Pada tahun 1095 sebuah pertemuan akbar dilangsungkan di Clermmont, Prancis.
Dengan pidato yang berapi-api Paus Urbanus II membakar emosi umat Kristen :
Hai orang-orang Frank, hai orang-orang di luar pegunungan ini, hai
orang-orang yang dicintai Tuhan, yang jelas dari perilaku kalian, yang
membedakan diri dari bangsa-bangsa lain di muka bumi ini, karena iman kalian,
karena pengabdian kalian pada gereja suci; inilah pesan dan himbauan khusus
untuk kalian:
Kabar buruk telah tiba dari Yerussalem dan Konstantinopel, bahwa sebuah
bangsa asing yang terkutuk dan menjadi musuh Tuhan, yang tidak lurus hatinya,
dan yang jiwanya tidak setia pada Tuhan, telah menyerbu tanah orang-orang
Kristen dan membumihanguskan mereka dengan pedang dan api secara paksa.
Tidak sedikit orang-orang Kristen yang mereka tawan untuk dijadikan budak,
sementara sisanya dibunuh. Gereja-gereja, kalau tidak mereka hancurkan, mereka
jadikan masjid. Altar-altar diporak-porandakan. Orang-orang Kristen mereka
sunat, dan darahnya mereka tuangkan pada altar atau tempat-tempat pembaptisan.
Beberapa mereka bunuh secara keji, yakni dengan membelah perut dan mengeluarkan
ususnya. Mereka tending orang-orang Kristen, dan mereka dipaksa berjalan sampai
keletihan, hingga terjerembab di atas tanah. Beberapa dipergunakan sebagai
sasaran panah. Ada yang mereka betot lehernya, untuk dicoba apakah bias mereka
penggal dengan sekali tebas. Lebih mengerikan lagi perlakuan mereka terhadap
perempuan.
Kewajiban siapa lagi kalau bukan kalian, yang harus membalas dan merebut
kembali daerah-daerah itu? Ingatlah, Tuhan telah memberi kalian banyak
kelebihan dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain: semangat juang, keberanian,
keperkasaan dan ketidakgentaran menghadapi siapapun yang hendak melawan kalian.
Ingatlah pada keberanian nenek moyang kalian, pada kekaisaran Karel Agung dan
Louis, anaknya serta raja-raja lainnya yang telah membasmi Turki dan menegakkan
agama Kristen di tanah mereka. Kalian harus tergerak oleh makam kudus Tuhan
Yesus Sang Juru Selamat kita, yang kini ada di tangan orang-orang najis; kalian
harus bangkit berjuang, karena kalian telah tahu, banyak tempat-tempat suci
yang telah dikotori, diperlakukan secara tidak senonoh oleh mereka.
Hai para ksatria pemberani, keturunan nenek moyang yang tak tertaklukkan,
janganlah lebih lemah daripada mereka, tetapi ingatlah pada ketidakgentaran
mereka. Jika kalian ragu-ragu karena cinta kalian kepada anak-anak, isteri, dan
kerabat kalian, ingatlah pada apa yang Tuhan katakan dalam Injil: Ia yang
mengasihi ayah dan ibunya lebih daripada Aku, tidak pantas bagi-Ku
Jangan
biarkan apa yang menjadi kepunyaan kalian menghambat kalian. Kalian tak perlu
khawatir dengan apa yang menjadi kepunyaan kalian. Negeri kalian telah padat
penduduknya, dan dari semua sisi tertutup laut dan pegunungan. Tak banyak
kekayaan di sini, dan tanahnya jarang membuahkan hasil pangan yang cukup buat
kalian. Itulah sebabnya sering bertikai sendiri. Hentikan kesalingbencian dan
pertengkaran kalian, hentikan peperangan antar sesama kalian. Bergegaslah
menuju Makam Kudus, rebutlah kembali negeri itu dari orang-orang jahat, dan
jadikan miliki kalian. Negeri itu, seperti dikatakan di dalam
Alkitab, berlimpah susu dan madu, Allah memberikannya kepada anak-anak Bani
Israil. Yerussalem, negeri terbaik, lebih subur daripada lainnya, seolah-olah
surga kedua. Inilah tempat Juru Selamat kita dilahirkan, diperintah dengan
kehidupan-Nya, dan dikuduskan dengan penderitaan-Nya. Bergegaslah, dan kalian
akan memperoleh penebusan dosa, serta pahala di Kerajaan Surga.
Sumber: Buku Dracula Panglima Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib
Penerbit : Navila
---------------------------------
Yahoo! Answers - Get better answers from someone who knows. Tryit now.
[Non-text portions of this message have been removed]