Membongkar Jaringan AKKBB (Tamat)
Strategi yang dilakukan kelompok liberal dan juga para sekutunya di Indonesia
untuk menghancurkan gerakan-gerakan Islamtermasuk Front Pembela Islam (FPI),
adalah dengan dua cara utama: Strategi Izharul Islam, yakni berpura-pura
sebagai bagian dari kelompok umat Islam Indonesia namun dari dalam
menghancurkan Islam itu sendiri.
Dalam sejarah negeri ini, strategi Izharul Islam telah diperkenalkan oleh
seorang orientalis Yahudi Belanda bernama Snouck Hurgronje yang berpura-pura
menjadi seorang Muslim namun dikemudian hari terbukti bahwa Hurgronje merupakan
musuh dalam selimut. Demikianlah yang dikerjakan kaum liberal di Indonesia.
Strategi kedua adalah dengan memecah-belah umat Islam Indonesia (devide et
Impera). Mereka memecah umatan tauhid ini dengan istilah-istilah kaum pembaharu
dan kaum tradisional, kaum radikal dan kaum moderat, Islam liberal dan Islam
Literal, bahkan Jaringan Rahmatan Alamin (maksudnya Islam yang berbaik-baik
dengan Zionis-Yahudi seperti halnya Abdurrahman Wahid dan kawan-kawan)
berhadapan dengan Jaringan Terorisme. Suatu istilah yang keji yang dipakai
secara terang-terangan di situs libforall.com.
Guna meracuni opini publik maka senjata utama mereka adalah media massa, baik
cetak (majalah, koran, tabloid, dan aneka penerbitaan buku), radio, situs dan
aneka milis, maupun teve. Serangan media massa jaringan liberal ini secara
kasar terlihat sekali dalam memberitakan apa yang terjadi setelah peristiwa
benrokkan di Monas, 1 Juni 2008.
Mereka beramai-ramai berusaha keras membentuk opini publik bahwa FPI harus
dibubarkan karena meresahkan masyarakat, radikal, bahkan disebut sebagai
barisan preman berjubah. Di sisi lain mereka menayangkan aneka liputan
tentang bagaimana tertindasnya kelompok sesat Ahmadiyah. Mereka sama sekali
tidak memuat sejumlah fakta bahwa AKKBB sebenarnya menyalahi rute aksi di hari
tersebut, memprovokasi dan menantang FPI terlebih dahulu, bahkan ada peserta
demonya yang membawa-bawa senjata api.
Padahal bisa dibayangkan, andaikata yang membawa senjata api itu salah seorang
anggota FPI, maka dalam waktu sekejap pasti dunia internasional sudah
mengetahuinya, bahkan tidak mustahil Kedubes AS akan segera menekan SBY untuk
menangkap si pelaku.Dan SBY segera memerintahkan Kapolri untuk menurunkan
Pasukan Elit Polri Densus 88 untuk memburunya.
Apa yang dilakukan media massa pro-liberal ini sesungguhnya mengikuti arahan
yang sudah ditulis oleh Cheryl Bernard dari think-tank Zionis Amerika (kelompk
Neo-Con di mana salah satu pentolannya adalah Paul Wolfowitz, si Zionis-Yahudi
Gedung Putih, teman dekat Abdurrhaman Wahid) bernama Rand Corporation dalam
artikelnya yang berjudul CIVIL DEMOCRATIC ISLAM, PARTNERS, RESOURCES, AND
STRATEGIES. Inilah artikelnya:
STRATEGI: PECAH BELAH KELOMPOK ISLAM
Langkah pertama melakukan klasifikasi terhadap umat Islam berdasarkan
kecenderungan dan sikap politik mereka terhadap Barat dan nilai-nilai Demokrasi.
Pertama : Kelompok Fundamentalis: menolak nilai-nilai demokrasi dan kebudayaan
Barat kontemporer. Mereka menginginkan sebuah negara otoriter yang puritan yang
akan dapat menerapkan Hukum Islam yang ekstrem dan moralitas. Mereka bersedia
memakai penemuan dan teknologi modern untuk mencapai tujuan mereka.
Kedua : Kelompok Tradisionalis: ingin suatu masyarakat yang konservatif. Mereka
mencurigai modernitas, inovasi, dan perubahan.
Ketiga: Kelompok Modernis: ingin Dunia Islam menjadi bagian modernitas global.
Mereka ingin memodernkan dan mereformasi Islam dan menyesuaikannya dengan zaman.
Keempat : Kelompok Sekularis: ingin Dunia Islam untuk dapat menerima pemisahan
antara agama dan negaradengan cara seperti yang dilakukan negara-negara
demokrasi industri Barat, dengan agama dibatasi pada lingkup pribadi.
STRATEGI BELAH BAMBU DAN ADU DOMBA
Setelah membagi-bagi umat Islam atas empat kelompok itu, langkah berikutnya
yang penting yang direkomendasi Rand Corporation adalah politik belah bambu.
Mendukung satu pihak dan menjatuhkan pihak lain, berikutnya membentrokkan antar
kelompok tersebut. Upaya itu tampak jelas dari upaya membentrokkan antara NU
yang dikenal tradisionalis dengan ormas Islam yang Barat sering disebut
Fundamentalis seperti FPI, HTI, atau MMI.
Hal ini dirancang sangat detil. Berikut langkah-langkahnya:
Pertama, Support the modernists first (mendukung kelompok Modernis) dengan,
* <!--[if! SupportLists]-->Menerbitkan dan mengedarkan karya-karya
mereka dengan biaya yang disubsidi,
* <!--[if! SupportLists]--><!--[endif]-->Mendorong mereka untuk menulis
bagi audiens massa dan bagi kaum muda,
* <!--[if! SupportLists]--><!--[endif]-->Memperkenalkan
pandangan-pandangan mereka dalam kurikulum pendidikan Islam,
* <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Memberikan mereka suatu
platform publik
* <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Menyediakan bagi mereka opini
dan penilaian pada pertanyaan-pertanyaan yang fundamental dari interpretasi
agama bagi audiensi massa dalam persaingan mereka dengan kaum fundamentalis dan
tradisionalis, yang memiliki Web sites, dengan menerbitkan dan menyebarkan
pandangan-pandangan mereka dari rumah-rumah, sekolah-sekolah, lembaga-lembaga,
dan sarana yang lainnya.
* <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Memposisikan sekularisme dan
modernisme sebagai sebuah pilihan counterculture bagi kaum muda Islam yang
tidak puas.
* <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Memfasilitasi dan mendorong
kesadaran akan sejarah pra-Islam dan non-Islam dan budayannya, di media dan di
kurikulum dari negara-negara yang relevan.
* <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Membantu dalam membangun
organisasi-organisasi sipil yang independent, untuk
* <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mempromosikan kebudayaan
sipil (civic culture) dan memberikan ruang bagi rakyat biasa untuk mendidik
diri mereka sendiri mengenai proses politik dan mengutarakan
pandangan-pandangan mereka.
Kedua, Support the traditionalists against the fundamentalists : Mendukung kaum
tradisionalis dalam menentang kaum fundamentalis. Langkah-langkah yang
dilakukan antara lain,
* <!--[if! SupportLists]-->Menerbitkan kritik-kritik kaum tradisionalis
atas kekerasan dan ekstrimisme yang dilakukan kaum fundamentalis; mendorong
perbedaan antara kaum tradisionalis dan fundamentalis.
* <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mencegah aliansi antara kaum
tradisionalis dan kaum fundamentalis.
* <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mendorong kerja sama antara
kaum modernis dan kaum tradisionalis yang lebih dekat dengan Kaum modernis.
* <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Jika memungkinkan, didik kaum
tradisionalis untuk mempersiapkan diri mereka untuk mampu melakukan debat
dengan kaum fundamentalis. Kaum fundamentalis secara retorika seringkali lebih
superior, sementara kaum tradisionalis melakukan praktek politik Islam
pinggiran yang kabur. Di tempat-tempat seperti di Asia Tengah, mereka mungkin
perlu untuk dididik dan dilatih dalam Islam ortodoks untuk mampu mempertahankan
pandangan mereka.
* <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Menambah kehadiran dan profil
kaum modernis pada lembaga-lembaga tradisionalis.
* <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Melakukan diskriminasi antara
sektor-sektor tradisionalisme yang berbeda. Mendorong orang-orang dengan
ketertarikan yang lebih besar atas modernisme, seperti pada Mazhab Hanafi,
lawan yang lainnya. Mendorong mereka untuk membuat isu opini-opini agama dan
mempopulerkan hal itu untuk memperlemah otoritas dari penguasa yang
terinspirasi oleh paham Wahhabi yang terbelakang. Hal ini berkaitan dengan
pendanaan. Uang dari Wahhabi diberikan untuk mendukung Mazhab Hambali yang
konservatif. Hal ini juga berkaitan dengan pengetahuan. Bagian dari Dunia Islam
yang lebih terbelakang tidak sadar akan kemajuan penerapan dan tafsir dari
Hukum Islam.
* <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mendorong popularitas dan
penerimaan atas Sufisme.
Ketiga, Confront and oppose the fundamentalists: Mengkonfrontir dan menentang
kaum fundamentalis. Langkah-langkahnya antara lain:
* <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Menentang tafsir mereka atas
Islam dan menunjukkan ketidak akuratannya.
* <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mengungkap keterkaitan mereka
dengan kelompok-kelompok dan aktivitas-aktiviats illegal.
* <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mengumumkan konsekuensi dari
tindakan kekerasan yang mereka lakukan.
* <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Menunjukkan ketidak mampuan
mereka untuk memerintah, untuk mendapatkan perkembangan positif atas
negara-negara mereka dan komunitas-komunitas mereka.
* <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mengamanatkan pesan-pesan ini
kepada kaum muda, masyarakat tradisionalis yang alim, kepada minoritas kaum
muslimin di Barat, dan kepada wanita.
* <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mencegah menunjukkan rasa
hormat dan pujian akan perbuatan kekerasan dari kaum Fundamentalis, ekstrimis
dan teroris. Kucilkan mereka sebagai pengganggu dan pengecut, bukan sebagai
pahlawan.
* <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mendorong para wartawan untuk
memeriksa isu-isu korupsi, kemunafikan, dan tidak bermoralnya lingkaran kaum
fundamentalis dan kaum teroris.
* <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mendorong perpecahan antara
kaum fundamentalis.
Keempat, Secara selektif mendukung kaum sekuler:
* <!--[if! SupportLists]-->Mendorong pengakuan fundamentalisme sebagai
suatu musuh bersama, mematahkan aliansi dengan kekuatan-kekuatan anti Amerika
berdasarkan hal-hal seperti nasionalisme dan ideology kiri.
* <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mendorong ide bahwa agama dan
Negara juga dapat dipisahkan dalam Islam dan bahwa Hal ini tidak membahayakan
keimanan tapi malah akan memperkuatnya. Pendekatan manapun atau kombinasi
pendekatan manapun yang diambil, kami sarankan bahwa hal itu dilakukan dengan
sengaja dan secara hati-hati, dengan mengetahui beban simbolis dari isu-isu
yang pasti; konsekuensi dari penyesuaian ini bagi pelaku-pelaku Islam lain,
termasuk resiko mengancam atau mencemari kelompok-kelompok atau orang-orang
yang sedang kita berusahah bantu; dan kesempatan biaya-biaya dan konsekuensi
afiliasi yang tidak diinginkan dan pengawasan yang tampaknya pas buat mereka
dalam jangka pendek.
KELEMAHAN UMAT ISLAM INDONESIA
Umat Islam Indonesia sebenarnya kuat, kompak, dan berjuang menegakkan Islam
dengan ikhlas, bahkan jika perlu nyawa pun jadi taruhannya. Hanya saja,
kelemahan yang paling mendasar adalah umatan tauhid ini tidak memiliki media
massa yang kuat, apakah itu koran atau stasiun teve.
Dan amat disayangkan pula, sebagian pemimpin umat ini sekarang sudah banyak
yang dijangkiti penyakit wahn, yakni cinta dunia melebihi kecintaannya pada
akherat, sehingga membeli mobil mewah seperti Bentley yang satu unitnya
miliaran rupiah mampu, tapi membuat satu harian untuk kemashlahatan umat,
mengaku tidak mampu. Padahal Bentley tidak akan bisa dibawa ke liang kubur.
Mudah-mudahan Allah SWT memberikan umatan tauhid ini seorang pemimpin yang
sungguh-sungguh menegakkan dan menghidup Islam, bukan malah hidup dengan
menunggangi umat Islam. Amien Ya Allah
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/