Salam, Tadi malam, saat Sosialisasi Pemilu 2009 di salah satu Kedutaan RI, mas Taufiq mengajak warga Indonesia di LN untuk mulai menyuarakan agar WNI di LN juga dapat direpresentasikan oleh warganya yang memang tinggal di LN. Hal ini agar aspirasi-aspirasi warga Indonesia di LN dapat terserap dan disalurkan lewat lembaga legislatif (DPR). Karena selama ini suara mereka diimbuhkan saja ke Daerah Pemilihan (dapil) DKI dan untuk Pemilu 2009 ini ke dapil DKI II. Padahal, kemungkinan besar mereka yang berasal dari dapil DKI II kurang atau bahkan tidak memahami dan merasakan problematika WNI di LN. Terutama misalnya di daerah-daerah yang WNI-nya cukup besar dan memiliki seabreg problema seperti Malaysia, Saudi Arabia. Untuk itu ia mengajak untuk bersama-sama mendorong adanya dapil LN dan wakil-wakil yang dipilih dan sebagai representasi warga Indonesia di LN.
Sebenarnya dengan jumlah pemilih LN sebesar 1,5 juta untuk Pemilu 2009, setidaknya bisa diwakili 5 orang anggota DPR. Karena kalau bilangan pemilih di Indonesia dirata-rata, maka tiap satu wakil merepresentasikan sekitar 300 ribu pemilih. Apalagi kalau menggunakan patokan angka Pemilu 2004 yang mencapai 1,9 juta pemilih, maka seharusnya ada sekitar 7 anggota legislatif. Sebagai bahan renungan tambahan, perlu barangkali dikaji apakah penyusutan ini karena memang jumlah WNI di LN menurun atau karena mereka sudah tidak antusias lagi untuk ikut Pemilu, alias pendukung Golput, dan diantaranya faktor penyebabnya adalah tidak adanya representasi dari kalangan mereka sendiri. Ide dapil LN dan anggota legislatif dari LN ini sebenarnya sudah terlaksana di Italia. Di parlemen Italia, misalnya, ada 12 anggota DPR yang mewakili pemilih di LN. Dan ide dapil LN ini ternyata sudah pula disuarakan oleh Ketua KPU seperti dalam kutipan berita berikut. Mungkin WNI penduduk LN perlu beramai-ramai mendukung dan menyuarakannya sejak sekarang. Barangkali pada Pemilu 2014 nanti akan benar-benar ada wakil di DPR dari dapil LN. Wassalam, Safira Machrusah [Rosa] http://safiramachrusah.blogspot.com MARI KAMPANYEKAN ANGGOTA LEGISLATIF DARI DAPIL LN KPU Usulkan Daerah Pemilihan Luar Negeri Rabu, 17 Desember 2008 | 13:22 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Komisi Pemilihan Umum Abdul Hafiz Anshary melontarkan gagasan daerah pemilihan luar negeri menjadi daerah pemilihan sendiri. "Calonnya juga dari WNI yang tinggal di luar negeri," katanya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (17/12). Dengan adanya daerah pemilihan, Hafiz mengharapkan dapat memperjuangkan nasib warga Indonesia di sana. "Jadi partisipasinya tinggi," ucap dia, mengimbuhkan. Warga bisa menuntut jika calonnya yang berhasil duduk di DPR tidak menjalankan amanatnya. Seharusnya Pemilu 2009 bisa menjadi ajang pembuktian. Namun ternyata jumlah pemilih malah turun menjadi 1. 509. 892 dari 1,9 juta pemilih. Gagasan itu diakuinya tidak mungkin dilaksanakan pada 2009 karena sudah terlambat. Direktur Eksekutif CETRO Hadar N. Gumay menyambut baik usulan itu. "Ini opsi antara karena luar negeri punya masalah khusus," ujar Hafiz. Gagasan ini diharapkan dapat terus dikaji dan terus diperdebatkan. Start your day with Yahoo!7 and win a Sony Bravia TV. Enter now http://au.docs.yahoo.com/homepageset/?p1=other&p2=au&p3=tagline [Non-text portions of this message have been removed]
