Kupasannya sangat lengkap sekali mas...
Cuman ndak tahu apakah memang valid tidak content dan sanadnya..he..he...
Rasanya saya baca kok banyak bertendensi negatif dan prasangka buruk.....
Mungkin cuman wacana kebabalsan/gotahk gathik matuk saja... 
 
keep positive thinking, keep smile
aa

--- On Fri, 6/13/08, Halimi Zuhdy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Halimi Zuhdy <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [kmnu2000] Membongkar Jaringan AKKBB (Tamat)
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Date: Friday, June 13, 2008, 11:39 AM

Membongkar Jaringan AKKBB (Tamat)
Strategi yang dilakukan kelompok liberal dan juga para sekutunya di Indonesia
untuk menghancurkan gerakan-gerakan Islam—termasuk Front Pembela Islam (FPI),
adalah dengan dua cara utama: Strategi Izharul Islam, yakni berpura-pura sebagai
bagian dari kelompok umat Islam Indonesia namun dari “dalam” menghancurkan
Islam itu sendiri.
Dalam sejarah negeri ini, strategi Izharul Islam telah diperkenalkan oleh
seorang orientalis Yahudi Belanda bernama Snouck Hurgronje yang berpura-pura
menjadi seorang Muslim namun dikemudian hari terbukti bahwa Hurgronje merupakan
musuh dalam selimut. Demikianlah yang dikerjakan kaum liberal di Indonesia.
Strategi kedua adalah dengan memecah-belah umat Islam Indonesia (devide et
Impera). Mereka memecah umatan tauhid ini dengan istilah-istilah kaum pembaharu
dan kaum tradisional, kaum radikal dan kaum moderat, Islam liberal dan Islam
Literal, bahkan Jaringan Rahmatan Alamin (maksudnya “Islam” yang
berbaik-baik dengan Zionis-Yahudi seperti halnya Abdurrahman Wahid dan
kawan-kawan) berhadapan dengan Jaringan Terorisme. Suatu istilah yang keji yang
dipakai secara terang-terangan di situs libforall.com.
Guna meracuni opini publik maka senjata utama mereka adalah media massa, baik
cetak (majalah, koran, tabloid, dan aneka penerbitaan buku), radio, situs dan
aneka milis, maupun teve. Serangan media massa jaringan liberal ini secara
kasar terlihat sekali dalam memberitakan apa yang terjadi setelah peristiwa
benrokkan di Monas, 1 Juni 2008.
Mereka beramai-ramai berusaha keras membentuk opini publik bahwa FPI harus
dibubarkan karena meresahkan masyarakat, radikal, bahkan disebut sebagai
‘barisan preman berjubah’. Di sisi lain mereka menayangkan aneka liputan
tentang bagaimana tertindasnya kelompok sesat Ahmadiyah. Mereka sama sekali
tidak memuat sejumlah fakta bahwa AKKBB sebenarnya menyalahi rute aksi di hari
tersebut, memprovokasi dan menantang FPI terlebih dahulu, bahkan ada peserta
demonya yang membawa-bawa senjata api.
Padahal bisa dibayangkan, andaikata yang membawa senjata api itu salah seorang
anggota FPI, maka dalam waktu sekejap pasti dunia internasional sudah
mengetahuinya, bahkan tidak mustahil Kedubes AS akan segera menekan SBY untuk
menangkap si pelaku.Dan SBY segera memerintahkan Kapolri untuk menurunkan
Pasukan Elit Polri Densus 88 untuk memburunya.
Apa yang dilakukan media massa pro-liberal ini sesungguhnya mengikuti arahan
yang sudah ditulis oleh Cheryl Bernard dari think-tank Zionis Amerika (kelompk
Neo-Con di mana salah satu pentolannya adalah Paul Wolfowitz, si Zionis-Yahudi
Gedung Putih, teman dekat Abdurrhaman Wahid) bernama Rand Corporation dalam
artikelnya yang berjudul “CIVIL DEMOCRATIC ISLAM, PARTNERS, RESOURCES, AND
STRATEGIES”. Inilah artikelnya:
STRATEGI: PECAH BELAH KELOMPOK ISLAM
Langkah pertama melakukan klasifikasi terhadap umat Islam berdasarkan
kecenderungan dan sikap politik mereka terhadap Barat dan nilai-nilai
Demokrasi.
Pertama : Kelompok Fundamentalis: menolak nilai-nilai demokrasi dan kebudayaan
Barat kontemporer. Mereka menginginkan sebuah negara otoriter yang puritan yang
akan dapat menerapkan Hukum Islam yang ekstrem dan moralitas. Mereka bersedia
memakai penemuan dan teknologi modern untuk mencapai tujuan mereka.
Kedua : Kelompok Tradisionalis: ingin suatu masyarakat yang konservatif. Mereka
mencurigai modernitas, inovasi, dan perubahan.

Ketiga: Kelompok Modernis: ingin Dunia Islam menjadi bagian modernitas global.
Mereka ingin memodernkan dan mereformasi Islam dan menyesuaikannya dengan
zaman.
Keempat : Kelompok Sekularis: ingin Dunia Islam untuk dapat menerima pemisahan
antara agama dan negaradengan cara seperti yang dilakukan negara-negara
demokrasi industri Barat, dengan agama dibatasi pada lingkup pribadi.
STRATEGI BELAH BAMBU DAN ADU DOMBA
Setelah membagi-bagi umat Islam atas empat kelompok itu, langkah berikutnya
yang penting yang direkomendasi Rand Corporation adalah politik belah bambu.
Mendukung satu pihak dan menjatuhkan pihak lain, berikutnya membentrokkan antar
kelompok tersebut. Upaya itu tampak jelas dari upaya membentrokkan antara NU
yang dikenal tradisionalis dengan ormas Islam yang Barat sering disebut
Fundamentalis seperti FPI, HTI, atau MMI.
Hal ini dirancang sangat detil. Berikut langkah-langkahnya:
Pertama, Support the modernists first (mendukung kelompok Modernis) dengan, 
        * <!--[if! SupportLists]-->Menerbitkan dan mengedarkan karya-karya
mereka dengan biaya yang disubsidi, 
        * <!--[if! SupportLists]--><!--[endif]-->Mendorong mereka 
untuk
menulis bagi audiens massa dan bagi kaum muda, 
        * <!--[if! SupportLists]--><!--[endif]-->Memperkenalkan
pandangan-pandangan mereka dalam kurikulum pendidikan Islam, 
        * <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Memberikan mereka 
suatu
platform publik 
        * <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Menyediakan bagi 
mereka
opini dan penilaian pada pertanyaan-pertanyaan yang fundamental dari
interpretasi agama bagi audiensi massa dalam persaingan mereka dengan kaum
fundamentalis dan tradisionalis, yang memiliki Web sites, dengan menerbitkan
dan menyebarkan pandangan-pandangan mereka dari rumah-rumah, sekolah-sekolah,
lembaga-lembaga, dan sarana yang lainnya. 
        * <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Memposisikan 
sekularisme
dan modernisme sebagai sebuah pilihan “counterculture” bagi kaum muda Islam
yang tidak puas. 
        * <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Memfasilitasi dan
mendorong kesadaran akan sejarah pra-Islam dan non-Islam dan budayannya, di
media dan di kurikulum dari negara-negara yang relevan. 
        * <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Membantu dalam 
membangun
organisasi-organisasi sipil yang independent, untuk 
        * <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mempromosikan 
kebudayaan
sipil (civic culture) dan memberikan ruang bagi rakyat biasa untuk mendidik diri
mereka sendiri mengenai proses politik dan mengutarakan pandangan-pandangan
mereka. 
Kedua, Support the traditionalists against the fundamentalists : Mendukung kaum
tradisionalis dalam menentang kaum fundamentalis. Langkah-langkah yang dilakukan
antara lain, 
        * <!--[if! SupportLists]-->Menerbitkan kritik-kritik kaum 
tradisionalis
atas kekerasan dan ekstrimisme yang dilakukan kaum fundamentalis; mendorong
perbedaan antara kaum tradisionalis dan fundamentalis. 
        * <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mencegah aliansi 
antara
kaum tradisionalis dan kaum fundamentalis. 
        * <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mendorong kerja 
sama
antara kaum modernis dan kaum tradisionalis yang lebih dekat dengan Kaum
modernis. 
        * <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Jika 
memungkinkan, didik
kaum tradisionalis untuk mempersiapkan diri mereka untuk mampu melakukan debat
dengan kaum fundamentalis. Kaum fundamentalis secara retorika seringkali lebih
superior, sementara kaum tradisionalis melakukan praktek politik „Islam
pinggiran” yang kabur. Di tempat-tempat seperti di Asia Tengah, mereka
mungkin perlu untuk dididik dan dilatih dalam Islam ortodoks untuk mampu
mempertahankan pandangan mereka. 
        * <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Menambah 
kehadiran dan
profil kaum modernis pada lembaga-lembaga tradisionalis. 
        * <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Melakukan 
diskriminasi
antara sektor-sektor tradisionalisme yang berbeda. Mendorong orang-orang dengan
