Assalamu Alaikum wr wb

Sekedar nimbrung...

Takutnya yang paling berkemungkinan untuk masuk caleg dapi LN adalah 
lokal-lokal staf kedutaan, khususnya di Arab yang statusnya bukan PNS. Bukan 
rahasia lagi, perwakilan-perwakilan kita di LN khususnya Arab, dikuasai para 
"the facto ambassadors" para staff lokal yang bahkan bisa menyetir atasannya.

Contoh kecil aja, di pemilihan temus haji. Betapa amburadulnya cara 
pemilihannya. 

Tapi ini usul yang sangat bagus dan patut di dukung. Minimal masyarakat 
Indonesia di LN juga ikut serta memikirkan nasib bangsa khususnya "helpers" 
alias babu yang berserakan di Arab.

Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga "calon" konstituennya. Bagus banget


RS

http://indonesia-arab.blogspot.com

--- On Wed, 12/17/08, Rosa Prabowo <[email protected]> wrote:
From: Rosa Prabowo <[email protected]>
Subject: [kmnu2000] PEMILU 2009: Perlu rame-rame mendukung dapil LN
To: "kmnu 2000" <[email protected]>
Date: Wednesday, December 17, 2008, 11:23 PM










    
            Salam,

Tadi malam, saat Sosialisasi Pemilu 2009 di salah satu Kedutaan RI, mas Taufiq 
mengajak warga Indonesia di LN untuk mulai menyuarakan agar WNI di LN juga 
dapat direpresentasikan oleh warganya yang memang tinggal di LN. Hal ini agar 
aspirasi-aspirasi warga Indonesia di LN dapat terserap dan disalurkan lewat 
lembaga legislatif (DPR). Karena selama ini suara mereka diimbuhkan saja ke 
Daerah Pemilihan (dapil) DKI dan untuk Pemilu 2009 ini ke dapil DKI II. 
Padahal, kemungkinan besar mereka yang berasal dari dapil DKI II kurang atau 
bahkan tidak memahami dan merasakan problematika WNI di LN. Terutama misalnya 
di daerah-daerah yang WNI-nya cukup besar dan memiliki seabreg problema seperti 
Malaysia, Saudi Arabia. Untuk itu ia mengajak untuk bersama-sama mendorong 
adanya dapil LN dan wakil-wakil yang dipilih dan sebagai representasi warga 
Indonesia di LN.



Sebenarnya dengan jumlah pemilih LN sebesar 1,5 juta untuk Pemilu 2009, 
setidaknya bisa diwakili 5 orang anggota DPR. Karena kalau bilangan pemilih di 
Indonesia dirata-rata, maka tiap satu wakil merepresentasikan sekitar 300 ribu 
pemilih. Apalagi kalau menggunakan patokan angka Pemilu 2004 yang mencapai 1,9 
juta pemilih, maka seharusnya ada sekitar 7 anggota legislatif. Sebagai bahan 
renungan tambahan, perlu barangkali dikaji apakah penyusutan ini karena memang 
jumlah WNI di LN menurun atau karena mereka sudah tidak antusias lagi untuk 
ikut Pemilu, alias pendukung Golput, dan diantaranya faktor penyebabnya adalah 
tidak adanya representasi dari kalangan mereka sendiri. 



Ide dapil LN dan anggota legislatif dari LN ini sebenarnya sudah terlaksana di 
Italia. Di parlemen Italia, misalnya, ada 12 anggota DPR yang mewakili pemilih 
di LN. Dan ide dapil LN ini ternyata sudah pula disuarakan oleh Ketua KPU 
seperti dalam kutipan berita berikut. Mungkin WNI penduduk LN perlu 
beramai-ramai mendukung dan menyuarakannya sejak sekarang. Barangkali pada 
Pemilu 2014 nanti akan benar-benar ada wakil di DPR dari dapil LN.



Wassalam,



Safira Machrusah [Rosa]

http://safiramachru sah.blogspot. com

MARI KAMPANYEKAN ANGGOTA LEGISLATIF DARI DAPIL LN



KPU Usulkan Daerah Pemilihan Luar Negeri



Rabu, 17 Desember 2008 | 13:22 WIB



TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Komisi Pemilihan Umum Abdul Hafiz

Anshary melontarkan gagasan daerah pemilihan luar negeri menjadi daerah

pemilihan sendiri. "Calonnya juga dari WNI yang tinggal di luar

negeri," katanya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (17/12).



Dengan adanya daerah pemilihan, Hafiz mengharapkan dapat memperjuangkan

nasib warga Indonesia di sana. "Jadi partisipasinya tinggi," ucap dia,

mengimbuhkan. Warga bisa menuntut jika calonnya yang berhasil duduk di

DPR tidak menjalankan amanatnya.



Seharusnya Pemilu 2009 bisa menjadi ajang pembuktian. Namun ternyata

jumlah pemilih malah turun menjadi 1. 509. 892 dari 1,9 juta pemilih.

Gagasan itu diakuinya tidak mungkin dilaksanakan pada 2009 karena sudah

terlambat.



Direktur Eksekutif CETRO Hadar N. Gumay menyambut baik usulan itu. "Ini

opsi antara karena luar negeri punya masalah khusus," ujar Hafiz.

Gagasan ini diharapkan dapat terus dikaji dan terus diperdebatkan.



Start your day with Yahoo!7 and win a Sony Bravia TV. Enter now http://au.docs. 
yahoo.com/ homepageset/ ?p1=other& p2=au&p3= tagline



[Non-text portions of this message have been removed]




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke