Sorry mas putra rama,

 

Tolong sampaikan ke ibu.bambang referensi kitabnya juga disebutkan,
judulnya apa, halaman berapa, terbitan mana? Dst. sehingga bisa
dipertanggungjawabkan keilmiahannya.

 

Demikian.

Thx.

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Putra Rama
Sent: Tuesday, June 17, 2008 8:21 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]; [email protected];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]
Subject: [kmnu2000] FWD: Wahabi ???

 

---------- Forwarded message ----------
From: Ibu.Bambang <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:Ibu.Bambang%40gmail.com> >
Date: Jun 17, 2008 8:10 PM
Subject: Wahabi ???
To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com> 
Cc: [EMAIL PROTECTED] <mailto:mediacare%40yahoogroups.com> 

Bapak/Ibu YTH

Coba di cek deh di http://pahamwahabi.blogspot.com/
<http://pahamwahabi.blogspot.com/> 

kok ciri-ciri Wahabi ada semua di FPI ya ?

Terutama setelah membandingkan dgn http:/aksifpi.blogspot.com

Padahal khan banyak hadis2 Nabi yg telah meramalkan kedatangan kaum
Wahabi ini.

Seperti tertulis di bawah ini :


Hadits-hadits yang memberitakan akan datangnya Faham Wahabi. 

Sungguh Nabi s a w telah memberitakan tentang golongan Khawarij ini
dalam beberapa hadits beliau, maka hadits-hadits seperti itu adalah
merupakan tanda kenabian beliau s a w, karena termasuk memberitakan
sesuatu yang masih ghaib (belum terjadi). Seluruh hadits-hadits ini
adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih BUKHARI & MUSLIM
dan sebagian yang lain terdapat dalam selain kedua kitab tsb.
Hadits-hadits itu antara lain: 

1. Fitnah itu datangnya dari sini, fitnah itu datangnya dari arah sini,
sambil menunjuk ke arah timur (Najed-pen ). 

2. Akan muncul segolongan manusia dari arah timur, mereka membaca Al
Qur'an tetapi tidak bisa membersihkannya, mereka keluar dari agamanya
seperti anak panah yang keluar dari busurnya dan mereka tidak akan
kembali ke agama hingga anak panah itu bisa kembali ketempatnya
(busurnya), tanda-tanda mereka bercukur kepala (plontos - pen). 

3. Akan ada dalam ummatku perselisihan dan perpecahan kaum yang indah
perkataannya namun jelek perbuatannya. Mereka membaca Al Qur'an, tetapi
keimanan mereka tidak sampai mengobatinya, mereka keluar dari agama
seperti keluarnya anak panah dari busurnya, yang tidak akan kembali
seperti tidak kembalinya anak panah ketempatnya. Mereka adalah
sejelek-jelek makhluk, maka berbahagialah orang yang membunuh mereka
atau dibunuh mereka. Mereka menyeru kepada kitab Allah, tetapi
sedikitpun ajaran Allah tidak terdapat pada diri mereka. Orang yang
membunuh mereka adalah lebih utama menurut Allah. Tanda-tanda mereka
adalah bercukur kepala (plontos - pen). 

4. Di Akhir zaman nanti akan keluar segolongan kaum yang pandai bicara
tetapi bodoh tingkah lakunya, mereka berbicara dengan sabda Rasulullah
dan membaca Al Qur'an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka,
meraka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, maka
apabila kamu bertemu dengan mereka bunuhlah, karena membunuh mereka
adalah mendapat pahala disisi Allah pada hari kiamat. 

5. Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al Qur'an
namun tidak sampai mengobati mereka, mereka keluar dari agama seperti
anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti
anak panah yang tak akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah
bercukur kepala (plontos - pen). 

6. Kepala kafir itu seperti (orang yang datang dari) arah timur, sedang
kemegahan dan kesombongan (nya) adalah (seperti kemegahan dan
kesombongan orang-orang yang) ahli dalam (menunggang) kuda dan onta. 

7. Dari arah sini inilah datangnya fitnah, sambil mengisyaratkan ke arah
timur (Najed - pen). 

8. Hati menjadi kasar, air bah akan muncul disebelah timur dan keimanan
di lingkungan penduduk Hijaz (pada saat itu penduduk Hijaz terutama kaum
muslimin Makkah dan Madinah adalah orang-orang yang paling gigih melawan
Wahabi dari sebelah timur / Najed - pen). 

9. (Nabi s a w berdo'a) Ya Allah, berikan kami berkah dalam negeri Syam
dan Yaman, para sahabat berkata: Dan dari Najed, wahai Rasulullah,
beliau berdo'a: Ya Allah, berikan kami berkah dalam negeri Syam dan
Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliau s a w bersabda: Di sana
(Najed) akan ada keguncangan fitnah serta disana pula akan muncul tanduk
syaitan. 

10. Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al
Qur'an namun tidak sampai membersihkan mereka. Ketika putus dalam satu
kurun, maka muncul lagi dalam kurun yang lain, hingga adalah mereka yang
terakhir bersama-sama dengan dajjal. 

Dalam hadits-hadits tsb dijelaskan, bahwa tanda-tanda mereka adalah
bercukur kepala (plontos - pen). Dan ini adalah merupakan nash atau
perkataan yang jelas ditujukan kepada kaum khawarijin yang datang dari
arah timur, yakni para penganut Ibnu Abdil Wahab, karena dia telah
memerintahkan setiap pengikutnya bercukur rambut kepalanya hingga mereka
yang mengikut kepadanya tidaklah dibolehkan berpaling dari majelisnya
sebelum melakukan perintah tsb (bercukur - plontos). Hal seperti ini
tidak pernah terjadi sebelumnya dari aliran-aliran SESAT lainnya. Oleh
sebab itu, hadits-hadits tsb jelas ditujukan kepada mereka, sebagaimana
apa yang telah dikatakan oleh Sayyid Abdurrahman Al-Ahdal, seorang mufti
di Zubaid. Beliau r a berkata: "Tidak usah seseorang menulis suatu buku
untuk menolak Ibnu Abdil Wahhab, akan tetapi sudah cukup ditolak oleh
hadits-hadits Rasulullah s a w itu sendiri yang telah menegaskan bahwa
tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul), karena
ahli bid'ah sebelumnya tidaklah pernah berbuat demikian selain mereka."

Muhammad bin Abdul Wahhab (pendiri Wahabisme - pen) sungguh pernah juga
memerintah kaum wanitanya untuk bercukur (gundul - pen). Pada suatu saat
ada seorang wanita masuk agamanya dan memperbarui Islamnya sesuai dengan
doktrin yang dia masukkan, lalu dia memerintahkan wanita itu bercukur
kepala (gundul pacul - pen). Kemudian wanita itu menjawab: "anda
memerintahkan kaum lelaki bercukur kepala, seandainya anda memerintahkan
mereka bercukur jenggot mereka maka boleh anda memerintahkan kaum wanita
mencukur rambut kepalanya, karena rambut kaum wanita adalah kedudukannya
sama dengan jenggot kaum lelaki".Maka dia kebingungan dan tidak bisa
berkata apa-apa terhadap wanita itu. Lalu kenapa dia melakukan hal itu,
tiada lain adalah untuk membenarkan sabda Nabi s a w atas dirinya dan
para pengikutnya, yang dijelaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah
bercukur (gundul/plontos). Jadi apa yang dia lalukan itu semata-mata
membuktikan kalau Nabi s a w itu benar dalam
segala apa yang disabdakan.

Salam

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke