saya mau nanya nih....di koran Tempo sebelum kejadian di Monas ada iklan 1 
halaman yg menyebut nama-2 tokoh utk ikut kegiatan 1 juni. 
kalo gak salah ada name amien rais, tapi kalao baca berita di koran koq 
sepertinya dia gak ikutan ke monas ya ?
selain itu ada juga nama mas yg namanya mirip pengarang ayat-2 cinta. Mas ini 
lagi kuliah di Mesir kan ? apa pulang ke Indonesia utk ikut acara di Monas & 
balik lagi ke Mesir. ikut dong... saya jug apngen lihat exotic-nya mesir.
kemudian ada juga nama Gus Mus dll.

apa benar tokoh2 tsb ikutan ke Monas ? kalo mereka ikut ke monas apa mereka 
baik2 saja ? gak jadi korban kan ? 
ato nama mereka cuma dipajang buat menarik massa biar ikutan ? he..3x seperti 
kampanye pemilu ya...

utk Mas-2 di Anshor, koq ikut-2 main fisik sih ? ikut-2 sweeping...? jadinya 
jeruk makan jeruk dong. 

Syaikhul Amin - MTD <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             Satu 
kata BUBARKAN FPI !
 
 Siaran Pers dan Kronologi Jurnal Perempuan
 
 1 Juni 2008
 
 Oknum Pendemo FPI Bertanggungjawab atas Penganiayaan terhadap Manajer
 Program Jurnal Perempuan
 
 Pada hari Minggu 1 Juni 2008, pukul 13.30 Jurnal Perempuan
 berpartisipasi
 dalam Aksi Solidaritas yang digelar oleh Aliansi Kebangsaan untuk
 Kebebasan
 Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Kami berkeyakinan bahwa setiap
 warganegara wajib mendapatkan hak kebebasan beragama dan berkeyakinan
 dalam
 kondisi apapun juga, juga penghormatan atau toleransi dari kelompok
 beragama
 lainnya. Salah satu bentuk komunitas agama yang juga mengalami kekerasan
 dan
 berpartisipasi dalam aksi adalah para Ibu dan anak dari kelompok
 Ahmadiyah.
 
 Sayangnya, persiapan dari massa AKKBB, di depan tugu Monas, dihentikan
 dan
 diserang oleh barisan oknum pendemo Forum Pembela Islam atau FPI dan
 ormas
 yang bergabung dalam demo tersebut, yang bersenjata bambu dan besi
 panjang
 hitam. Akibat dari serangan, kekerasan, pemukulan dan penganiayaan, 20
 orang
 lebih dari massa AKKBB terluka cukup parah, ringan dan bahkan Manajer
 Program Jurnal Perempuan, Mohammad Guntur Romli harus dioperasi atas
 luka-luka pemukulan yang dialaminya.
 
 Dengan ini, kami Jurnal Perempuan merasa perlu menuntut pada *pihak
 keamanan, kepolisian dan berwenang* lainnya untuk menuntaskan masalah
 pidana
 ini segera, menangkap dan menghakimi para pelakunya sampai pengadilan.
 Jurnal Perempuan juga merasa perlu adanya investigasi pelanggaran hak
 sipil-politik terhadap tim AKKBB yang sedang beraksi damai di Monas,
 tetapi
 pada kenyataannya dibubarkan paksa dan bahkan diserang penuh kekerasan
 oleh
 pihak FPI dan kawan-kawannya. Jurnal Perempuan juga mengajak kita semua,
 masyarakat Indonesia untuk jangan berdiam diri melihat kekerasan dan
 bentuk
 aksi penganiayaan seperti ini yang melemahkan proses demokrasi kita.
 
