Sepertinya memang perlu diperjelas lagi apa yang dimaksud islam mengakui lesbianisme ??? karena perilaku homo (kecenderungan menyukai sesama jenis dalam hal orientasi sex) lebih banyak dikecam oleh al qur'an. Mosok kecaman diidentikkan dengan pengakuan.
Menurut hemat saya, siapapun orangnya termasuk homo ataupun lesbian ia berhak hidup dan berhak beribadah (inna akramakum indallahi atqakum), namun bila orientasi sexnya mengarah pada homo atau lesbi maka itu termasuk berakhlakul mazmumah dan ini adalah kewajiban moral bersama untuk menolong ybs, cuma terkadang para komunitas lesbian merasa tidak ada yang salah dengan kondisi mereka, ini yang repot. Wassalam Abdul Mu'iz > Menurut saya, Musdah Mulia itu sudah ketagihan dengan gagasan-gagasan > mengenai kebebasan (liberalisme), lalu mabuk dan membabi buta. Ada yang > tidak difikirkannya bahwa manusia punya sifat manja, kanak-kanak, nakal, > iseng, kolokan, sinis, bengis, curang, dan kejam, sehingga kebebasan itu > tidak perlu dibela mati-matian. Ada nash Tuhan (baca: kodrat) yang perlu > jadi acuan berfikir secara deduktif. > > Salam semuanya, > Anam > > > > > On Tue, Apr 1, 2008 at 5:35 PM, Ahmad Ridho <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >> Musdah Mulia: Islam Mengakui Lesbianisme >> >> Senin, 31 Maret 2008 >> >> Aktivis liberal Siti Musdah Mulia mengatakan, lesbian >> dan homosekstual diakui dalam Islam. Diskusi juga >> menyalahkan para ulama yang melarang perilaku >> menyimpang ini. >> Tanggapan saya singkat saja tentang orang tersebut, silakan dia menjadi >> lesbian terlebih dahulu, mau bikin maksiat kok ngajak2 (walaupun secara >> tidak langsung)..sumpah..saya BERTAMBAH YAKIN BAHWA orang ini MEMANG >> SAKIT >> JIWA.. >> >> Hidayatullah. com--Homosek dan homoseksualitas adalah >> kelaziman dan dibuat oleh Tuhan, dengan begitu >> diizinkan juga dalam agama Islam, demikian salah satu >> ucapan Musdah Mulia dalam sebuah diskusi di Jakarta >> pada hari Kamis, 27 Maret 2008 kemarin. >> >> Homoseks-Homoseks dan homoseksualitas bersifat alami >> (wajar) yang diciptakan oleh Allah, seperti itu >> diizinkan dalam Islam, demikian hasil diskusi yang >> diselenggarakan di Jakarta itu. >> >> Dalam diskusi itu juga disebutkan, sarjana-sarjana >> Islam moderat mengatakan tidak ada pertimbangan untuk >> menolak homoseks dalam Islam, dan bahwa pelarangan >> homoseks dan homoseksualitas hanya merupakan tendensi >> para ulama. >> >> Selain diskusi menyalahkan para ulama, juga menuduh >> banyak Muslim lainnya didasarkan pada >> penafsiran-penafsir an berfikir sempit dalam >> pengajaran-pengajar an Islam. >> >> Siti Musdah Mulia wakil Indonesia Conference of >> Religions and Peace mengutip Surat al-Hujurat (49:3) >> yang mengatakan bahwa salah satu berkah untuk manusia >> adalah bahwa semua para laki-laki dan perempuan >> bersifat sama, dengan mengabaikan etnisitas, kekayaan, >> posisi-posisi sosial atau bahkan orientasi seksual. >> >> "Tidak ada perbedaan antara lesbian dan tidak lesbian. >> Dalam pandangan Allah, orang-orang dihargai didasarkan >> pada keimanan mereka," dia juga mengatakan dalam >> diskusi yang diorganisir oleh NGO, Arus Pelangi. >> >> "Dan membicarakan tentang keimanan adalah hak istimewa >> Allah untuk menghakimi," ujarnya dikuti koran The >> Jakarta Post. >> >> "Inti sari dari agama (Islam) adalah memanusiakan >> manusia, rasa hormat dan memuji mereka." >> >> Musdah juga mengatakan homoseksualitas dari Tuhan dan >> sebaiknya dianggap sebagai suatu kelaziman, >> menambahkan tidak didorong hanya oleh nafsu. >> >> Redaktur Majalah Mata Air, Soffa Ihsan juga >> mengatakan, penghakuan heterogenitas Islam juga >> sebaiknya memasukkan homoseksualitas. >> >> Dia mengatakan orang Muslim perlu terus melakukan >> ijtihad untuk menghindari paradigma lama dengan tanpa >> mengembangkan interpretasi yang berpandangan terbuka. >> >> Nurofiah dari NU mengatakan yang menyebabkan >> pelarangan gender akibat kontruk sosial. >> >> "Seperti prasangka bias jender atau patriarchy, >> prasangka penyimapangan sosial dibuat. Akan >> benar-benar berbeda jika kelompok yang menguasai >> menjadi pelaku homoseksualitas, " katanya. >> >> Selain Musdah Mulia, permbicara yang ikut hadir adalah >> Nurofiah dari Nahdlatul Ulama (NU), wakil Hizbut >> Tahrir Indonesia, dan wakil Majelis Ulama Indonesia >> (MUI). >> >> Kelompok Arus Pelangi mengatakan, di beberapa tempat, >> di Indonesia, perilaku homosek sudah diakui. "Kita >> mengetahui bahwa di Ponorogo (Jawa Timur)telah ada >> pengakuan homoseksualitas, " ujar pemimpin Arus >> Pelangi, Rido Triawan. >> >> Sementara itu, Wakil MUI dan HTI mengutuk perilaku >> yang termasuk hombreng ini. >> >> "Ini merupakan suatu dosa. Kita tidak akan >> mempertimbangkan, menganggap homoseks sebagai musuh, >> tetapi kita akan membuat mereka sadar bahwa apa yang >> mereka sedang lakukan adalah salah," ujar Wakil Ketua >> MUI, Amir Syarifuddin. >> >> Rokhmat, dari HTI, beberapa kali meminta >> peserta-peserta homoseksual yang hadir dalam acara itu >> segera untuk menyesali dan secara berangsur-angsur >> kembali ke jalan yang benar. >> >> Arus Pelangi dibentuk pada tanggal 15 Januari 2006 di >> Jakarta dengan kantor secretariat di Jalan Tebet Dalam >> 4 no 3 Jakarta Selatan. Arus Pelangi, sesuai namanya, >> adalah NGO tempat mangkalnya kaum lesbian dan, gay, >> bisexual dan transgender (LGBT). >> >> Dalam pasal keanggotan AD/ART Arus Pelangi disebutkan, >> "Individu yang mempunyai orientasi seksual LGBT >> dan/atau individu yang mempunyai orientasi >> heterosexual yang mempunyai komitmen dalam >> memperjuangkan hak-hak dasar LGBT." [jp/cha, berbagai >> sumber/www.hidayatu llah.com] >> >> --------------------------------- >> No Cost - Get a month of Blockbuster Total Access now. Sweet deal for >> Yahoo! users and friends. >> >> [Non-text portions of this message have been removed] >> >> >> > > > [Non-text portions of this message have been removed] > >
