Assalamu Alaikum Kalau saja KH. Hasyim 'Asy'ari masih sugeng, saya yakin 100% beliau akan mendukung FPI dalam segi amar makruf nahi munkarnya, urusan kekerasannya itu perkara lain.
Semua orang berpotensi untuk melakukan kekerasan, tergantung provokatornya. Bisa jadi kejadian 1 Juni di Monas tersebut juga akibat FPI yang terprovokasi oleh aksi teman-teman dari AKK-BB, walaupun AKK-BB sendiri tidak merasa menprovokasi. Kita masih ingat sejarah PKI, 80% yang melakukan kekerasan terhadap PKI adalah nahdiyyin. Sekitar tahun 77 Kepolisian banyak melakukan kekerasan terhadap nahdiyyin. Menjelang turunnya pak Harto, institusi kepolisian juga banyak melakukan kekerasan terhadap mahasiswa. Menjelang Gusdur di impachman, Banser dengan pasukan berani matinya dan kawula muda NU juga banyak yang melakukan kekerasan untuk mempertahankan Gusdur sebagai RI 1. Belum lama ini polisi juga main kroyok di markas UNAS. Bagaimanapun alasan yang menjadi justifikasi untuk melakukan kekerasan, tetap tidak bisa diterima. Akan tetapi membubarkan sebuah organisasi dengan alasan telah melakukan kekerasan, dengan tanpa melihat sebab musabab terjadinya kekerasan tersebut, adalah sangat tidak bijaksana. Kalaupun dibubarkan itu tidak akan menjamin tidak adanya kekerasan di bumi kita ini. Bisa jadi dengan dibubarkannya FPI akan memunculkan kelompok baru yang lebih militan & extrem.. Jangankan FPI dengan Habib Riziq-nya (teman saya bilang Habib Resek) yang memang 'gares keras', NU sendiri yang semula santun, karena terprovokasi FPI, sekarang dimana-mana main ancam bubarkan FPI. Salut buat KH. Hasyim Muzadi yang bisa menjadi penengah dari konflik FPI-NU ini, dengan statemennya yang sejuk. "Wakadzalika ja'alnaakum ummatan wasatan litakuunuu syuhadaa'a alan naas" Wassalam Abdo el-Moeid ----- Original Message ----- From: Hatim Gazali To: [email protected] Sent: Tuesday, June 10, 2008 1:27 PM Subject: Re: Balasan: [kmnu2000] PBNU makin merapat ke FPI KH. Hasyim As'ary telah mengeluarkan fatwa sesat terhadap ahmadiyah. Kita juga sama bahwa secara teologis antara NU dengan Ahmadiyah tidaklah sama. Tetapi, yang berbeda adalah cara penyikapan terhadap perbedaan itu. Hasyim AS'ary tidak berperang dan membubarkan FPI. Sementara, Hasim Muzadi justru makin lengket dengan FPI. Itu adalah kenyataan sejarah, bahwa NU ditangan Hasim Muzadi makin kerdil oleh kekuatan fundamentalisme.... Salam Hatim