 Jurnal Perempuan juga menuntut kepada FPI:
 
 1. Menghentikan semua kekerasan dalam segala bentuk kepada organisasi
 apapun kepada semua kelompok agama apapun di Indonesia, termasuk
 Ahmadiyah.
 2. Mempertanggungjawabkan semua kekerasan dan penganiayaan yang telah
 menimpa rekan kami, Manajer Program Jurnal Perempuan, Mohammad Guntur
 Romli
 yang sudah menderita luka cukup berat dan harus dioperasi karena
 serangan
 ini. Tuntutan ini mencakup baik perbaikan secara fisik, moril maupun
 sosial.
 
 3. Menuntut agar pimpinan tertinggi FPI dan organisasi terkait dalam
 demo
 tersebut, meminta maaf terhadap publik dan Jurnal Perempuan atas insiden
 penganiayaan ini.
 4. Memperbaiki hubungan baik antara FPI atau organisasi terkait dengan
 pihak AKKBB, dengan mengakui hak dasar manusia para anggota AKKBB,
 termasuk
 hak menyatakan pendapat, demo damai dan berbicara di ruang publik.
 5. Menuntut FPI juga meminta maaf dan bertanggung jawab pada pihak
 korban
 lain-lainnya yang juga menjadi korban kekerasan dan penganiayaan yang
 terjadi, terutama pada korban Ibu dan anak yang juga terkena dampak
 kekerasan, mengalami ketakutan, diintimidasi dan bahkan trauma karena
 kasus
 penyerangan ini.
 
 Apabila ini semua tidak dipenuhi dalam waktu dekat, kami menuntut agar
 FPI
 dibubarkan, karena sudah tidak berperikemanusiaan dan menyalahi
 ajaran-ajaran agama yang kaidahnya mengajarkan kedamaian, toleransi dan
 hak
 azasi manusia tinggi.
 
 Hormat kami,
 
 Tim Jurnal Perempuan
 
 Jl. Tebet Barat VIII No 27
 
 Jakarta Selatan
 
 Telp: 021- 8370 2005
 
 HP 0815-19002185
 
 E-mail:
 
 [EMAIL PROTECTED] <mailto:mariana%40jurnalperempuan.com> ,
 [EMAIL PROTECTED] <mailto:olin%40jurnalperempuan.com> 
 
 KRONOLOGIS PENYERANGAN DAN PENGANIAYAAN FPI TERHADAP ANGGOTA JURNAL
 PEREMPUAN YANG IKUT DALAM ALIANSI KEBANGSAAN UNTUK KEBEBASAN BERAGAMA
 
 13.00 Tim Jurnal Perempuan standby dan tiba di gerbang Gambir dekat
 pintu
 masuk Monas
 
 13.20 Bergabung bersama tim AKKKB, berjalan perlahan menuju ke lokasi
 tengah Monas, tepat di depan Monas, ternyata sebagian anggota tim AKKBB
 sedang check-sound dan mengatur barisan untuk memulai acara
 
 13.30 Ketika Tim JP sudah bergabung, dari arah lain, gerombolan
 orang-orang berjubah putih, memakai slayer/syal warna putih hijau
 berlambang
 pedang, memegang bambu runcing dan besi hitam panjang, mendatangi ke
 arah
 tim AKKBB yang sedang bersiap-siap , mengatur barisan dan hendak berdoa
 dan
 tidak bersenjata apapun juga. Di depan, terlihat beberapa ibu dari
 Ahmadiyah
 dan anak remaja bersama mereka.
 
