Saya ucapkan apresiasi setinggi2nya kepada saudara Muhib, Irwan,
Aceng, Amir, Faiq, Imam, Maria, ii, rauf, dan jajaran pengurus
lakpesdam lainnya. Sungguh capaian yang luar biasa. Semoga tetap
semangat dan terus dikembangkan. Indonesia akan merindukan, pemikir
seperti teman2 lakpesdam. Caio.

Salam hangat
RQ

-Maafkan aku tidak bisa mengabdi secara sempurna di lakpesdam mesir-






--- In [email protected], "-MGR-" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Membaca sinopsis diskusi ini, sedaaaaaaaaaap, sedap bahasanya, sedap
> idenya... pengennya aku juga ikut menyantap.
> 
> Selamat
> 
> Guntur
> 
> --- In [email protected], PCINU MESIR <pcinu_egypt@> wrote:
> >
> > Al-Qur`an merupakan miracle (mu'jizat) yang telah
> > menarik perhatian umat manusia di muka bumi. Tidak
> > hanya dunia Timur yang menjadikannya sebagai objek
> > studi, universitas-universitas Barat pun menyadari
> > urgensi pengembangan kajian keislaman dalam bidang
> > Qur`anic Studies. Sebagai verbum dei (kalâm Allâh),
> > al-Qur`an tidak hanya dipelajari oleh al-Thabari,
> > al-Qurthubi dan al-Zamakhsyari, tetapi juga telah
> > menjadi concern pakar-pakar Islamologi.
> > 
> > Qur`anic Studies telah melewati bentangan sejarah
> > cukup panjang. Dalam babakan-babakan sejarah itu,
> > Qur`anic Studies dalam frame orientalisme tak
> > terelakkan terperangkap dalam zona akademis yang
> > kompleks. Dikatakan kompleks, sebab ia lekat dengan
> > motif-motif yang amat variatif. Pada periode tertentu,
> > Qur`anic Studies muncul sebagai proyek apologis
> > missionaris yang bertujuan untuk melakukan konversi
> > (evangelism). Namun ia acap muncul sebagai proyek
> > material kolonialisme yang menggelikan, atau tak
> > jarang semata-mata didorong sekadar memenuhi rasa
> > ingin tahu (intellectual curiosity). Kompleksitas
> > tertentu juga dapat ditemui dalam diskontinuitas
> > Qur`anic Studies, di mana secara evolutif ia mengalami
> > transformasi-transformasi internal akibat varian
> > perangkat metodologis yang digunakan.
> > 
> > Nampak aksiomatis bahwa sejatinya ada perbedaan
> > mendasar antara kajian al-Qur`an di Barat dengan di
> > Timur. Determinan bagi perbedaan tersebut terkait
> > dengan pendekatan yang digunakan oleh masing-masing
> > pihak. Senapas dengan iklim rasionalitas yang
> > digandrunginya, pihak Barat (orientalis) mendekati
> > al-Qur`an dengan melakukan upaya sofistifikasi.
> > Sedangkan kalangan akademisi Timur, kerap memaksakan
> > beberapa "simplifikasi" dalam kajian al-Qur`an sebagai
> > keniscayaan dari keimanan paripurna dan absolut atas
> > al-Qur`an.
> > 
> > Sebagian pihak menambahkan bahwa perbedaan asasi di
> > antara keduanya justru berada dalam ranah ideologi.
> > Timur menganggap, diskursus kritis atas al-Qur`an yang
> > dikembangkan oleh kalangan Barat, tak lain merupakan
> > manifestasi pandangan minor Barat terhadap Timur.
> > Sementara Barat meyakini, kesetengah-hatian para
> > sarjana Timur dalam mengkaji al-Qur`an lebih
> > dikarenakan adanya ketakutan terkuaknya carut-marut
> > yang melingkupi diskursus-diskursus terkait al-Qur`an.
> > 
> > Dalam konteks kekinian, mengkaji rupa-rupa diskursus
> > al-Qur`an yang dilakukan sarjana Barat terasa perlu
> > dan bahkan menjadi wajib. Selain bermaksud memperoleh
> > pemahaman yang terang benderang seputar al-Qur`an
> > dalam perspektif sarjana Barat, pembacaan tersebut
> > diharapkan mampu menjadi modal awal dalam melakukan
> > komparasi kajian al-Qur`an antara sarjana Barat dengan
> > para intelektual Timur. Pun mampu mengurangi
> > ketegangan-ketegangan yang menimpa keduanya.
> > 
> > Dus, untuk memperoleh wawasan "empuk" seputar
> > komparasi pembacaan kesarjanaan Islam dan Barat
> > terhadap al-Qur`an, maka hadirilah Simposium LAKPESDAM
> > & Launching Jurnal NUANSA Edisi XVI (QUR`ANIC STUDIES;
> > Dialog Sarjana Islam dan Barat) dengan tema "QUR`ANIC
> > STUDIES; Perspektif Kesarjanaan Islam dan Barat".
> > 
> > Acara ini diselenggarakan pada:
> > Hari/Tanggal: Rabu, 5 Maret 2008
> > Waktu: 14-00 WK.-selesai
> > Tempat: Griya Jawa Tengah
> > 
> > Narasumber:
> > 1. Muhammad Mawhiburrahman (Koordinator LAKPESDAM)
> > 2. Irwan Masduqi (Pinum jurnal NUANSA & Aktivis senior
> > LAKPESDAM)
> > 3. Muzammil Imran, S.Ag. (Peneliti senior FORDIAN)
> > 4. Afra Abidah Ismail, MA. (Tokoh senior WIHDAH)
> > 
> > Acara ini diselenggarakan atas kerjasama LAKPESDAM
> > (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia)
> > PCINU Mesir, Jurnal NUANSA PCINU Mesir & KSW (Kelompok
> > Studi Wali Songo)
> > 
> > Disponsori oleh:
> > 1.  Zahra Restaurant
> > 2.  Basmallah Restaurant I & II
> > 3.  Pasifik Restaurant
> > 4.  Oriental Restaurant
> > 5.  La Tansa Restaurant
> > 6.  Singgalang Restaurant
> > 7.  Anami Travel
> > 8.  Speed Transfer
> > 9.  Agla Family Express
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >       ___________________________________________________________ 
> > Rise to the challenge for Sport Relief with Yahoo! For Good  
> > 
> > http://uk.promotions.yahoo.com/forgood/
> >
>


Kirim email ke