saya setuju dengan kegelisahan tulisan anda... sekarang ini kita prihatin dengan fenomena yabg anda ilustrasikan. namun sebelum berlanjut, jilbab itu simbol atau bukan? atau memang terdapat motifasi ibadah mahdloh? oleh karena itu perlu penelurusan maqoshid syari'ah dari jilbab itu sendiri. jika hanya untuk membedakan antar keyakinan, bagaimana dengan kita selama ini yang sudah membaur mulai dari filsafat sampai hal teknis dengan keyakinan lain. salah satu maqoshid syari'ah dari pemberlakuan jilbab adalah haya (melekatkan sifat malu pada diri muslim dan muslimah). ketika saya kursus di BEC pare kediri, mr. Kalend O mewajibkan semua siswi untuk memakai jilbab di lingkungan tempat kursusan, maka saya merasakan suasana yang nyaman dan tenang dan islami. Gus Dur pernah berkata: "porno itu ada dalam fikiran". jika kita melihat GBHN di depan kita, maka itu bukan porno jika kita tidak berfikiran ngeres. begitu juga sebaliknya, jika kita bertatapan muka dengan orang berjilbab rapih sampai menutup setengah badan, bila fikiran kita negres, maka itu dikategorian porno. Sepanjang itu, saya tidak sutuju pendapat Gus Dur. karena secara teknis, fikiran kita akan terpengaruh oleh indra yang kita tangkap dan rasakan. itu suatu hal yang tidak bisa kita pungkiri, jika kita normal. karena manusia di bekali tabi'ah, ghoriziyyah dan fitrah oleh yang Maha Wujud. Jadi, saya lebih cendrung bila jilbab itu disadari sebagai bagiandari pelekatan sifat haya pada muslim dan muslimah. oleh karena itu, saya tidak mendukun sama sekali bila ada perda yang memberlakukan wajib jilbab. Moh Afifi Edon Padepokan Bambu Kuning Patrol Indramayu
--- Pada Ming, 13/7/08, Kupretist <[EMAIL PROTECTED]> menulis: Dari: Kupretist <[EMAIL PROTECTED]> Topik: [kmnu2000] Mengapa Banyak Muslimah Menanggalkan Jilbab Mereka Kepada: [email protected] Tanggal: Minggu, 13 Juli, 2008, 1:16 PM Mengapa saya katakan banyak? Banyak bukan berarti semua, tetapi banyak adalah lawannya sedikit, hanya masalah kuantitas belaka. Namun itu membuat saya sedikit termangu menyaksikan GBHN menggantikan jilbab-jilbab mereka. Tahu GBHN? Garis Besar Haluan Negara ? bukan itu maksud saya, itu abrivasi lama, GBHN atau Garis BH Nona-nona. Itulah yang mengganggu penglihatan saya belakangan ini. Jumlahnya makin banyak, menggantikan jilbab-jilbab yang dulu masih marak. Akan tetapi jilbab sekarang juga nampak GBHN-nya, dan itu semua hanya soal selera fashionista. Tidak ada tendesius apapun didalamnya, baik ideologi dan agama. Sekali lagi cuma masalah selera, mungkin itu pula yang menyebabkan banyak muslimah menanggalkan jilbab mereka. Satu per satu muslimah yang dulu pernah saya kenal di masa sekolah dan kuliah berpaling dari jilbab mereka, seribu satu alasan, dari skeptisisme sampai permisivisme. Saya tidak tahu kapan budaya hedon itu menyerang, akan tetapi sekali lagi jawabannya berbalik pada diri sendiri. Boleh meradang, jangan melarang. Maka aku cukup bertanya mengapa? Mengapa saat ini kita mulai menyembah sesama? idolisasi, berhala baru yang bergerak di tengah masyarakat. Apakah benar episetrum kehidupan adalah manusia, kadang saya meragukan hal itu. Namun jilbab bagi mereka hanya untuk orang yang percaya kiamat dan akhirat, sama saja dengan hubungan intim. Untuk apa menikah jika kita bisa menanam tunas dimana saja, untuk apa jilbab jika gaun pesta simbol peradaban dan budaya. Jilbab hanya untuk gadis badui biasa. Itu yang kini tercetak pada alam bawah sadar muslimah, baik itu di desa dan dikota, mereka mengganti dengan tanktop yang membungkus BH. Sementara kita hidup di negeri tanpa agama, memang negara ini bukan negara agama. Agama hanya hanya tersembunyi di dalam dada, ajarannya cukup berada di masjid dan musholla. "Ini dunia manusia, bukan dunia Tuhan, malaikat, nabi dan agama." demikian kampanye kaum agnostik. Tapi di negeri ini mereka adalah muslimah, muslimah agnostik sebutannya. Bagaimana bisa? ya bisa, selama seluruh aspek kehidupan terhumanisasi. Bumi adalah hak manusia, Tuhan tak punya asasi di sini. Teroris, begitu yang mereka labeli untuk agama kita, wahai Muslimah Indonesia. Ritual shalat tidak lebih dari materi pelatihan bom bunuh diri. Berdiri memasang bom, rukuk untuk memasang detonator, dan sujud untuk menyalakan detonator. Dan, bum! Dunia Barat memberikan gambaran buruk tentang orang yang bersembahyang. Lalu bagaimana dengan berjilbab? Apakah mereka mengira aurat adalah kata lain yang patut untuk organ vital? Mereka tidak tahu konsep aurat sehingga mereka bebas berbikini ria. Apakah oleh sebab itu kalian menanggalkan jilbab? Tidak, jangan. Sudah cukup garis BH kalian yang tampak menjiplak. Memang peradaban mereka telah mencapai semua hal yang masih menjadi mimpi di sini. Mereka katakan menghormati perbedaan, terbuka untuk semua keyakinan dan agama, namun sejauh sesuai dengan selera Eropa. Kenapa dunia mereka selalu iri jika kita mengambil jalan berbeda dari cara Barat menatap dunia? ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ Not happy with your email address?. Get the one you really want - millions of new email addresses available now at Yahoo! http://uk.docs. yahoo.com/ ymail/new. html [Non-text portions of this message have been removed] ___________________________________________________________________________ Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/ [Non-text portions of this message have been removed]
