Pertama, tentu si penulis tidak gentle untuk menuliskan namanya dan memang dari pertama kali Judul, sudah sarat dengan memojokkan dan men-stigma negatif terhadap Gus Dur dengan panggilan "Dur" saja.
Kedua, tentu arah penulisannya sepihak atau 1 arah, tanpa melakukan konfirmasi ke Gus Dur tentang alasan dan lainnya, sehingga bisa ditebak memang dari awal untuk menjatuhkan Gus Dur. Ketiga, terkait kepentingan Gus Dur di sana, saya yakin bukan secara kongruen, sebangun dan serupa dengan kepentingan Gus Dur untuk ikut merayakan duka palestina. Itu tidak mungkin. Namun kalau kita lihat dari informasinya, kepentingan Gus Dur disana adalah bagian dari kepentingan global tentang perdamaian, pluralisme dan usaha perlindungan terhadap minoritas. Dan Gus Dur mendapat penghargaan atas prestasi perjuangannya selama ini. Keempat, Gus Dur adalah tokoh agama yang terkenal luas secara dunia dalam hal toleransi dan perdamaian serta lintas apapun. Sehingga kegiatan yang dilakukan pun bisa dibilang tidak tersekat2, termasuk ke Israel. Posisinya dimanapun tidak memihak, itu menurut pandangan saya. Keberpihakannya pada nilai perdamaian, demokrasi dan hak asasi manusia. Silakan koreksi ... Salam, http://generasipkb.wordpress.com ali mahmudi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: assalamu'alaikum wr wb Jika ada muslim non NU bertanya ttg hal ini... Bagaimana caranya menjelaskan ? wassalam Ali Mahmudi Dur dan Duka Palestina Selasa, 13 Mei 08 08:28 WIB Illan Pape, sejarawan Israel, pernah memaparkan bagaimana cara yang dilakukan teroris Zionis-Yahudi untuk mengusir bangsa Palestina dari rumah dan kampung mereka di tahun 1948. Kala itu bangsa Palestina masih mendiami sebagian besar tanah airnya, di saat bersamaan, orang-orang Zionis-Yahudi dari segala penjuru dunia didatangkan oleh komplotan teroris Zionis Internasional ke tanah Palestina untuk mengusir orang-orang Palestina dan mendirikan negara Yahudi di sana. Salah satu cara orang-orang Yahudi untuk mengusir rakyat Palestina dari tanah dan kampungnya adalah dengan mengepung desa mereka dari tiga arah. Satu arah dibiarkan terbuka. Setelah dari tiga sisi dikepung, orang-orang Yahudi yang bersenjata itu menembaki orang-orang Palestina, siapa saja. Tujuannya adalah untuk menimbulkan ketakutan sehingga mereka, orang-orang Palestina itu, keluar dari rumah-rumah mereka dan meninggalkan kampung mereka. Cara-cara ini biasa dilakukan pada malam hari tatkala orang-orang Palestina tengah terlelap sehingga ketika mereka berlari meninggalkan rumahnya, mereka tidak membawa bekal apa pun. Setelah desa berhasil dikosongkan, maka orang-orang Yahudi itu saat itu juga menduduki wilayah tersebut dan mengklaim tanah itu sebagai tanah milik orang Yahudi. The Homeland. Selain cara mengepung dari tiga arah, orang-orang Yahudi juga menggunakan cara pengepungan empat arah. Jika cara ini yang dipakai maka yang terjadi adalah pembantaian terhadap seisi desa. Orang-orang Palestina, besar-kecil, tua-muda, dibantai dan dibunuh. Setelah semuanya menemui ajal, maka desa itu pun diduduki oleh orang-orang Yahudi dan diberi nama dengan bahasa Ibrani, ujar Pape yang atas kejujurannya ini menuai kecaman dari banyak tokoh Israel dan dianggap sebagai sangat berlebihan. Di saat-saat itu, ada tiga organisasi teroris Israel yang terkenal yakni Stern, Haganah, dan Irgun. Dengan cara teror, pembantaian, pemerkosaan, kriminal, inilah negara Israel didirikan. Dan ironisnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa merestuinya. Padahal, apa yang dilakukan Israel adalah ilegal dan kriminal. Dur Peringati Berdirinya Negara Israel Sepanjang tahun, setiap Mei dirayakan oleh orang-orang Palestina dan juga orang-orang Israel. Bangsa Palestina memperingati sebagai momentum pengusiran mereka dari tanah airnya (Palestine Nakba), sebuah momentum yang sangat pedih dan pahit, yang harus dibayar dengan nyawa dan darah jutaan bangsa Palestina sampai sekarang. Sedang orang-orang Zionis-Israel merayakannya dengan penuh sukacita dan menganggap momentum itu sebagai hari kemerdekaan bagi negara mereka. Orang waras yang tidak pernah makan bangku sekolahan pun, asal masih punya nurani, akan berdiri di sisi bangsa Palestina dan mengecam orang-orang Israel. Tapi sayangnya, seorang Abdurahman Wahid malah memilih bersama orang-orang Israel. Bahkan Dur menyatakan akan menghadiri peringatan hari kemerdekaan Negara Israel. Dur pun pergi ke Amerika Serikat memenuhi undangan organisasi Zionis Yahudi Simon Wiesenthal Center untuk menerima penghargaan The Jewish Medal of Varlor, sebuah medali penghargaan bagi orang-orang yang terbukti berani menjadi tameng bagi kepentingan Zionis-Yahudi di dunia. Dalam wawancara dengan Hidayatullah, tokoh HAMAS Musa Abdul Marzuq mengomentari kelakuan Dur ini dengan mengatakan, Sungguh memalukan! Ini sama saja dengan merayakan dan mensyukuri pembantaian yang menimpa rakyat Palestina yang dilakukan oleh kaum Zionis-Israel! Namun apa pun yang terjadi, ya inilah sosok Dur. (rz) sumber: http://www.eramuslim.com/berita/tha/8513081551-dur-dan-duka-palestina.htm --------------------------------- Miss your Messenger buddies when on-the-go? Get Messenger on your Mobile! [Non-text portions of this message have been removed]
