Ben Ketang, dari Israel langsung bikin masalah, mudah-mudahan tidak memerankan semacam "managemen konflik". Usulan ada team executive di PBNU itu bagaimana sabab-musababnya? Silakan dijelaskan, hubungannya dengan Ulil dan Mas Fajrul, dan pergulatan anda dengan orang-orang Israil itu?
Menurut saya, kepemimpinan di NU itu tidak tergantung tua atau muda. NU adalah pesantren. Kiainya bisa tua dan bisa muda. Mungkin maksud anda adalah menggantikan kepemimpinan ala "kiai" dengan kepemimpinan "orang sekolahan"? Saya kira itu tidak mungkin, secara legal formal mungkin bisa, tapi secara kultural model kepemimpinan harus disesuaikan dengan selera masyarakat pendukungnya. Mas Fajrul Falakh yang anda usulkan itu sudah menjabat salah satu ketua PBNU selama dua periode ini, tapi ternyata secara kultural atau secara tradisional Mas Fajrul tidak melekat di hati sebagai pemimpin NU. Ada teori klasik dari filosof/sosiolog/antropolog Max Weber (orang Yahudi juga) bahwa kepemimpinan tradisional yang didasarkan atas kharisma keagamaan atau keturunan akan "bergeser kepada" atau digantikan kepemimpinan rasional yang diwakili intelektual sekolahan. Ini mungkin saja terjadi di NU karena 1)kepemimpinan di NU sudah bergeser ke tanfidziyah bukan kiai syuriyah, berbeda dengan pada awal mula berdirinya, juga 2)hampir semua anak "kiai besar" berpendidikan formal tinggi. Para kiai diam-diam takut anaknya kelak tidak dapat eksis kalau tidak punya ijazah formal, apalagi tidak pernah belajar ke luar negeri. Namun lagi-lagi itu hanya mungkin terjadi hanya sebatas dalam kepemimpinan formal, bukan kepemimpinan kultural yang bisa mengena hati masyarakat. Saya melihat teori dari Weber itu bukan sebuah praduga ilmiah semata, tapi sebuah cita-cita ideal atau ideal tipe yang dia unggulkan, yang juga (sadar atau tidak) mewakili kepentingan orang luar untuk masuk ke dalam pola kepemimpinan masyarakat tertentu, dalam hal ini NU. Karena dalam tipe kepemimpinan tradisonal memang orang/pemikiran asing sulit untuk masuk. Jadi begitu Salam, Anam 2008/1/6 Abdul Rasyad Ketang <[EMAIL PROTECTED]>: > > Selamat Datang Sahabat, > > Mohon kalau baru nongol, saya baru pulang dari Hertzliya Israel, ambil > SA, jurusan Business international. Oh ya, dari pertemuan Islam Nasional > di Taman Jin beberapa anak Muda NU untuk meminta PBNU, sudah terlalu > lama harus menempati PBNU selama periode Gus Dur. Apakah tidak ada > Kader Lain untuk menahkodai PBNU, kok itu itu saja > > Salah satu ketua Ansor, meminta Ulil dan Fajrul falakh untuk jadi team > executive di PBNU. menurut teman teman bagaimana? > > Oh ya, kalau mau belajar bahasa Israel atau Hebrew bisa ngubungi saya > ya? > > Merdeka!!!!! > > > [Non-text portions of this message have been removed]
