walah kang-kang.....knpa harus repot-repot mbelani GD? wong yang di hujat/dibelani aja ga *nggaple* kok. GD tetep enjoy dngn apa yang selam ini Beliau perbuat..... ngapain sampean susah2 mikirke kuwe... mbok mikirke tonggone sing rung mangan 3 dino...:P
On 5/15/08, gue banget <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kang Ubaid Azizie, > > Soal GD, saya cuma mau bilang sama sampeyan: ada yang pro, ada yang kontra; > ada yang suudzon, ada yang khusnudzon; ITU BIASA. Ridla al-nas ghayatun la > tudrak. Ma la yudraku kulluhu, la yutraku kulluhu. Gitu aja koq repot. Bravo > Gus Dur! > > Salam, > www.suratno77.multiply.com > > > ubaid azizie <[EMAIL PROTECTED] <1001malam%40gmail.com>> wrote: > Kayaknya sulit kang Maul menjelaskan kepada mereka yg antipati ama GD. > Selama ini posisi GD selalu dianggap abu2. Tidak sekalipun (belum?) action > GD yg secara tegas dan terang2an mengutuk kekejaman Israel. Atau paling > tidak menunjukkan keberpihakan kepada perjuangan rakyat Palestina. Sehingga > kesan yg timbul, GD lebih "ngakrab" ma Israel daripada sama Palestina yg > notabene msih saudara seiman. Lebih2 keaktifan beliau dalam organisasi > semacam yayasan Simon Peres, menjadikan stigma negatif tak lepas dari > pribadi beliau. > > Membaca GD akan mendapatkan penghargaan dlm bidang perdamaian dari Simon > Wieshental, sekilas menumbuhkan harapan buat saya bahwa hal ini sedikit > bnyak akan mengangkat kesan positif. Tapi siapa sangka , penghargaan ini yg > bagi sebagian orang adalah bergengsi, namun di mata yg kontra GD adalah > dianggap aib. Simon yg inipun dianggap tak lebih sebagai donatur dan corong > dari kaum Zionis menurut mereka, dan akibatnya sekali lagi GD mendapat cap > negatif. > > Mungkin saya sama seperti sampean kang Maul, berusaha untuk bersikap > husnuddhon. > Untuk sekedar menjelaskan kepada mereka yg antipati sama GD, bukan perkara > mudah. Bila kita diskusi dengan mereka, kedudukan kita akan selalu dianggap > "taklid buta", mem-bebek dan cap-cap negatif yg lain. Karna kita hanya > sekedar menerka-nerka apa yg ada dibalik sarung (sikap) GD. Pengalaman ini > tentu sudah sering sampean rasakan bukan? salah satunya di DF hehehe. > > Saya yg awam ini, cuma punya keinginan bahwa rahasia2 dibalik ke-nylenehan > sikap GD, secepatnya terkuak hakekatnya.Paling tidak bisa mengurangi rasa > emosi dan kebencian mereka kepada GD. Dan pada akhirnya saya bisa tersenyum > sinis kepada mereka hehehe. > Atau kalau cuma seperti itu, mungkinkah GD cukup menunjukkan rasa anti dan > sikap konfrontasi langsung kepada Israel? Sehingga kita gk perlu repot2 > men-cover kenylenehan2 GD. > Apakah hal yg hil ini sesuatu yg mustahil? > Lagi lagi GD lebih tahu apa yg beliau mau. > > Wasslam.... > Ubaid > > 2008/5/13 [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED] <amaz_axe27%40yahoo.com>>: > > > Pertama, tentu si penulis tidak gentle untuk menuliskan namanya dan > > memang dari pertama kali Judul, sudah sarat dengan memojokkan dan > men-stigma > > negatif terhadap Gus Dur dengan panggilan "Dur" saja. > > > > Kedua, tentu arah penulisannya sepihak atau 1 arah, tanpa melakukan > > konfirmasi ke Gus Dur tentang alasan dan lainnya, sehingga bisa ditebak > > memang dari awal untuk menjatuhkan Gus Dur. > > > > Ketiga, terkait kepentingan Gus Dur di sana, saya yakin bukan secara > > kongruen, sebangun dan serupa dengan kepentingan Gus Dur untuk ikut > > merayakan duka palestina. Itu tidak mungkin. Namun kalau kita lihat dari > > informasinya, kepentingan Gus Dur disana adalah bagian dari kepentingan > > global tentang perdamaian, pluralisme dan usaha perlindungan terhadap > > minoritas. Dan Gus Dur mendapat penghargaan atas prestasi perjuangannya > > selama ini. > > > > Keempat, Gus Dur adalah tokoh agama yang terkenal luas secara dunia dalam > > hal toleransi dan perdamaian serta lintas apapun. Sehingga kegiatan yang > > dilakukan pun bisa dibilang tidak tersekat2, termasuk ke Israel. > Posisinya > > dimanapun tidak memihak, itu menurut pandangan saya. Keberpihakannya pada > > nilai perdamaian, demokrasi dan hak asasi manusia. > > > > Silakan koreksi ... > > > > Salam, > > http://generasipkb.wordpress.com > > > > ali mahmudi <[EMAIL PROTECTED] <amahmudi%40hotmail.com> <amahmudi% > 40hotmail.com>> wrote: > > assalamu'alaikum wr wb > > > > Jika ada muslim non NU bertanya ttg hal ini... > > Bagaimana caranya menjelaskan ? > > > > wassalam > > Ali Mahmudi > > > > > > Dur dan Duka Palestina > > Selasa, 13 Mei 08 08:28 WIB > > Illan Pape, sejarawan Israel, pernah memaparkan bagaimana cara yang > > dilakukan teroris Zionis-Yahudi untuk mengusir bangsa Palestina dari > rumah > > dan kampung mereka di tahun 1948. Kala itu bangsa Palestina masih > mendiami > > sebagian besar tanah airnya, di saat bersamaan, orang-orang Zionis-Yahudi > > dari segala penjuru dunia didatangkan oleh komplotan teroris Zionis > > Internasional ke tanah Palestina untuk mengusir orang-orang Palestina dan > > mendirikan negara Yahudi di sana. > > > > "Salah satu cara orang-orang Yahudi untuk mengusir rakyat Palestina dari > > tanah dan kampungnya adalah dengan mengepung desa mereka dari tiga arah. > > Satu arah dibiarkan terbuka. Setelah dari tiga sisi dikepung, orang-orang > > Yahudi yang bersenjata itu menembaki orang-orang Palestina, siapa saja. > > Tujuannya adalah untuk menimbulkan ketakutan sehingga mereka, orang-orang > > Palestina itu, keluar dari rumah-rumah mereka dan meninggalkan kampung > > mereka. Cara-cara ini biasa dilakukan pada malam hari tatkala orang-orang > > Palestina tengah terlelap sehingga ketika mereka berlari meninggalkan > > rumahnya, mereka tidak membawa bekal apa pun." > > > > "Setelah desa berhasil dikosongkan, maka orang-orang Yahudi itu saat itu > > juga menduduki wilayah tersebut dan mengklaim tanah itu sebagai tanah > milik > > orang Yahudi. The Homeland." > > "Selain cara mengepung dari tiga arah, orang-orang Yahudi juga > menggunakan > > cara pengepungan empat arah. Jika cara ini yang dipakai maka yang terjadi > > adalah pembantaian terhadap seisi desa. Orang-orang Palestina, > besar-kecil, > > tua-muda, dibantai dan dibunuh. Setelah semuanya menemui ajal, maka desa > itu > > pun diduduki oleh orang-orang Yahudi dan diberi nama dengan bahasa > Ibrani, " > > ujar Pape yang atas kejujurannya ini menuai kecaman dari banyak tokoh > Israel > > dan dianggap sebagai sangat berlebihan. > > Di saat-saat itu, ada tiga organisasi teroris Israel yang terkenal yakni > > Stern, Haganah, dan Irgun. Dengan cara teror, pembantaian, pemerkosaan, > > kriminal, inilah "negara" Israel didirikan. Dan ironisnya, Perserikatan > > Bangsa-Bangsa merestuinya. Padahal, apa yang dilakukan Israel adalah > ilegal > > dan kriminal. > > > > Dur Peringati Berdirinya "Negara" Israel > > Sepanjang tahun, setiap Mei dirayakan oleh orang-orang Palestina dan juga > > orang-orang Israel. Bangsa Palestina memperingati sebagai momentum > > pengusiran mereka dari tanah airnya (Palestine Nakba), sebuah momentum > yang > > sangat pedih dan pahit, yang harus dibayar dengan nyawa dan darah jutaan > > bangsa Palestina sampai sekarang. > > > > Sedang orang-orang Zionis-Israel merayakannya dengan penuh sukacita dan > > menganggap momentum itu sebagai hari kemerdekaan bagi negara mereka. > > Orang waras yang tidak pernah makan bangku sekolahan pun, asal masih > punya > > nurani, akan berdiri di sisi bangsa Palestina dan mengecam orang-orang > > Israel. Tapi sayangnya, seorang Abdurahman Wahid malah memilih bersama > > orang-orang Israel. Bahkan Dur menyatakan akan menghadiri peringatan hari > > kemerdekaan "Negara" Israel. > > > > Dur pun pergi ke Amerika Serikat memenuhi undangan organisasi Zionis > Yahudi > > "Simon Wiesenthal Center" untuk menerima penghargaan The Jewish Medal of > > Varlor, sebuah medali penghargaan bagi orang-orang yang terbukti berani > > menjadi tameng bagi kepentingan Zionis-Yahudi di dunia. > > Dalam wawancara dengan Hidayatullah, tokoh HAMAS Musa Abdul Marzuq > > mengomentari kelakuan Dur ini dengan mengatakan, "Sungguh memalukan! Ini > > sama saja dengan merayakan dan mensyukuri pembantaian yang menimpa rakyat > > Palestina yang dilakukan oleh kaum Zionis-Israel!" Namun apa pun yang > > terjadi, ya inilah sosok Dur. (rz) > > > > sumber: > > > http://www.eramuslim.com/berita/tha/8513081551-dur-dan-duka-palestina.htm > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed]
