Ya kesasar kan menurut kita. Wong dia yakin naik bus yang benar dan akan sampai 
ke Surabaya kok, mosok kita paksa dia keluar dari bus itu. Biarin aja, he he 
he...

Yang penting kita tunggu aja di terminal Bungur Ashih: apakah betul ndak bus 
Ahmadiyah sampai sana atau tidak? Apakah betul bus Ahlusunnah wal Jamaah sampai 
sana atau tidak?

Jangan-jangan di Bungur Asih "nanti", ada banyak banyak bus. Ada bus Ahmadiyah, 
Syiah, Ahlussunnah, Mu'tazilah, Khawarij, dsb.

Artinya: jangan-jangan banyak bus yang bisa menuju Bungur Asih, he he he....

Ada bus Indonesia, ada Akas, ada Giri Indah, ada Budi Jaya, dll.

AB

Muhammad Kholil Hamzah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             
Kalo kesasarnya sendiri dan mau diingatkan sih nggak masalah, tapi kalo 
 sudah nggak mau diingatkan kalo salah, eh, malah ngajak orang untuk 
 kesasar juga. :-p
 amint - wrote:
 > 
 > 
 > mari kita sama sama baca dan renungi tulisan gusmus di
 > webnya beliau tentang "salah jalan"
 > 
 > Ketika orang dari Pasuruan mau ke Jakarta
 > kemudian "kesasar" ke surabaya
 > apakah harus kita pukuli rame rame dan di nyatakan
 > gila.
 
     
                                       


Ahmad Badrudduja 
 
Inna ikhtilaf al-mukhtalifin fi al-haqq la yujibu ikhtilaf al-haqq fi nafsihi 
Kebenaran tak menjadi banyak hanya karena orang-orang berbeda pendapat
-- Ibn al-Sid al-Batalyawsi (w. Valencia 1127 M)


       

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke