Menurut saya, Musdah Mulia itu sudah ketagihan dengan gagasan-gagasan
mengenai kebebasan (liberalisme), lalu mabuk dan membabi buta. Ada yang
tidak difikirkannya bahwa manusia punya sifat manja, kanak-kanak, nakal,
iseng, kolokan, sinis, bengis, curang, dan kejam, sehingga kebebasan itu
tidak perlu dibela mati-matian. Ada nash Tuhan (baca: kodrat) yang perlu
jadi acuan berfikir secara deduktif.

Salam semuanya,
Anam




On Tue, Apr 1, 2008 at 5:35 PM, Ahmad Ridho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>    Musdah Mulia: Islam Mengakui Lesbianisme
>
> Senin, 31 Maret 2008
>
> Aktivis liberal Siti Musdah Mulia mengatakan, lesbian
> dan homosekstual diakui dalam Islam. Diskusi juga
> menyalahkan para ulama yang melarang perilaku
> menyimpang ini.
> Tanggapan saya singkat saja tentang orang tersebut, silakan dia menjadi
> lesbian terlebih dahulu, mau bikin maksiat kok ngajak2 (walaupun secara
> tidak langsung)..sumpah..saya BERTAMBAH YAKIN BAHWA orang ini MEMANG SAKIT
> JIWA..
>
> Hidayatullah. com--Homosek dan homoseksualitas adalah
> kelaziman dan dibuat oleh Tuhan, dengan begitu
> diizinkan juga dalam agama Islam, demikian salah satu
> ucapan Musdah Mulia dalam sebuah diskusi di Jakarta
> pada hari Kamis, 27 Maret 2008 kemarin.
>
> Homoseks-Homoseks dan homoseksualitas bersifat alami
> (wajar) yang diciptakan oleh Allah, seperti itu
> diizinkan dalam Islam, demikian hasil diskusi yang
> diselenggarakan di Jakarta itu.
>
> Dalam diskusi itu juga disebutkan, sarjana-sarjana
> Islam moderat mengatakan tidak ada pertimbangan untuk
> menolak homoseks dalam Islam, dan bahwa pelarangan
> homoseks dan homoseksualitas hanya merupakan tendensi
> para ulama.
>
> Selain diskusi menyalahkan para ulama, juga menuduh
> banyak Muslim lainnya didasarkan pada
> penafsiran-penafsir an berfikir sempit dalam
> pengajaran-pengajar an Islam.
>
> Siti Musdah Mulia wakil Indonesia Conference of
> Religions and Peace mengutip Surat al-Hujurat (49:3)
> yang mengatakan bahwa salah satu berkah untuk manusia
> adalah bahwa semua para laki-laki dan perempuan
> bersifat sama, dengan mengabaikan etnisitas, kekayaan,
> posisi-posisi sosial atau bahkan orientasi seksual.
>
> "Tidak ada perbedaan antara lesbian dan tidak lesbian.
> Dalam pandangan Allah, orang-orang dihargai didasarkan
> pada keimanan mereka," dia juga mengatakan dalam
> diskusi yang diorganisir oleh NGO, Arus Pelangi.
>
> "Dan membicarakan tentang keimanan adalah hak istimewa
> Allah untuk menghakimi," ujarnya dikuti koran The
> Jakarta Post.
>
> "Inti sari dari agama (Islam) adalah memanusiakan
> manusia, rasa hormat dan memuji mereka."
>
> Musdah juga mengatakan homoseksualitas dari Tuhan dan
> sebaiknya dianggap sebagai suatu kelaziman,
> menambahkan tidak didorong hanya oleh nafsu.
>
> Redaktur Majalah Mata Air, Soffa Ihsan juga
> mengatakan, penghakuan heterogenitas Islam juga
> sebaiknya memasukkan homoseksualitas.
>
> Dia mengatakan orang Muslim perlu terus melakukan
> ijtihad untuk menghindari paradigma lama dengan tanpa
> mengembangkan interpretasi yang berpandangan terbuka.
>
> Nurofiah dari NU mengatakan yang menyebabkan
> pelarangan gender akibat kontruk sosial.
>
> "Seperti prasangka bias jender atau patriarchy,
> prasangka penyimapangan sosial dibuat. Akan
> benar-benar berbeda jika kelompok yang menguasai
> menjadi pelaku homoseksualitas, " katanya.
>
> Selain Musdah Mulia, permbicara yang ikut hadir adalah
> Nurofiah dari Nahdlatul Ulama (NU), wakil Hizbut
> Tahrir Indonesia, dan wakil Majelis Ulama Indonesia
> (MUI).
>
> Kelompok Arus Pelangi mengatakan, di beberapa tempat,
> di Indonesia, perilaku homosek sudah diakui. "Kita
> mengetahui bahwa di Ponorogo (Jawa Timur)telah ada
> pengakuan homoseksualitas, " ujar pemimpin Arus
> Pelangi, Rido Triawan.
>
> Sementara itu, Wakil MUI dan HTI mengutuk perilaku
> yang termasuk hombreng ini.
>
> "Ini merupakan suatu dosa. Kita tidak akan
> mempertimbangkan, menganggap homoseks sebagai musuh,
> tetapi kita akan membuat mereka sadar bahwa apa yang
> mereka sedang lakukan adalah salah," ujar Wakil Ketua
> MUI, Amir Syarifuddin.
>
> Rokhmat, dari HTI, beberapa kali meminta
> peserta-peserta homoseksual yang hadir dalam acara itu
> segera untuk menyesali dan secara berangsur-angsur
> kembali ke jalan yang benar.
>
> Arus Pelangi dibentuk pada tanggal 15 Januari 2006 di
> Jakarta dengan kantor secretariat di Jalan Tebet Dalam
> 4 no 3 Jakarta Selatan. Arus Pelangi, sesuai namanya,
> adalah NGO tempat mangkalnya kaum lesbian dan, gay,
> bisexual dan transgender (LGBT).
>
> Dalam pasal keanggotan AD/ART Arus Pelangi disebutkan,
> "Individu yang mempunyai orientasi seksual LGBT
> dan/atau individu yang mempunyai orientasi
> heterosexual yang mempunyai komitmen dalam
> memperjuangkan hak-hak dasar LGBT." [jp/cha, berbagai
> sumber/www.hidayatu llah.com]
>
> ---------------------------------
> No Cost - Get a month of Blockbuster Total Access now. Sweet deal for
> Yahoo! users and friends.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke