Kalau pemertintahan di kuasi oleh orang2 seculer, liberal atau Moderat,maka 
golongan islam Radikal dizinkan untuk berdakwah, berorganisasi diperlakukan dgn 
adil.

Sayangnya kalau orang2 islam Radikal yang mengusai pemerintahan, yang terjadi 
adalah pembubarkan semua ormas, Firqoh2 islam yang berbeda dengan mereka.  
Kemudian tidak berlaku adil kepada umat non islam.

Kalau sekiranya orang2 islam radikal memberikan kemerdekaan beragama, berlaku 
adil kepada semua anak2 bangsa, bpk kira kita semua bisa hidup berdampingan dgn 
damai.

Bisakah golongan islam itu memperlakukan anak2 bangsa dgn penuh keadilan dan 
merdeka menjalankan keyakinan beragama walaupun berbeda dgn mereka?

http://latifabdul.multiply.com/journal/item/50
Wassalam

HarryMau <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamu`alaykum,

Ketika kita merasa terancam, apakah sesuatu itu mengancam diri kita, posisi 
kita, kekasih kita, atau mengancam apa pun yang kita jadikan sebagai 
sandaran hidup kita.
Maka, kita pasti akan berusaha sekuat mungkin untuk menghancurkan sesuatu 
yang menjadi ancaman tersebut.

Seperti itulah, FPI.
Hanya yang merasa terancam saja yang bernafsu membubarkannya.
Lain bagi yang merasa tidak terancam, terlebih yang ikut merasakan manfaat 
nyata darinya, paling tidak hanya mau "merapihkan" saja biar lebih luwes, 
tanpa harus main bubar.
Sederhana saja logikanya!

Dan, kita ada di mana?

Wassalam,
HarryMau
"al Jaahilu laa Ya`lamu Rutbata Nafsih, Fakayfa Ya`rifu Rutbata Ghayrih?"
----- Original Message ----- 
From: "Halimi Zuhdy" 
To: 
Cc: ; ; 

Sent: Saturday, June 14, 2008 1:39 AM
Subject: [kmnu2000] Membongkar Jaringan AKKBB (Tamat)


Membongkar Jaringan AKKBB (Tamat)
Strategi yang dilakukan kelompok liberal dan juga para sekutunya di 
Indonesia untuk menghancurkan gerakan-gerakan Islam—termasuk Front Pembela 
Islam (FPI), adalah dengan dua cara utama: Strategi Izharul Islam, yakni 
berpura-pura sebagai bagian dari kelompok umat Islam Indonesia namun dari 
“dalam” menghancurkan Islam itu sendiri.
Dalam sejarah negeri ini, strategi Izharul Islam telah diperkenalkan oleh 
seorang orientalis Yahudi Belanda bernama Snouck Hurgronje yang berpura-pura 
menjadi seorang Muslim namun dikemudian hari terbukti bahwa Hurgronje 
merupakan musuh dalam selimut. Demikianlah yang dikerjakan kaum liberal di 
Indonesia.
Strategi kedua adalah dengan memecah-belah umat Islam Indonesia (devide et 
Impera). Mereka memecah umatan tauhid ini dengan istilah-istilah kaum 
pembaharu dan kaum tradisional, kaum radikal dan kaum moderat, Islam liberal 
dan Islam Literal, bahkan Jaringan Rahmatan Alamin (maksudnya “Islam” yang 
berbaik-baik dengan Zionis-Yahudi seperti halnya Abdurrahman Wahid dan 
kawan-kawan) berhadapan dengan Jaringan Terorisme. Suatu istilah yang keji 
yang dipakai secara terang-terangan di situs libforall.com.
Guna meracuni opini publik maka senjata utama mereka adalah media massa, 
baik cetak (majalah, koran, tabloid, dan aneka penerbitaan buku), radio, 
situs dan aneka milis, maupun teve. Serangan media massa jaringan liberal 
ini secara kasar terlihat sekali dalam memberitakan apa yang terjadi setelah 
peristiwa benrokkan di Monas, 1 Juni 2008.
Mereka beramai-ramai berusaha keras membentuk opini publik bahwa FPI harus 
dibubarkan karena meresahkan masyarakat, radikal, bahkan disebut sebagai 
‘barisan preman berjubah’. Di sisi lain mereka menayangkan aneka liputan 
tentang bagaimana tertindasnya kelompok sesat Ahmadiyah. Mereka sama sekali 
tidak memuat sejumlah fakta bahwa AKKBB sebenarnya menyalahi rute aksi di 
hari tersebut, memprovokasi dan menantang FPI terlebih dahulu, bahkan ada 
peserta demonya yang membawa-bawa senjata api.
Padahal bisa dibayangkan, andaikata yang membawa senjata api itu salah 
seorang anggota FPI, maka dalam waktu sekejap pasti dunia internasional 
sudah mengetahuinya, bahkan tidak mustahil Kedubes AS akan segera menekan 
SBY untuk menangkap si pelaku.Dan SBY segera memerintahkan Kapolri untuk 
menurunkan Pasukan Elit Polri Densus 88 untuk memburunya.
Apa yang dilakukan media massa pro-liberal ini sesungguhnya mengikuti arahan 
yang sudah ditulis oleh Cheryl Bernard dari think-tank Zionis Amerika 
(kelompk Neo-Con di mana salah satu pentolannya adalah Paul Wolfowitz, si 
Zionis-Yahudi Gedung Putih, teman dekat Abdurrhaman Wahid) bernama Rand 
Corporation dalam artikelnya yang berjudul “CIVIL DEMOCRATIC ISLAM, 
PARTNERS, RESOURCES, AND STRATEGIES”. Inilah artikelnya:
STRATEGI: PECAH BELAH KELOMPOK ISLAM
Langkah pertama melakukan klasifikasi terhadap umat Islam berdasarkan 
kecenderungan dan sikap politik mereka terhadap Barat dan nilai-nilai 
Demokrasi.
Pertama : Kelompok Fundamentalis: menolak nilai-nilai demokrasi dan 
kebudayaan Barat kontemporer. Mereka menginginkan sebuah negara otoriter 
yang puritan yang akan dapat menerapkan Hukum Islam yang ekstrem dan 
moralitas. Mereka bersedia memakai penemuan dan teknologi modern untuk 
mencapai tujuan mereka.
Kedua : Kelompok Tradisionalis: ingin suatu masyarakat yang konservatif. 
Mereka mencurigai modernitas, inovasi, dan perubahan.

Ketiga: Kelompok Modernis: ingin Dunia Islam menjadi bagian modernitas 
global. Mereka ingin memodernkan dan mereformasi Islam dan menyesuaikannya 
dengan zaman.
Keempat : Kelompok Sekularis: ingin Dunia Islam untuk dapat menerima 
pemisahan antara agama dan negaradengan cara seperti yang dilakukan 
negara-negara demokrasi industri Barat, dengan agama dibatasi pada lingkup 
pribadi.
STRATEGI BELAH BAMBU DAN ADU DOMBA
Setelah membagi-bagi umat Islam atas empat kelompok itu, langkah berikutnya 
yang penting yang direkomendasi Rand Corporation adalah politik belah bambu. 
Mendukung satu pihak dan menjatuhkan pihak lain, berikutnya membentrokkan 
antar kelompok tersebut. Upaya itu tampak jelas dari upaya membentrokkan 
antara NU yang dikenal tradisionalis dengan ormas Islam yang Barat sering 
disebut Fundamentalis seperti FPI, HTI, atau MMI.
Hal ini dirancang sangat detil. Berikut langkah-langkahnya:
Pertama, Support the modernists first (mendukung kelompok Modernis) dengan,
* Menerbitkan dan mengedarkan karya-karya mereka 
dengan biaya yang disubsidi,
* Mendorong mereka untuk menulis bagi 
audiens massa dan bagi kaum muda,
* Memperkenalkan pandangan-pandangan 
mereka dalam kurikulum pendidikan Islam,
*  Memberikan mereka suatu platform 
publik
*  Menyediakan bagi mereka opini dan 
penilaian pada pertanyaan-pertanyaan yang fundamental dari interpretasi 
agama bagi audiensi massa dalam persaingan mereka dengan kaum fundamentalis 
dan tradisionalis, yang memiliki Web sites, dengan menerbitkan dan 
menyebarkan pandangan-pandangan mereka dari rumah-rumah, sekolah-sekolah, 
lembaga-lembaga, dan sarana yang lainnya.
*  Memposisikan sekularisme dan 
modernisme sebagai sebuah pilihan “counterculture” bagi kaum muda Islam yang 
tidak puas.
*  Memfasilitasi dan mendorong 
kesadaran akan sejarah pra-Islam dan non-Islam dan budayannya, di media dan 
di kurikulum dari negara-negara yang relevan.
*  Membantu dalam membangun 
organisasi-organisasi sipil yang independent, untuk
*  Mempromosikan kebudayaan sipil 
(civic culture) dan memberikan ruang bagi rakyat biasa untuk mendidik diri 
mereka sendiri mengenai proses politik dan mengutarakan pandangan-pandangan 
mereka.
Kedua, Support the traditionalists against the fundamentalists : Mendukung 
kaum tradisionalis dalam menentang kaum fundamentalis. Langkah-langkah yang 
dilakukan antara lain,
* Menerbitkan kritik-kritik kaum tradisionalis atas 
kekerasan dan ekstrimisme yang dilakukan kaum fundamentalis; mendorong 
perbedaan antara kaum tradisionalis dan fundamentalis.
*  Mencegah aliansi antara kaum 
tradisionalis dan kaum fundamentalis.
*  Mendorong kerja sama antara kaum 
modernis dan kaum tradisionalis yang lebih dekat dengan Kaum modernis.
*  Jika memungkinkan, didik kaum 
tradisionalis untuk mempersiapkan diri mereka untuk mampu melakukan debat 
dengan kaum fundamentalis. Kaum fundamentalis secara retorika seringkali 
lebih superior, sementara kaum tradisionalis melakukan praktek politik 
„Islam pinggiran” yang kabur. Di tempat-tempat seperti di Asia Tengah, 
mereka mungkin perlu untuk dididik dan dilatih dalam Islam ortodoks untuk 
mampu mempertahankan pandangan mereka.
*  Menambah kehadiran dan profil kaum 
modernis pada lembaga-lembaga tradisionalis.
*  Melakukan diskriminasi antara 
sektor-sektor tradisionalisme yang berbeda. Mendorong orang-orang dengan 
ketertarikan yang lebih besar atas modernisme, seperti pada Mazhab Hanafi, 
lawan yang lainnya. Mendorong mereka untuk membuat isu opini-opini agama dan 
mempopulerkan hal itu untuk memperlemah otoritas dari penguasa yang 
terinspirasi oleh paham Wahhabi yang terbelakang. Hal ini berkaitan dengan 
pendanaan. Uang dari Wahhabi diberikan untuk mendukung Mazhab Hambali yang 
konservatif. Hal ini juga berkaitan dengan pengetahuan. Bagian dari Dunia 
Islam yang lebih terbelakang tidak sadar akan kemajuan penerapan dan tafsir 
dari Hukum Islam.
*  Mendorong popularitas dan 
penerimaan atas Sufisme.
Ketiga, Confront and oppose the fundamentalists: Mengkonfrontir dan 
menentang kaum fundamentalis. Langkah-langkahnya antara lain:
*  Menentang tafsir mereka atas Islam 
dan menunjukkan ketidak akuratannya.
*  Mengungkap keterkaitan mereka 
dengan kelompok-kelompok dan aktivitas-aktiviats illegal.
*  Mengumumkan konsekuensi dari 
tindakan kekerasan yang mereka lakukan.
*  Menunjukkan ketidak mampuan mereka 
untuk memerintah, untuk mendapatkan perkembangan positif atas negara-negara 
mereka dan komunitas-komunitas mereka.
*  Mengamanatkan pesan-pesan ini 
kepada kaum muda, masyarakat tradisionalis yang alim, kepada minoritas kaum 
muslimin di Barat, dan kepada wanita.
*  Mencegah menunjukkan rasa hormat 
dan pujian akan perbuatan kekerasan dari kaum Fundamentalis, ekstrimis dan 
teroris. Kucilkan mereka sebagai pengganggu dan pengecut, bukan sebagai 
pahlawan.
*  Mendorong para wartawan untuk 
memeriksa isu-isu korupsi, kemunafikan, dan tidak bermoralnya lingkaran kaum 
fundamentalis dan kaum teroris.
*  Mendorong perpecahan antara kaum 
fundamentalis.
Keempat, Secara selektif mendukung kaum sekuler:
* Mendorong pengakuan fundamentalisme sebagai suatu 
musuh bersama, mematahkan aliansi dengan kekuatan-kekuatan anti Amerika 
berdasarkan hal-hal seperti nasionalisme dan ideology kiri.
*  Mendorong ide bahwa agama dan 
Negara juga dapat dipisahkan dalam Islam dan bahwa Hal ini tidak 
membahayakan keimanan tapi malah akan memperkuatnya. Pendekatan manapun atau 
kombinasi pendekatan manapun yang diambil, kami sarankan bahwa hal itu 
dilakukan dengan sengaja dan secara hati-hati, dengan mengetahui beban 
simbolis dari isu-isu yang pasti; konsekuensi dari penyesuaian ini bagi 
pelaku-pelaku Islam lain, termasuk resiko mengancam atau mencemari 
kelompok-kelompok atau orang-orang yang sedang kita berusahah bantu; dan 
kesempatan biaya-biaya dan konsekuensi afiliasi yang tidak diinginkan dan 
pengawasan yang tampaknya pas buat mereka dalam jangka pendek.
KELEMAHAN UMAT ISLAM INDONESIA
Umat Islam Indonesia sebenarnya kuat, kompak, dan berjuang menegakkan Islam 
dengan ikhlas, bahkan jika perlu nyawa pun jadi taruhannya. Hanya saja, 
kelemahan yang paling mendasar adalah umatan tauhid ini tidak memiliki media 
massa yang kuat, apakah itu koran atau stasiun teve.
Dan amat disayangkan pula, sebagian pemimpin umat ini sekarang sudah banyak 
yang dijangkiti penyakit wahn, yakni cinta dunia melebihi kecintaannya pada 
akherat, sehingga membeli mobil mewah seperti Bentley yang satu unitnya 
miliaran rupiah mampu, tapi membuat satu harian untuk kemashlahatan umat, 
mengaku tidak mampu. Padahal Bentley tidak akan bisa dibawa ke liang kubur.
Mudah-mudahan Allah SWT memberikan umatan tauhid ini seorang pemimpin yang 
sungguh-sungguh menegakkan dan menghidup Islam, bukan malah hidup dengan 
menunggangi umat Islam. Amien Ya Allah




[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda 
harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links





------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links





       

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke