Kang Ubaid Azizie,
Soal GD, saya cuma mau bilang sama sampeyan: ada yang pro, ada yang kontra;
ada yang suudzon, ada yang khusnudzon; ITU BIASA. Ridla al-nas ghayatun la
tudrak. Ma la yudraku kulluhu, la yutraku kulluhu. Gitu aja koq repot. Bravo
Gus Dur!
Salam,
www.suratno77.multiply.com
ubaid azizie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kayaknya sulit kang Maul menjelaskan kepada mereka yg antipati ama GD.
Selama ini posisi GD selalu dianggap abu2. Tidak sekalipun (belum?) action
GD yg secara tegas dan terang2an mengutuk kekejaman Israel. Atau paling
tidak menunjukkan keberpihakan kepada perjuangan rakyat Palestina. Sehingga
kesan yg timbul, GD lebih "ngakrab" ma Israel daripada sama Palestina yg
notabene msih saudara seiman. Lebih2 keaktifan beliau dalam organisasi
semacam yayasan Simon Peres, menjadikan stigma negatif tak lepas dari
pribadi beliau.
Membaca GD akan mendapatkan penghargaan dlm bidang perdamaian dari Simon
Wieshental, sekilas menumbuhkan harapan buat saya bahwa hal ini sedikit
bnyak akan mengangkat kesan positif. Tapi siapa sangka , penghargaan ini yg
bagi sebagian orang adalah bergengsi, namun di mata yg kontra GD adalah
dianggap aib. Simon yg inipun dianggap tak lebih sebagai donatur dan corong
dari kaum Zionis menurut mereka, dan akibatnya sekali lagi GD mendapat cap
negatif.
Mungkin saya sama seperti sampean kang Maul, berusaha untuk bersikap
husnuddhon.
Untuk sekedar menjelaskan kepada mereka yg antipati sama GD, bukan perkara
mudah. Bila kita diskusi dengan mereka, kedudukan kita akan selalu dianggap
"taklid buta", mem-bebek dan cap-cap negatif yg lain. Karna kita hanya
sekedar menerka-nerka apa yg ada dibalik sarung (sikap) GD. Pengalaman ini
tentu sudah sering sampean rasakan bukan? salah satunya di DF hehehe.
Saya yg awam ini, cuma punya keinginan bahwa rahasia2 dibalik ke-nylenehan
sikap GD, secepatnya terkuak hakekatnya.Paling tidak bisa mengurangi rasa
emosi dan kebencian mereka kepada GD. Dan pada akhirnya saya bisa tersenyum
sinis kepada mereka hehehe.
Atau kalau cuma seperti itu, mungkinkah GD cukup menunjukkan rasa anti dan
sikap konfrontasi langsung kepada Israel? Sehingga kita gk perlu repot2
men-cover kenylenehan2 GD.
Apakah hal yg hil ini sesuatu yg mustahil?
Lagi lagi GD lebih tahu apa yg beliau mau.
Wasslam....
Ubaid
2008/5/13 [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>:
> Pertama, tentu si penulis tidak gentle untuk menuliskan namanya dan
> memang dari pertama kali Judul, sudah sarat dengan memojokkan dan men-stigma
> negatif terhadap Gus Dur dengan panggilan "Dur" saja.
>
> Kedua, tentu arah penulisannya sepihak atau 1 arah, tanpa melakukan
> konfirmasi ke Gus Dur tentang alasan dan lainnya, sehingga bisa ditebak
> memang dari awal untuk menjatuhkan Gus Dur.
>
> Ketiga, terkait kepentingan Gus Dur di sana, saya yakin bukan secara
> kongruen, sebangun dan serupa dengan kepentingan Gus Dur untuk ikut
> merayakan duka palestina. Itu tidak mungkin. Namun kalau kita lihat dari
> informasinya, kepentingan Gus Dur disana adalah bagian dari kepentingan
> global tentang perdamaian, pluralisme dan usaha perlindungan terhadap
> minoritas. Dan Gus Dur mendapat penghargaan atas prestasi perjuangannya
> selama ini.
>
> Keempat, Gus Dur adalah tokoh agama yang terkenal luas secara dunia dalam
> hal toleransi dan perdamaian serta lintas apapun. Sehingga kegiatan yang
> dilakukan pun bisa dibilang tidak tersekat2, termasuk ke Israel. Posisinya
> dimanapun tidak memihak, itu menurut pandangan saya. Keberpihakannya pada
> nilai perdamaian, demokrasi dan hak asasi manusia.
>
> Silakan koreksi ...
>
> Salam,
> http://generasipkb.wordpress.com
>
> ali mahmudi <[EMAIL PROTECTED] <amahmudi%40hotmail.com>> wrote:
> assalamu'alaikum wr wb
>
> Jika ada muslim non NU bertanya ttg hal ini...
> Bagaimana caranya menjelaskan ?
