Kawan-kawan
Aku mau nanya: Buku "aswaja" Pak Tolhah Hasan yang baru itu penerbitnya siapa
ya...? Please dech...!
Shidqi
Anis Masduki <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Yang akan mengancam aswaja sesungguhnya bukan hanya Islam politik,
tapi juga politisasi aswaja.
Faktanya banyak elit dan kyai yang berkampanye menyeret aswaja kedalam
wilayah politik praktis. Walkhasil, kalangan awam jadi tidak mengerti
wawasan ilmiah aswaja, yang mereka mengerti justru dukung mendukung
partai dengan pendekatan aswaja yang dangkal.
Yang dikenal dari aswaja kemudian bukan khazanah ilmiahnya akan tetapi
simbol dan jargon yang sudah dipolitisasi.
Masalahnya juga, selama ini pesantren tidak menyediakan kurikulum yang
mencukupi untuk mengkaji khazanah pemikiran aswaja dan begitu juga
sejarah dialektisnya dengan sekte-sekte Islam yang lain. Tidak ada
desain kurrikulum yang bisa menjamin anak didik mampu membaca secara
histroris pemikiran aswaja semenjak Abu Hasan Al Asy'ari misalnya, di
mana secara geneologis aswaja seringkali dinisbatkan kepadanya, sampai
Hasyim Asy'ari, sebagai konseptor aaswaja versi NU.
Padahal, sudah waktunya dalam internal NU ada generasi yang menguasai
betul tradisi ilmiah aswaja dan historisitas sekte-sekte Islam. Belum
lagi harus ada upaya mengembangkan tradisi aswaja dalam konteks
modernitas.
Salam
--- In [email protected], "Mukhlisin" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Keagamaan
> Islam Politik Mengikis Kekuatan Aswaja
>
>
> Jakarta, Kompas - Perkembangan berbagai aliran politik keagamaan
yang berasal dari luar negeri belum mampu diantisipasi warga dan
pendakwah atau mubalig Nahdlatul Ulama.
>
> Akibatnya, pemikiran dan ritual keagamaan NU yang bersumber pada
ajaran ahlusunah wal jamaah (aswaja) dan bersifat ilmiah tidak dapat
disampaikan kepada umat dengan tepat.
>
> Hadirnya pemikiran Islam politik mulai mengikis kultur keagamaan
aswaja yang merupakan perpaduan antara nilai Islam dan budaya lokal.
>
> "Mubalig NU masih bersifat sebagai orator, belum mampu menjadi dai
yang memberikan bimbingan dan advokasi," kata Ketua Umum Pengurus
Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi dalam bedah buku berjudul
Ahlussunnah wal Jamaah dalam Persepsi dan Tradisi NU karya KH M
Tholchah Hasan, di Jakarta, Selasa (28/8).
>
> Sebagai sebuah pemikiran Islam, kekuatan ahlusunah wal jamaah
terletak pada obyektivitas dan argumentasi ilmiahnya. Pemikiran dan
keilmuan aswaja sendiri terus berkembang sejak zaman Nabi Muhammad SAW
hingga kini.
>
> Namun, pemikiran keilmuan aswaja tersebut kini sulit kokoh dengan
merebaknya pengaruh pemikiran Islam politik yang membawa pemikiran
keagamaan berbasis kondisi politik di sejumlah negara Timur Tengah dan
Asia Selatan.
>
> Di tengah maraknya berbagai pemikiran dan gerakan politik Islam,
warga NU paling banyak terjebak. Kurangnya tradisi ilmiah pada warga
NU membuat pemahaman mereka terhadap berbagai gerakan Islam politik
sangat rendah. Kondisi itu diperparah dengan rendahnya kemampuan ulama
NU menjelaskan masalah pemikiran Islam politik maupun tradisi NU
kepada umatnya. (MZW)
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
---------------------------------
Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.
[Non-text portions of this message have been removed]