 13.40 Dalam sekejab, mereka menyerang barisan kami, berteriak
 "Allahuakbar", "tangkap sekutu Gus Dur" dan lainnya, maju merangsek ke
 barisan yang sudah dibatasi oleh tali, memukulkan bambu dan besi mereka
 membabi buta ke arah kami, termasuk kepada tim JP yang ada di dalam
 barisan.
 Seluruh massa AKKKB berlarian menyelamatkan diri, kocar kacir panik dan
 berusaha menyelamatkan diri. Tim Jurnal Perempuan terdiri dari Mariana
 Amiruddin, Nur Azizah, Olin Monteiro dan Mohammad Guntur Romli
 terpencar,
 tetapi setelah itu bertemu kembali. Kami berusaha saling menjaga dan
 bahkan
 sempat berkomunikasi dengan Ezky, Jajang C. Noer dan Dyah Ayu Pasha yang
 sangat menyayangkan penyerangan itu. Guntur tidak terlihat oleh karena
 itu,
 tim JP langsung mencari dan berkomunikasi melihat posisinya. Sementara
 massa
 membakar poster, merusak mobil sound-system, meneriaki kemarahan membabi
 buta kepada orang yang lewat, bahkan berteriak mengancam pada perempuan.
 Tim
 JP sempat melihat mereka juga memukuli seorang bapak yang lewat tapi
 bukan
 tim Aksi kita. Nur Azizah berhasil merekam foto-foto sebagian dari
 kejadian,
 walaupun sempat diancam oleh anggota FPI dan sempat ditarik-tarik tas
 ransel
 yang sedang dipegangnya.
 
 13.50 Guntur yang terpencar, ternyata berusaha menyelamatkan seorang
 bapak yang memegang anak kecil dan berusaha kabur dari keroyokan massa.
 Malangnya, Guntur juga ternyata ikut dikeroyok dan dipukuli menggunakan
 bambu. Guntur sempat dibawa ambulans dengan 4 korban lainnya yang
 terluka
 cukup parah, tetapi turun untuk memantau situasi dan melihat teman
 lainnya.
 Darah mengucur dari dahi yang robek, hidung mengeluarkan darah terus dan
 mata bengkak kehitaman.
 
 14.00 Tim JP berhasil menemukan Guntur dekat kios wartel dan mengurusi
 pendarahan yang masih terjadi. Di Kios, Guntur juga sempat dibantu para
 Bapak penjual/pedagang kaki lima untuk menghentikan pendarahan. Kami
 segera
 mencari transportasi untuk mengurus luka-luka Guntur.
 
 14.20 Dengan taksi Tim JP mengantar Guntur menuju RSPAD dekat Atrium
 Senen.
 Kami segera masuk ke UGD untuk mendapatkan perawatan.
 
 17.00 Setelah administrasi, rontgen dan urusan dokter yang cukup lama,
 Guntur masuk kamar operasi untuk melakukan operasi reposisi tulang
 hidung
 yang geser, pelipis yang retak dan robek 3 cm disekitar atas mata dan
 dahi
 kanan. Kondisinya stabil dan cukup membaik.
 
 Kabar dari dokter perlu perawatan dua hari di Rumah Sakit.
 Selasa diharapkan boleh
 
 pulang.
 
 19.0 WIB Kami juga mendengar kabar dua Bapak dari Ahmadiyah juga menjadi
 korban penganiayaan dan dirawat di RSPAD yang sama dengan Guntur.
 
 Kronologis oleh: Nur Azizah dan Olin Monteiro (tim Jurnal Perempuan)
 
 ________________________________
 
 From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
 Behalf Of Muhammad Kholil Hamzah
 Sent: Friday, June 06, 2008 6:45 AM
 To: [email protected]
 Subject: Re: [kmnu2000] AKBB Sengaja Provokasi FPI
 
 Mulai jelas nich, kalo ada info yang bs "ngimbangin" tolong di posting
 lg kang. Eit, bukanya sy dukung kekerasan. Cm Biar kita gak "asal"
 hujat.
 