>
> wassalam
> Ali Mahmudi
>
>
> Dur dan Duka Palestina
> Selasa, 13 Mei 08 08:28 WIB
> Illan Pape, sejarawan Israel, pernah memaparkan bagaimana cara yang
> dilakukan teroris Zionis-Yahudi untuk mengusir bangsa Palestina dari rumah
> dan kampung mereka di tahun 1948. Kala itu bangsa Palestina masih mendiami
> sebagian besar tanah airnya, di saat bersamaan, orang-orang Zionis-Yahudi
> dari segala penjuru dunia didatangkan oleh komplotan teroris Zionis
> Internasional ke tanah Palestina untuk mengusir orang-orang Palestina dan
> mendirikan negara Yahudi di sana.
>
> "Salah satu cara orang-orang Yahudi untuk mengusir rakyat Palestina dari
> tanah dan kampungnya adalah dengan mengepung desa mereka dari tiga arah.
> Satu arah dibiarkan terbuka. Setelah dari tiga sisi dikepung, orang-orang
> Yahudi yang bersenjata itu menembaki orang-orang Palestina, siapa saja.
> Tujuannya adalah untuk menimbulkan ketakutan sehingga mereka, orang-orang
> Palestina itu, keluar dari rumah-rumah mereka dan meninggalkan kampung
> mereka. Cara-cara ini biasa dilakukan pada malam hari tatkala orang-orang
> Palestina tengah terlelap sehingga ketika mereka berlari meninggalkan
> rumahnya, mereka tidak membawa bekal apa pun."
>
> "Setelah desa berhasil dikosongkan, maka orang-orang Yahudi itu saat itu
> juga menduduki wilayah tersebut dan mengklaim tanah itu sebagai tanah milik
> orang Yahudi. The Homeland."
> "Selain cara mengepung dari tiga arah, orang-orang Yahudi juga menggunakan
> cara pengepungan empat arah. Jika cara ini yang dipakai maka yang terjadi
> adalah pembantaian terhadap seisi desa. Orang-orang Palestina, besar-kecil,
> tua-muda, dibantai dan dibunuh. Setelah semuanya menemui ajal, maka desa itu
> pun diduduki oleh orang-orang Yahudi dan diberi nama dengan bahasa Ibrani, "
> ujar Pape yang atas kejujurannya ini menuai kecaman dari banyak tokoh Israel
> dan dianggap sebagai sangat berlebihan.
> Di saat-saat itu, ada tiga organisasi teroris Israel yang terkenal yakni
> Stern, Haganah, dan Irgun. Dengan cara teror, pembantaian, pemerkosaan,
> kriminal, inilah "negara" Israel didirikan. Dan ironisnya, Perserikatan
> Bangsa-Bangsa merestuinya. Padahal, apa yang dilakukan Israel adalah ilegal
> dan kriminal.
>
> Dur Peringati Berdirinya "Negara" Israel
> Sepanjang tahun, setiap Mei dirayakan oleh orang-orang Palestina dan juga
> orang-orang Israel. Bangsa Palestina memperingati sebagai momentum
> pengusiran mereka dari tanah airnya (Palestine Nakba), sebuah momentum yang
> sangat pedih dan pahit, yang harus dibayar dengan nyawa dan darah jutaan
> bangsa Palestina sampai sekarang.
>
> Sedang orang-orang Zionis-Israel merayakannya dengan penuh sukacita dan
> menganggap momentum itu sebagai hari kemerdekaan bagi negara mereka.
> Orang waras yang tidak pernah makan bangku sekolahan pun, asal masih punya
> nurani, akan berdiri di sisi bangsa Palestina dan mengecam orang-orang
> Israel. Tapi sayangnya, seorang Abdurahman Wahid malah memilih bersama
> orang-orang Israel. Bahkan Dur menyatakan akan menghadiri peringatan hari
> kemerdekaan "Negara" Israel.
>
> Dur pun pergi ke Amerika Serikat memenuhi undangan organisasi Zionis Yahudi
> "Simon Wiesenthal Center" untuk menerima penghargaan The Jewish Medal of
> Varlor, sebuah medali penghargaan bagi orang-orang yang terbukti berani
> menjadi tameng bagi kepentingan Zionis-Yahudi di dunia.
> Dalam wawancara dengan Hidayatullah, tokoh HAMAS Musa Abdul Marzuq
> mengomentari kelakuan Dur ini dengan mengatakan, "Sungguh memalukan! Ini
> sama saja dengan merayakan dan mensyukuri pembantaian yang menimpa rakyat
> Palestina yang dilakukan oleh kaum Zionis-Israel!" Namun apa pun yang
> terjadi, ya inilah sosok Dur. (rz)
>
> sumber:
> http://www.eramuslim.com/berita/tha/8513081551-dur-dan-duka-palestina.htm
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]