Assalamu`alaykum,
Alhamdulillah, baik dalam media TV, koran, milis, dll. sekarang semakin banyak
Nahdliyin yang mau berpikir jernih menyikapi kasus Monas. Mereka semakin paham
dan berusaha menjaga diri untuk tidak masuk perangkap adu domba. Karena
sejatinya hanya hewan saja yang mau diadu domba, dan Nahdliyin bukanlah hewan,
melainkan manusia cerdas yang mampu berpikir jernih, menyingkap apa di balik
sebuah peristiwa.
Hanya segelintir kecil saja yang bergeming 100% memvonis salah FPI, lain tidak.
Mereka yang silau terhadap suatu figur, hingga mata hatinya terbutakan oleh
gemerlap figur, dan nuraninya tumpul tak juga tersentuh pesan kebenaran yang
banyak diserukan oleh guru-gurunya yang lain.
Inilah perangkap ad-hominem, yang mampu membuat seseorang membabi buta membela
segala sesuatu yang difatwakan idolanya tanpa sedikit pun mau menakarnya.
Wassalam,
HarryMau
"al Jaahilu laa Ya`lamu Rutbata Nafsih, Fakayfa Ya`rifu Rutbata Ghayrih?"
[Non-text portions of this message have been removed]