 On 6/5/08, Halimi Zuhdy <[EMAIL PROTECTED]
 <mailto:imilah_zudn%40yahoo.com> > wrote:
 > AKBB Sengaja Provokasi FPI
 >
 > Banyak
 > pihak merasa heran mengapa aparat keamanan hanya menangkap aktivis
 > Front Pembela Islam (FPI) berserta pimpinannya, Habib Rizieq,
 sedangkan
 > anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan
 > (AKKBB) tidak disentuh polisi. Padahal, fakta di lapangan menunjukkan
 > jika aksi unjuk rasa yang dilakukan AKKBB tidak memiliki izin dari
 > kepolisian, menyalahi rute yang dilaporkan, ada yang membawa senjata
 > api, dan sengaja memancing rusuh.
 >
 > Ketua Umum Partai Kebangkitan Nasional Ulama
 > (PKNU), Choirul Anam, kemarin menyatakan bahwa peristiwa Monas jangan
 > didramatisasi dan diperluas menjadi konflik horizontal. Terkait kasus
 > Monas, ujar Anam, kita harusnya jangan melihat satu sisi. Aksi AKKBB
 > juga perlu dicermati.
 > Menurut sumber-sumber di kepolisian Polda Metro
 > Jaya, AKKBB dalam laporannya menyatakan akan berdemo di Bundaran HI
 dan
 > tidak ke Monas. Polisi juga melarang massa AKKBB untuk longmarch ke
 > Monas karena di Monas sendiri sudah banyak acara aksi yang sama pada
 > hari itu. Anatar lain acar peringatan Hari Pancasila yang diikuti
 > ribuan anggota dan simpatisan PDIP dan juga aksi demo anti kenaikan
 BBM
 > yang dilakukan berbagai elemen umat Islam.
 >
 > Namun entah kenapa, aksi AKKBB yang membawa-bawa
 > anak kecil dan orangtua, bahkan banyak yang merupakan pendemo bayaran
 > (dibayar Rp25 ribu perorang), dilanjutkan dengan aksi jalan ke Monas
 > dan sengaja menuju lokasi di mana elemen umat Islam sedang melakukan
 > aksi unjuk rasa. Polisi sudah mencegahnya tetapi para kordinator
 > lapangan aksi AKKBB ngotot untuk mendekat ke lokasi yang menurut
 polisi
 > bisa menimbulkan insiden.
 >
 > Tiba di lokasi, sejumlah massa AKKBB membentangkan
 > poster dan spanduk yang nadanya memprovokasi elemen umat Islam. Ada
 > spanduk besar bertuliskan "Tolak SKB Ahmadiyah!", padahal menurut
 klaim
 > AKKBB hari itu mereka 'hanya' memperingati Hari Lahir Pancasila. Jelas
 > ini provokasi.
 >
 > Menurut Anam, AKKBB menilai Ahmadiyah yang
 > merupakan salah satu kelompok yang menjadi anggotanya tidak bebas
 > menjalankan agama dan keyakinannya, maka itu SALAH BESAR. "Kasus
 > Ahmadiyah bukan persoalan kebebasan beragama, melainkan penistaan
 > terhadap salah satu agama, yakni Islam!" tags Anam.
 > "Kalau Ahmadiyah itu kasusnya penodaan agama.
 > Mereka mengaku Islam tetapi tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai
 > nabinya. Kalau maunya begitu ya jangan mengaku-ngaku sebagai Islam, "
 > katanya sembari mengingatkan warga NU agar tidak terprovokasi
 > pihak-pihak tertentu yang menunggangi dan memanfaatkan massa NU.
 > "Jangan terpancing. Ansor jangan mau diprovokasi
 > karena kita nanti justru menjadi tontonan. Serahkan saja pada yang
 > berwajib, " kata penasihat Gerakan Pemuda Ansor Jatim tersebut.
 > "Soal pembubaran FPI itu urusan pemerintah. Tapi
 > saya ingin tegaskan bahwa Pemerintah juga harus menyelesaikan akar
 > persoalan yang membuat organisasi semacam FPI muncul ke permukaan, "
 > katanya. (rz)
 >
 >
 >
 >
 > [Non-text portions of this message have been removed]
 >
 >
 > ------------------------------------
 >
 > __________________________________________________________
 > http://www.numesir.org <http://www.numesir.org>  untuk informasi
 tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
 > KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
 > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 > Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal
 Anda
 > harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
 > [EMAIL PROTECTED]
 <mailto:kmnu2000-unsubscribe%40yahoogroups.com> 
 > Yahoo! Groups Links
 >
 >
 >
 >
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                                       

       
---------------------------------
 Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist.   Download sekarang juga.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke