Wa'alaikassalaam,

 

Kang harry nggak usah ngambek gitu donk, please deh...

Lakukan saja yg biasa anda lakukan dalam kegiatan berdakwah, pertanyaan2
anda, kegundahan anda, dan uneg2 anda yg lain sangat bisa dipahami. Anda
tinggal di Bandung ya sering2 silaturahmi ke masjid alun2 bandung disana
ada banyak kyai dan habib yg bisa menjawab kegundahan anda itu. Saudara2
saya yang tinggal di bandung adem2 saja tuh ngadepin orang2 yg suka
membid'ahkan ritual nahdliyin, biasanya yg suka ngajak debat dari persib
(persis bandung) soalnya dedengkotnya banyak disini.  Juga ormas2
keluaran timur tengah spt HTI dan yg lain2nya.  

Daerah2 dalam kota yg mungkin bisa jadi rujukan dalam bersilaturahmi
misalnya di assalam - antapani, masjid agung alun2 dan sekitarrnya,
tamansari bawah, daerah cikondang - tmp cikutra ke atas dekat borma,
sukamiskin, bahkan sekarang ada pengajian tasawuf di daerah dago yg
diasuh teman2 dosen dari itb.  Oh ya tambahan jangan lupa langganan
majalah "AL-KISAH".

Demikian.

 

Oh ya...Jangan terlalu meresahkan teman2 yg lagi berdebat ttg jabiri,
habermas, gadamer, recour, Edward said, spivak, dst,dst...ya mereka
sedang mengeksplore keilmuannya atau dg bahasa yg lain sedang
menunjukkan kegenitan inteletualnya.  Soalnya jarang2 milis ini ada
diskusi yg bernash, sekarang pas mas baso & kang yunus serta gus robbeth
nongol jadi rame lagi...menggairahkan pemikiran begitu...

 

Salam,

syaikhul

 

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of HarryMau
Sent: Friday, February 29, 2008 8:08 PM
To: [email protected]
Subject: [kmnu2000] Re: Gak Tahu Harus diberi Subjek Apa?

 

Assalamu`alaikum,

Jazakallah Pak Kiyai, sampai sempet-sempetnya mengomentari celoteh saya.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya, kepada panjenengan dan semua
Doktor dan calon Doktor serta Professor, .... sikap seperti inilah yang
sangat saya sayangkan, kenapa? Karena justeru jawaban seperti itu (yang
sangat simplistis) yang biasa dijadikan amunisi oleh mereka untuk
menembaki kami.
Kalau saya menjawabnya seperti itu, matilah NU!

Yaa ... pasti, panjenengan semuanya tidak akan pernah merasakan
berhadapan dengan masyarakat kecil yang kebingungan mengenai keabsahan
ritualnya (sebab panjenengan semua berhadapannya hanya dengan mahasiswa
yang tidak akan menanyakan hal "seremeh" itu, atau santri yang cukup
dijawab dengan kitab kuning, atau .... ya memang lingkungannya yang NU
tok)

Sedangkan saya? Wahhh .... cape deh!
Saya hidup di daeah (Maaf P**SIS) di Bandung membuka madrasah, anak-anak
yang ngaji ada sekitar 150, ibu-ibunya 100an, mereka yg menengah ke
bawah pada dasarnya secara kultur adalah NU, tapi karena terus-terus
dihantam, yaaa ... abu-abu lah jadinya, itu paling untung!
Sedang yang elitnya jelas ikut mereka karena malu kalah dalil. 

Tekanan ke saya? Wah .... jangan ditanya itu!
Sampai Ramadhal 2 tahun kebelakang, saya ditantang debat di Mesjid Pusat
Kota Bandung, tak tanggung-tanggung ... melawan seorang Ustadz sepuh
mereka (Ketua Dewan Hisbah Pusat)!

Di Bandung sangat sulit menemukan nahdliyin yang "mendalam", entitas
organisasinyanya banyak, samapi ranting pun ada, tapi mereka hanya
sebatas kama qala anu! Yang elitnya malah lebih hafazh sama rincian
PERDA atau UU Pemilu, daripada meneliti ibarat ritual.

Apa ini akan dibiarkan oleh panjenengan semua yang sangat alim? Atau
wilayah dakwah panjenengan hanya di JATENG dan JATIM saja? Sedang
Bandung gak masuk daftar dakwah?

Yaa ... paling tidak, dukung lah dakwah kami dengan buku-buku karya
panjenengan tentang hal tersebut secara mendalam! Insya Allah akan saya
beli kok, tidak meminta! Kalau orientasinya uang, saya yakin, Insya
Allah itu pun akan jadi uang!

Duh ... maaf, ini mulut saya sampai berbusa ....!

NB:
Kepada Panjenengan yang sedang menuntut ilimu di luar, yang prihatin
terhadap dakwah kami,
mohon tolong kepada yang punya akses ke kitab-kitab karya Syaikh Hasan
al Seggaf (saya baru punya satu, itu pun fc -shahih shifat shalat nabi-)
serta karya ulama lainnya yang saya tidak tahu, yang isinya membela
hujah ritual nahdliyah, untuk memberikan info (JAPRI), segala biaya
pembelian dan shipping akan kami ganti, insya Allah menjadi bagian dari
dakwah panjenengan semua!
Jazakumullah khayran katsira!

Wassalam,
HarryMau






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke