.....Ternyata karena jarak sekolah dengan rumahnya di Petamburan, yang juga
di Jakarta Pusat, terlalu berat bagi fisik Rizieq yang kecil. Ibunya lalu
memindahkan dia ke sekolah SMP Kristen Bethel Petamburan yang letaknya lebih
dekat dengan rumahnya.....

salam,
kc
=====
**
*Jejak rekam Rizieq*

Nama lengkapnya adalah Al Habib Muhammad bin Hussein Rizieq Shihab, lahir di
Jakarta pada 24 Agustus 1965. Kedua orang tuanya bernama Hussein Shihab dan
Sidah Alatas dan Habib Rizieq merupakan anak ke 5 dari lima bersaudara.

Pada masa kecilnya, Habib Rizieq merasa sangat beruntung karena dimasa
kanak-kanak dan remajanya tidak ada aksi tawuran dan maraknya narkoba
seperti yang banyak kita jumpai saat ini.
Pada masa itu, kenakalan anak sekolah masih bisa dimaklumi dan dalam
batas-batas kewajaran.
Perkembangan anak anak sekolah pada masa itu lebih beruntung daripada anak
masa sekarang sebab para murid sekolah dasar selalu mendapat jatah susu
sekali dalam seminggu.

Selalu mendapat pemeriksaan dokter secara rutin dan dipinjamin buku-buku
pelajaran sekolah. Keberuntungan inilah yang membuat dia dapat tumbuh dalam
keceriaan dan kelebihan ini selalu membekas dalam ingatan diri Habib Rizieq.
"Tidak seperti sekarang, anak anak tumbuh tanpa perhatian," katanya.

Meskipun sudah ditinggal ayahnya ketika dia berusia satu tahun, Rizieq
mengaku tidak pernah dididik di pesantren, tetapi sejak berusia empat tahun,
dia sudah rajin mengaji di masjid-masjid. Ibunya yang sekaligus berperan
sebagai bapak, dan bekerja sebagai penjahit pakaian serta perias pengantin
tetapi ibunya tetap bersemangat dan selalu memperhatikan pertumbuhan dan
pendidikan anak anaknya termasuk Habib Rizieq.

Meskipun menerapkan disiplin yang keras kepada anak anaknya namun ibunya
tetap memberi kebebasan untuk bermain. Usai menamatkan SDN 1 Petamburan, dia
kemudian melanjutkan sekolah di SMP Pejompongan, Jakarta Pusat.

Ternyata karena jarak sekolah dengan rumahnya di Petamburan, yang juga di
Jakarta Pusat, terlalu berat bagi fisik Rizieq yang kecil. Ibunya lalu
memindahkan dia ke sekolah SMP Kristen Bethel Petamburan yang letaknya lebih
dekat dengan rumahnya.

Meskipun dia beragama Islam, Rizieq mampu mengikuti pelajaran agama Kristen
yang diberikan di sekolah barunya tersebut dan guru-gurunya selalu kagum
padanya. "Nilai saya untuk pelajaran itu tidak pernah di bawah sepuluh,
selalu sepuluh," tutur Riziek yang oleh Paulina, gurunya di SMP Kristen itu,
dikagumi karena sikapnya yang kritis dan cerdas.

Lulus SMP, Rizieq kemudian masuk ke SMA. Disekolah ini lagi lagi gurunya
dibuat kagum atas prestasinya. Selepas SMA, Rizieq lalu meneruskan
pendidikannya di King Saud University di Arab Saudi.

Disekolah ini, dia mampu menyelesaikan pendidikannya dalam waktu empat tahun
dan memperoleh predikat Cum-Laude. Riziek juga pernah kuliah untuk mengambil
S2 di Malaysia, sayangnya cuma setahun.

Beberapa waktu kemudian, Rizieq mendeklarasikan FPI pada 17 Agustus 1998.
Namanya mencuat sejak meletus peristiwa Ketapang, Jakarta, pada 22 November
1998 lalu. Waktu itu, sekitar 200 anggota FPI bentrok dengan ratusan preman.
Bentrokan bernuansa suku, agama, ras dan antar golongan ini mengakibatkan
beberapa rumah warga dan rumah ibadah terbakar serta menewaskan sejumlah
orang.

Pasca tragedi World Trade Center, sang Habib bersama anggota FPI lalu giat
melakukan kampenye anti Amerika dan mengutuk penyerangan Amerika terhadap
Afghanistan. Sampai sampai Rizieq mengajak anak-anak dan keluarganya yang
doyan melahap makanan McDonald dan Kentucky, memboikot produk Amerika.

FPI juga melakukan sweeping terhadap warga negeri tersebut serta gencar
melakukan razia seluruh tempat hiburan yang berbau praktek prostitusi dan
narkoba. Pada razia itu, banyak pengelola hiburan yang ketakutan dan sempat
menutup usahanya.

Pada suatu ketika, anggota FPI menggerebek tempat hiburan di kawasan Kemang,
Jakarta Selatan. Ada serombongan laskar FPI yang melihat tempat berpapan
nama Bar-Ber Shop (tempat potong rambut). Mereka mengira Bar-Ber Shop itu
adalah Bar sehingga tempat itu diserbu.

Akibatnya, awak tempat potong rambut itu sambil membawa gunting
berteriak-teriak bahwa dia tukang cukur, bukan penjaga bar. "Itulah lugunya
orang laskar, karena mereka tidak bisa dan mengerti bahasa Inggris," tutur
Riziek.

Meski namanya populer dan dikenal banyak orang, Riziek tetap tidak berubah
sedikitpun. "Dari dulu saya mubalig kampung dan jadwal saya juga tetap
melakukan tablig ke kampung-kampung," kata pembina sejumlah majelis taklim
di kawasan Jabotabek ini.

Kegiatannya sehari-hari yakni kalau tidak memenuhi undangan jamaah, menerima
tamu. Jika ada waktu luang, waktu itu dia manfaatkan untuk beristirahat
dengan keluarga atau membaca buku. Buku buku yang sering dibacanya yakni
buku bacaan tentang syariat Islam dan karya-karya Imam Nawawi, Imam Suyuti,
Imam Ghazali. "Buku-buku itu nikmat dibaca dan padat manfaat," ujar Habib
yang kesehariannya suka mengenakan baju dan peci putih ini. []

http://sensorutama.blogspot.com/2008/06/habib-rizieq-pria-idaman-keluarga.html


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke