Yang bikin saya malas main dukung-dukungan adalah kalau jumpa segala proyek yang nuansa imperialisme besar, atau dibesar-besarkan. Memang, sedikit bisa diakui bahwa bangsa kita masih belum bisa men-sapih-kan diri dari ketergantungan dengan asing. Bangsa kita belum bisa berbuat apa-apa. Ngurusi kereta api atau pesawat aja celaka terus. Sudah lah, saya cuman penggembira saja. Beberapa kali diundang ikut bahtsul masail pwnu tidak pernah bisa datang (soale model 'istidlal'-nya masih ndeso ya burhan ya..!). Kali ini saya mau setor muka aja ah...
Luthfi ahsanul minan writes: > Om Luthfi, > > > Isu PLTN Muria ini sebenarnya isu lama. Tahun 1996 isu ini pernah menguat. > Saat itu, aku jadi sekretaris PC PMII Solo. Aku menggalang solidaritas temen2 > PMII se-Jawa Tengah, dan emmbentuk Jama'ah Anti Nuklir. Saat itu, komitmen > temen2 PMII hanya didasari oleh satu pemikiran bahwa Indonesia belum siap > dengan hi-tech ini, apalagi dibanding dengan Rusia yang meskipun cukup melek > teknologi masih kecolongan dengan tragedi chernobyl. Itulah mengapa kami > menolak saat itu. > Saat ini, aku masih dengan komitmen yang sama, MENOLAK PLTN Muria. ALasannya > tidak hanya masalah under-estimate thd potensi dan kemampuan anak bangsa, > tetapi aku justru melihat bahwa meskipun PLTN merupakan alternatif bagi > disersifikasi energi yang murah dan efektif, tetapi aku melihat bahwa proyek > PLTN ini tidak mampu menjawab atau memupus ketergantungan bangsa ini terhadap > kekuatan asing. Setahuku, pengelolan PLTN ini nantinya dari Amerika, dan > teknologi pengelolaan limbah diambil dari Korea/Jepang. So, proyek ini hanya > akan semakin melanggengkan neo-imperialisme di Indonesia. > Jadi, menurut saya, apa arti efektifitas dan efisiensi PLTN, kalo semua > teknologinya kita ambil dari luar ? Added valuenya tetap aja dinikmati oleh > bukan kita kan. > Kalau kita berpegang pada kaidah ushul fiqh, dar'ul mafasid muqoddamun 'ala > jalbil masholih, ya sebaiknya kita tolak, sampai kita mampu secara mandiri > mengelola PLTN. Toh pada saat yang sama kita masih memiliki berbagai > alternatif sumber energi yang aman dan berlimpah, misalnya energi angin, air, > ombak, matahari, dll. > > Nuwun > > > Minan > >
