http://www.suaramerdeka.com/ WACANA
28 Oktober 2008 Tajuk Rencana Syeh Puji, Sensasi atau Ketulusan Hati Di dunia ini selalu saja ada yang unik, menarik, lucu, tetapi kadangkala juga sensasional. Ada orang melengkapi dirinya dengan sepasang sayap dan mencoba terbang, ternyata bisa meskipun tidak sesempurna burung. Ada lagi di belahan dunia yang lain, seorang bocah kecil bermain-main dengan King Cobra. Menempelkan kepalanya bersentuhan dengan kepala ular berbisa. Tidak apa-apa! Ada bhiksu di Thailand Utara yang setiap hari menggembala harimau. Raja Hutan itu bahkan dibiarkan berkeliaran di Vihara. Itu semua lucu, menarik dan juga menegangkan. Ada nilai keunikan, bahkan mungkin juga sensasi di sana. Dua minggu terakhir ini kita mendengar dan membaca berita tentang pernikahan seorang pemilik perusahaan besar dan pengasuh pondok pesantren yang dikenal sebagai Syeh Pujiono (43) dengan Lutfiana Ulfa (12). Pernikahan itu tentu saja menarik perhatian banyak orang, bahkan para tokoh agama dan pemerhati anak ikut berbicara. Belum lepas dari ketegangan, masyarakat disuguhi berita yang menghebohkan lagi bahwa ia bahkan telah menikahi gadis 7 dan 9 tahun, tetapi masih dititipkan ke orang tuanya sambil menunggu akil balik. Seperti biasa, Puji memberikan jawaban menarik tiap kali ditanya tentang langkahnya. Khusus tentang pernikahan tersebut, terserah pada sidang pembaca, apakah masuk kategori unik, menarik atau sensasional? Sekiranya kita diperbolehkan bertanya, maka hanya satu saja yakni apakah pernikahan itu benar-benar sebuah niat yang lahir dari ketulusan hati Syeh Puji? Niat yang tulus ikhlas itu seperti niat orang berangkat shalat tanpa memikirkan imbalan apa yang akan diterimanya dari Tuhan. Shalat ya shalat, karena itulah ungkapan ketakwaan. Titik. Tanpa berpikir lagi apakah nantinya mendapat balasan atau tidak. Kalau orang shalat atau puasa sekadar karena mengincar pahala, maka itu sama artinya mengajak Allah bertransaksi. Niat yang tulus datang dari hati yang bersih. Hati adalah percikan Dzat Illahi. Karena percikan dari Dzat Allah maka ia jauh dari nafsu, jauh dari serakah, jauh pula dari keinginan untuk sensasi. Jika pernikahan itu sebuah perintah agama, maka kita yakini itu jauh dari sekadar nafsu, karena agamalah yang meminta manusia mengendalikan nafsunya. Lalu bagaimana pernikahan Puji dan Ulfa ? Mungkin hanya Puji yang mengetahui. Kita hanya bisa meraba-raba tentang maksud dan tujuannya, karena yang terjadi itu berlangsung di luar logika awam, dan kita tak bisa menjangkaunya. Yang kita tahu hanyalah anak usia 12 tahun itu masih berkategori belum dewasa. Anak umur 12 tahun, seperti sering dikatakan para ahli, semua bagian tubuh fisik, mental, intelektual, mental dan spiritualnya masih berada di tataran berkembang. Jika umur sekian sudah menikah, tidakkah akan merusak konstruksi perkembangannya? Bagaimana jika suatu ketika oleh suatu sebab, pernikahan itu tidak bisa langgeng, mampukah mental dan spiritualitas Ulfa menopangnya? Siapa yang akan bertanggung jawab jika suatu hari terjadi sesuatu? Bahkan, sudah ramai seperti ini bagaimana pula jika kemudian tiba-tiba batal atau dibatalkan, siapa pula yang akan melindungi Ulfa? Apakah dia bisa menanggung beban di lingkungan masyarakat? Terlepas dari kemungkinan pernikahan itu melanggar undang-undang, kita sangat berharap hal-hal seperti ini dijauhkan dari suasana sensasi. Apakah jika memang benar akibat pernikahan itu Syeh Puji melanggar undang-undang, lalu harus dibatalkan? Jika demikian halnya, bagaimana pula dengan nasib Ulfa? Seandainya pernikahan itu dianggap batal demi hukum, apakah Lutfiana Ulfa akan kembali ke sekolah? Apakah anak ini mempunyai kemampuan untuk kembali ke sekolah, lalu bagaimana kira-kira dengan reaksi teman-temannya? Kita berharap, episode dalam sebuah narasi Lagu ”Cucak Rawa” semoga benar-benar tidak terjadi. ------------------------------------ ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
