justru saking tipisnya itulah, subaltern bisa muncul dan bersuara sesuai dengan konteksnya. Dalam kasus rezim Bakri vs NU Porong itu, kalau saya memposisikan diri saya sebagai penulis, saya justru lebih mncari suara apa yang muncul dari para korban, bukan konstruk elit (SANG FAIL) ttg korban, dan bukan pula mencari-cari sesuatu untuk disesuaikan dengan yang sudah saya pikirkan. itulah sebabnya, saya menulis ttg seorng penulis NU Porong yang akan berbcerita ttg pengalamannya melihat rezim Bakri dan aliansi broker-intelektual.... bagi saya, bukan soal menyuarakan atau clearing space tp justru persisnya adalah steering clear of all 'missionary claims' imposed to subalterns......
----- Original Message ---- From: Slamet Thohari <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, February 25, 2008 2:57:39 PM Subject: Re: [kmnu2000] Bakri versus NU Porong:SiapaFail, Siapa Maf'ul?(Bua Mas Baso) Yang saya takutkan dari Mas Baso adalah sampeyan bersuara atas nama subaltern. rata-rata intelktual NU begitu.. bukan menjadi "panitia" agar subaltern bicara dengan sendirinya. Apakah saat presenteasi paper anda ttg NU-Studies itu menyuarakan NU atau berusaha "clearing space" ttg NU. tipis Mas.. sulit dibedakan antara yang berbicara menyuarakan NU dengan menjadi pantia untuk suara NU. Kecuali kalau anda subaltern..pertanya an kembali pada diri anda? Amex Slamet Thohari (Amex) Yogyakarta ------------ --------- --------- --- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. [Non-text portions of this message have been removed] ____________________________________________________________________________________ Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search. http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping [Non-text portions of this message have been removed]
