding)
        
        Pengertian Antar Pribadi (IU) adalah keinginan untuk mengerti orang 
lain. Ini adalah kemampuan untuk mendengarkan dan mengerti secara akurat 
pikiran, perasan, masalah orang lain yang tidak terucapkan atau tidak 
sepenuhnya disampaikan. Kompetensi ini mengukur kompleksitas dan kedalaman 
pemahaman terhadap orang lain, juga termasuk sensitivitasnya.
        Misalnya Abdurrahman bin Auf RA yang memiliki sikap sangat peduli dan 
perhatian kepda kaum muslimin. Beliau pernah dalam sehari memerdekakan 30 orang 
budak. Mendermakan hartanya kepada fakir miskin, membantu istri-istri nabi yang 
memang hidup dalam kekurangan dan membantu keperluan militer kaum muslimin.
        Ketika akan meninggal beliau mewasiatkan 400 dinar bagi setiap orang 
yang ikut perang badar. Mewasiatkan 1000 ekor kuda dan 50.000 dinar untuk 
perjuangan di jalan Allah. 
        Perasaannya yang begitu cinta kepada salah seorang sahabatnya yaitu 
Mushaib bin Umair RA menyebabkan beliau menangis dan tidak mau makan jika 
mengingat sahabatnya tersebut. Sebab beliau teringat bagaimana Mushaib yang 
syahid dalam perang Uhud dikafani dengan selimut yang sangat terbatas dan 
sangat sederhana. Jika kepalanya ditutup, maka kakinya terbuka. Namun jika 
kakinya ditutup maka kepalanya terbuka.
        Contoh lainnya adalah Thalhah bin Ubaidilah. Beliau melindungi nabi SAW 
dari gempuran panah dan tikaman pedang musyrikin Qurays dalam perang uhud. 
Akibatnya beliau terkenan lebih dari 70 luka bekas tebasan pedang, tusukan 
tombak dan anak panah. Serta jari-jari tangannya terputus. Beliau juga 
menggendong Rasulullah dan membawanya naik ke puncak bukit agar terhindar dari 
serangan musuh.
        
        
        


>  

Kirim email ke