Saya sangat sepakat dg tulisan anda dan itu yg sampai sekarang saya yakini. Tapi mohon penjelasan tentang status Hadits tersebut karena dalam sebuah forum yg pernah saya ikuti ada seorang ustadz yg menerangkan bahwa hadits tersebut dhoif yg digunakan untuk memperlemah semangat jihat kaum muslimin untuk berjuang secara fisik. Terimakasih pencerahannya...
Wassalam ----- Original Message ---- From: abdulghofur1 <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Sunday, May 25, 2008 12:56:40 PM Subject: [kmnu2000] Alhadits Alawwal: "Jihaadun Nafs" Hadits Pertama: Nabi Muhammad SAW mengirim tentara, lalu ketika mereka kembali ke Madinah, Rasulullah menyampaikan sambutan: "Selamat datang para tentara yang telah menjalankan jihad kecil. Yang tersisa di atas pundak mereka tinggal jihad maha besar! "Apa itu jihad maha besar wahai Rasulallah?" , kata sebagian sahabat. "Memerangi hawa nafsu", jawab Rasulullah SAW. ===== Demikian hadits pembuka yang dipilih oleh Khomeini. Jelas itu bukan tanpa alasan, seperti Imam Nawawi meletakkan hadits "innamal a'maalu binniyat" sebagai pembuka juga bukan tanpa alasan. Kata Imam Syafi'iy, seperti dikutip oleh Imam Bayhaqy: "Hadist 'innamal a'maalu binniyat' adalah sepertiga ilmu." Hal ini karena amal seorang hamba terbagi dalam wilayah hati, lisan, dan anggota tubuh lainnya. Seseorang yang telah memulai dengan niat baik telah merengkuh sepertiga amal. Lalu kenapa Imam Khomeni memberi nilai istimewa hadits di muka? Saya punya kesan, buku "Arbain" ditulis oleh Khomeini pasca revolusi tahun 1979. Dan hadits ini tampak sangat berkesan buat dia, sehingga ketika penanya menorehkan tinta, hadits inilah yang hadir pertama kali dalam ingatannya. Mungkin ia ingin minitipkan pesan, terutama buat dirinya sendiri: Mengangkat senjata, menundukkan Shah Reza Pahlavi, hanyalah jihad kecil. Yang terbesar adalah setelah itu. Menundukkan diri sendiri, agar tercipta insan2 yang berjiwa besar, jauh lebih susah. Dan pesan ini barangkali yang ingin disampaikan oleh Baginda Rasul SAW, dalam menyambut tentaranya yang baru saja berhasil melaksanakan tugas kemiliteran. Kata Allah: "Qaatilulladziina yaluunakum minalkuffaari" , bunuhlah mereka yang kufur, yang ada di dekat dirimu. Dan tidak ada diantara mereka yang kufur, yang melebihi kekufuran hawa nafsu. Juga diantara mereka yang kufur, tak ada yang lebih dekat melebihi nafsu kita. Karena itu, pesan Syaikhul Akbar, Ibn 'Araby, segera bunuh sang kafir yang ada di dekat dirimu itu! Inilah perang maha besar itu (aljihaadul akbar). [futuuhaat Makkiyah] [Non-text portions of this message have been removed]