ketertarikan yang lebih besar atas modernisme, seperti pada Mazhab Hanafi, lawan
yang lainnya. Mendorong mereka untuk membuat isu opini-opini agama dan
mempopulerkan hal itu untuk memperlemah otoritas dari penguasa yang
terinspirasi oleh paham Wahhabi yang terbelakang. Hal ini berkaitan dengan
pendanaan. Uang dari Wahhabi diberikan untuk mendukung Mazhab Hambali yang
konservatif. Hal ini juga berkaitan dengan pengetahuan. Bagian dari Dunia Islam
yang lebih terbelakang tidak sadar akan kemajuan penerapan dan tafsir dari Hukum
Islam. 
        * <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mendorong 
popularitas
dan penerimaan atas Sufisme. 
Ketiga, Confront and oppose the fundamentalists: Mengkonfrontir dan menentang
kaum fundamentalis. Langkah-langkahnya antara lain:
        * <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Menentang tafsir 
mereka
atas Islam dan menunjukkan ketidak akuratannya. 
        * <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mengungkap 
keterkaitan
mereka dengan kelompok-kelompok dan aktivitas-aktiviats illegal. 
        * <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mengumumkan 
konsekuensi
dari tindakan kekerasan yang mereka lakukan. 
        * <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Menunjukkan 
ketidak
mampuan mereka untuk memerintah, untuk mendapatkan perkembangan positif atas
negara-negara mereka dan komunitas-komunitas mereka. 
        * <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mengamanatkan
pesan-pesan ini kepada kaum muda, masyarakat tradisionalis yang alim, kepada
minoritas kaum muslimin di Barat, dan kepada wanita. 
        * <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mencegah 
menunjukkan
rasa hormat dan pujian akan perbuatan kekerasan dari kaum Fundamentalis,
ekstrimis dan teroris. Kucilkan mereka sebagai pengganggu dan pengecut, bukan
sebagai pahlawan. 
        * <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mendorong para 
wartawan
untuk memeriksa isu-isu korupsi, kemunafikan, dan tidak bermoralnya lingkaran
kaum fundamentalis dan kaum teroris. 
        * <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mendorong 
perpecahan
antara kaum fundamentalis. 
Keempat, Secara selektif mendukung kaum sekuler:
        * <!--[if! SupportLists]-->Mendorong pengakuan fundamentalisme 
sebagai
suatu musuh bersama, mematahkan aliansi dengan kekuatan-kekuatan anti Amerika
berdasarkan hal-hal seperti nasionalisme dan ideology kiri. 
        * <!--[if! SupportLists]--> <!--[endif]-->Mendorong ide 
bahwa
agama dan Negara juga dapat dipisahkan dalam Islam dan bahwa Hal ini tidak
membahayakan keimanan tapi malah akan memperkuatnya. Pendekatan manapun atau
kombinasi pendekatan manapun yang diambil, kami sarankan bahwa hal itu
dilakukan dengan sengaja dan secara hati-hati, dengan mengetahui beban simbolis
dari isu-isu yang pasti; konsekuensi dari penyesuaian ini bagi pelaku-pelaku
Islam lain, termasuk resiko mengancam atau mencemari kelompok-kelompok atau
orang-orang yang sedang kita berusahah bantu; dan kesempatan biaya-biaya dan
konsekuensi afiliasi yang tidak diinginkan dan pengawasan yang tampaknya pas
buat mereka dalam jangka pendek. 
KELEMAHAN UMAT ISLAM INDONESIA
Umat Islam Indonesia sebenarnya kuat, kompak, dan berjuang menegakkan Islam
dengan ikhlas, bahkan jika perlu nyawa pun jadi taruhannya. Hanya saja,
kelemahan yang paling mendasar adalah umatan tauhid ini tidak memiliki media
massa yang kuat, apakah itu koran atau stasiun teve.
Dan amat disayangkan pula, sebagian pemimpin umat ini sekarang sudah banyak
yang dijangkiti penyakit wahn, yakni cinta dunia melebihi kecintaannya pada
akherat, sehingga membeli mobil mewah seperti Bentley yang satu unitnya
miliaran rupiah mampu, tapi membuat satu harian untuk kemashlahatan umat,
mengaku tidak mampu. Padahal Bentley tidak akan bisa dibawa ke liang kubur.
Mudah-mudahan Allah SWT memberikan umatan tauhid ini seorang pemimpin yang
sungguh-sungguh menegakkan dan menghidup Islam, bukan malah hidup dengan
menunggangi umat Islam. Amien Ya Allah


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke