Ok. Terimakasih buat Artikel dan infonya
Saya bermaksud menulis sejarah difabel.. membongkar kuasa medis di Indonesia 
yang menganggap difabel sebagai penyakit.
sejarahnya kira begini

  Sejak VOC (Verenidge Oost-Indische Compagnie) mengirim para dokter untuk 
serdadu-serdadu yang terluka. Secara formal dan sistematis tubuh-tubuh diurus 
oleh kuasa medis. Pada tahun 1621 mulailah dibangun berbagai rumah-rumah kecil 
khusus untuk pengobatan yang beredar di sekitar benteng-benteng Batavia dimana 
kuasa sejati ditancapkan. Kuasa medis semakin kuat dan meneguhkan dirinya sejak 
Tuan Walondo H.W Daendels membenahi sistem dan memperluas rumah-rumah medis 
bagi militer dengan membentuk jaringan rapi tahun 1808. 
  Medis menyentuh difabel pun semakin jelas, manakala Professor G.G.K 
Raindwardt Tahun 1820 memegang kendali manajerial urusan medis Hindia Belanda. 
Rumah sakit untuk sipil atau stadsverbandhuizen mulai dibuka, lebih jauh lagi 
di Batavia untuk pertama kalinya stadsverbandhuizen menangani orang yang 
mengindap usia renta atau menjadi crippled, sekalipun baru sebatas bagi para 
tahanan. (Scortino, 1996 dalam Peter Boomgard, 1996: 24-29). Demikian luka-luka 
dan keanehan-keanehan pada tubuh secara diam-diam tidak lagi berhubungan erat 
dengan Semar, Petruk, atau Sang Pencipta Surga. Namun bagaimana kemampuan 
dokter menata tulang, menjelaskan aliran darah, atau memberikan informasi 
tentang virus serta bakteri yang ada dalam tubuh
  Tubuh bukan lagi tubuh yang sakti, tapi tubuh yang sakit. Setiap yang sakit 
musti disembuhkan. Yang lantas, para dokter, menganalisa kaum difabel yang 
mengindap di dalamnya penyakit. Mereka pun dibedah, disuntik, ditata 
organ-organnya, jelasnya mereka direhabilitasi, selayaknya rumah yang rusak 
akibat  gempa. 
  Panti-asuhan (Nursing house), pusat rehabilitasi dibangun dimana-mana. Bahkan 
mereka yang sakit ini juga dkhususkan, karena tidak mungkin bergabung dengan 
yang lainnya yang bukan sakit. Untuk itu, lahirlah SLB (Sekolah Luar Biasa), 
dibangun untuk   memisahkan kaum difabel dari masyarakat. 
  Tubuh-tubuh difabel pun ditata, disendirikan. Karena sebuah kota selalu 
mengimpikan sebuah kerapian, kemudahan, simplifikasi, dan tentu saja kepatuhan. 
Foucault, untuk kesekian kalinya memperingatkan kita dengan membedah konsep 
govermantality yang berintikan pendisiplinan, kontrol, dan tentu saja berujung 
pada pembersihan demi sebuah impian “kota yang normal”.
  SLB ibarat kerangkeng (cage) penyucian agar para difabel bisa bersih dari 
penyakit atau “aib” yang dideritanya. Agar difabel mempunyai keahlian khusus: 
menjahit, sol sepatu, pijat berijazah, dst, karena hanya dengan ini mereka 
dapat menyesuaikan dengan alam “orang normal”. Itu berarti SLB merupakan 
wilayah penertiban, pendisiplinan dan penggodokan untuk orang difabel agar 
bagaimana mereka mampu mengikuti kehidupan dengan standar kenormalan. 
  Di Indonesia, kini terdapat 1.084 Sekolah Luar Biasa. Dari jumlah tersebut 
680 swasta dan 404 dikelola oleh pemerintah. Sekolah ini berdiri di mana-mana, 
dengan tipe dan bentuk yang berbeda-beda. Bahkan banyak diantaranya yang 
berdasar bentuk tubuh dan perbedaan kemampuan indera  mereka: SLB Tuna Daksa, 
SLB Tuna Netra, SLB Tuna Rungu dan seterusnya. Sekolah Luar Biasa mungkin 
adalah sekolah yang ingin mengeluarkan mereka menjadi “tidak biasa”. 
  Dari uraian sederhana ini, kesimpulan kecil pun dapat dipungut. Dunia penuh 
dengan kuasa. Kuasa “orang normal” adalah salah satu kuasa yang paling besar. 
Kehadirannya terwujud dalam tulisan atau renungan para ahli tafakur, ada dalam 
seorang novelis jorok yang suka nimum kopi di Starbucks, para arsitektur 
minimalis, dan mungkin ada pada laci pikiran Anda.
  Nah.. untuk yang ini sebenarnya ada teman yang juga ikut mailis ini... 
namanya Yoyok dia orang syarekat punya mas Imam itu..

Saya kira generasi Muda NU sudah saatnya bersuara.. dalam berbagai suara... 
studi studi yang menurut saya tida melulu NU.... apa lagi fa'il maf'ull apaan 
itu terus terang... say agak begitu ngerti apa maksunya..

Salam.. 


Slamet Thohari (Amex) Yogyakarta
       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke