Yg kusaksikan semalam Cuma tukang pidato ternyata, tadinya saya berharap
ada yg signifikan dengan pidato pelantikan ini ternyata semuanya
standar, excuse,  tidak ada yg istimewa.  Jadi benar ungkapan "apa yg
terlihat tidak seperti apa yg terlihat", makanya didalam ilmu fisika
optic dikenal teori perpendaran cahaya.

Semoga saya salah...

 

Salam kecewa,

~SYA~ /Ext.102
P Please, consider the environment before print this email. 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Fathonah K. Daud
Sent: Wednesday, January 21, 2009 3:52 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [kmnu2000] inagurasi obama

 

Salam, 

Sejurus mengangkat sumpah Barack obama menjadi presiden Amerika ke-44,
banyak harapan positif yang dilimpahkan kepadanya. Misalnya, Obama
dianggap sebagai 'penyelamat dunia' dari kemelut kemanusiaan dan
pelbagai krisis dunia. Sehingga Obama bukan hanya menjadi presiden
Amerika, tetapi ada juga yg menganggap menjadi presiden seluruh dunia
(waou..!). Maklumlah dunia kini dilanda 5 krisis, yang diperkirakan
bermula sejak 2009-2015. Yakni, krisis tenaga air, krisis pendidikan,
krisis perumahan, krisis geografi baru dan krisis industri. Salah satu
contoh khusus krisis pendidikan ini, di Eropah ada 200.000 berijazah
master dan Ph.D yg menganggur. Sebab itulah, wajar warga menaruh harapan
besar pada Obama dan me-nanti2 perubahan apa yang bakal terjadi. Obama
adalah simbol perubahan yang menjadi sejarah baru --presiden berkulit
hitam pertama-- di Amerika. Harapan2 baru itu bukan saja dari rakyat
Amerika, malahan juga dari seluruh negara di dunia. Sebab itulah,
dalam upacara tersebut, Obama disambut hangat yang dihadiri hampir 2juta
lebih rakyat Amerika membanjiri Capitol hill, gedung putih dan Lincoln
memorial dan tentu dunia global juga ikut tertuju kepadanya. Ya, kita
masih tertanya-tanya, apakah realistis harapan2 itu?

Tentulah kita semua berharap bahwa harapan2 baru itu menjadi terwujud
dan impian nyata. Dan, kita pun sudah melihat dan mendengarkan pidato
Obama mengenai hal itu. Rakyat Amerika gembira menyambutnya, termasuk
kita warga Muslim seluruhnya terutama janjinya tentang hasrat menjalin
hubungan baik dan mau berdialog (berunding) dengan negara2 Islam tentang
isu perdamaian. Jika dalam kepemimpinan sebelumnya, khususnya Bush,
kampanye 'perang melawan terorisme' jamak diidentikkan dengan membasmi
orang Muslim. Kini dan semoga seterusnya, tidak lagi demikian. yakni,
teroris bukan berarti Muslim dan ini saja sudah membawa perubahan baru
bagi imej dunia.

Namun, Obama tetap Obama, walau berkulit hitam tetapi beliau adalah
menjadi presiden Amerika, negara yang sudah dimitoskan menjadi negara
super power. Segala kebijakannya (apalagi beliau masih baru) tentulah
masaih terkait dan berkesinambungan dengan dasar luar negara sebelumnya.
Misalnya, masalah konflik Yahudi-Palestine. Bagaimana bisa berakhir,
jika lobi Yahudi masih sangat besar dan kuat dalam kongres negara itu...
Namun bukan berarti Obama tidak membawa arti apa2 dalam hal itu.
Barangkali bisa dikatakan, Obama ini dalam hal memperjuangkan isu
perdamaian di Asia-Barat sebagaimana Matin Luther King ketika dahulu
yang memperjuangkan persamaan hak kaum kulit hitam di sana. Hari inilah
perjuangan King baru dirasakan hasilnya, ketika Obama terpilih sebagai
presiden AS, yang mungjin di benak warga kulit hitam tidak pernah
termimpikan.

Peace,
Fath





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke