Menyimak pidato pertama presiden terpilih AS ke 44, Barrack Obama, pada acaa pelantikan membuat banyak orang kecewa. Pokok soal yang menjadi kekecewaan adalah absennya persoalan Gaza dari materi ceramah Obama. Karena itu, sebagian orang pesimis terhadap kepemimpinan Obama. Tak kan ada perubahan sebagaimana yang dijanjikan, demikian komentar sebagian kalangan. Memang, pidato Obama pada pelantikan tersebut tak sebaik pidatonya pada acara kemenangannya dengan McCain. Kekecewaan sebagian kalangan itu wajar dengan besarnya harapan masyarakat dunia terhadap kepemimpinan Obama. Sejauh ini, masih banyak orang yang menaruh optimisme kepada Obama. Keinginan untuk menciptakan hubungan lebih baik dengan dunia Muslim adalah point yang cukup tepat akan hal tersebut. Rencana menutup penjara Guantanamo, menarik pasukan di Irak dan memperbaiki ekonomi AS dianggap sebagai langkah-langkah dari perubahan yang dijanjikan Obama tersebut. Saya percaya bahwa kepemimpinan Obama akan berbeda dengan Bush. Tidak banyaknya kotoran pengalaman masa lalu bisa positif juga negatif. Performance Obama sejauh ini menjadi sihir yang sangat ampuh bagi masyarakat dunia. Ini akan menjadi modal yang cukup baik untuk merealisasikan keinginannya, perubahan. Langkah-langkah strategis harus segera diambil sebelum aura dan kharisma Obama meredum jika dibelakang hari tindakannya tak berbanding dengan janjinya. Pesimis dan optimis terhadap Obama adalah wajar. Tak perlu berlebihan. Karena Obama bukan segalanya bagi dunia. Amerika Serikat bukan satu-satunya kekuatan di dunia. Obama juga tidak sendirian di Gedung putih. Ada banyak kepala yang akan turut membentuk kebijakan Amerika, walaupun mesti diakui bahwa Obama memiliki karakteristik kepemimpinan yang kuat dengan dukungan yang cukup kuat di Amerika. Karena itu, bersikap wajar (moderat, tawassuth) terhadap kepemimpinan Obama menjadi pilihan yang tepat. Tak terlalu pesimis, juga tak begitu optimis. Dengan cara ini, maka langkah dan kebijakan Obama yang baik untuk perubahan dunia perlu didukung. Sebaliknya kebijakan-kebijakan luar negeri Amerika yang diskriminatif harus ditolak. Sekarang, lihat dan saksikan perkembangan dunia berikutnya. Tapi bukan berdiam diri. Harapan yang begitu besar terhadap Obama seringkali mencelakakan diri kita sendiri. Seakan-akan perubahan akan datang dan muncul dari pihak luar, entah bernama Obama atupun yang lain. Padahal, perubahan datang dari diri sendiri. Karena itu, apapun rencana perubahan yang dicanangkan oleh Obama, atau oleh siapapun, tak akan bermakna apap jika diri kita tak mampu memperbaharui diri. Begitu juga dengan pemerintah Indonesia. Untuk memperbaiki persoalan Indonesia, kebijakan Obama tidak akan bisa menyelesaikannya. Jadi, kita perlu menyelesaikan pekerjaan rumah kita masing-masing, tanpa tergantung pada harapan-harapan yang belum pasti. Benarkah langkah ini? Hatim Gazali, http://gazali.wordpress.com/2009/01/22/obama-bukan-segalanya/
--- On Wed, 1/21/09, Ena Nakiah <[email protected]> wrote: From: Ena Nakiah <[email protected]> Subject: RE: [kmnu2000] inagurasi obama To: [email protected] Date: Wednesday, January 21, 2009, 10:13 PM "60 tahun yang lalu kita tidak bisa masuk restoran, kini, kita bisa melakukan sumpah suci. Kita harus menyadari siapa kita"......dst. Saya terkesan dengan pidato pelantikan Obama pada kata-kata diatas. Terlihat betapa dahulu, ada segregasi antara kulit hitam dan kulit putih. Dahulu, di USA, Orang-orang kulit hitam diperlakukan seperti budak, tidak boleh duduk berdampingan dengan orang kulit putih, kalau mengendarai bis, harus duduk di belakang, tidak boleh masuk restoran, sekolah orang kulit hitam miskin fasilitas dan banyak lagi kisah tragis tentang kekerasan rasial yang dialami orang kulit hitam di Amerika. Obama menyadari sejarah bagaimana pembantaian bagi orang-orang kulit hitam, sejarah itu tercover dalam musium national human right di berbagai tempat di Amerika. Kenangan itu menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali kegelapan yang dialami oleh Amerika. Obama menyadari dan mengingatkan itu pada jutaan warga Amerika. Obama mengingatkan dengan baik dalam untaian pidato pelantikan dia sebagai Presiden. Kini, di Amerika isu rasial bisa teratasi, tidak ada lagi perbedaan perlakuan antara kulit hitam dan putih. Mereka hidup berdampingan dan mendukung Obama menjadi presiden. Kemajuan itu sangat berarti bagi orang orang Amerika yang multi ras. Obama menyampaikan nilai-nilai Amerika secara Universal tentang kebebasan, demokrasi, kejujuran, rasa hormat, tanggung jawab, dsb. Indah didengarkan. Saya yakin, jika pemimpin punya visi yang jelas, akan ada semangat perubahan dari masyarakat Amerika untuk bangkit lagi memajukan peradabannya. Antusias itu terasakan dengan hadirnya orang yang berbondong-bondong menyaksikan pelantikan Obama secara suka rela. Menurut ramalan saya, Pemerintahan Obama akan lebih baik dari Bush. Karena Obama suka berdialog dengan bangsa lain untuk menyelesaikan konflik, bukan dengan kekerasan perang. lihat saja nanti....hehehe Salam Ena http://najlah. blogspot. com --- On Wed, 1/21/09, Syaikhul Amin - MTD <syaik...@capcx. com> wrote: From: Syaikhul Amin - MTD <syaik...@capcx. com> Subject: RE: [kmnu2000] inagurasi obama To: kmnu2...@yahoogroup s.com Date: Wednesday, January 21, 2009, 4:16 PM Yg kusaksikan semalam Cuma tukang pidato ternyata, tadinya saya berharap ada yg signifikan dengan pidato pelantikan ini ternyata semuanya standar, excuse, tidak ada yg istimewa. Jadi benar ungkapan "apa yg terlihat tidak seperti apa yg terlihat", makanya didalam ilmu fisika optic dikenal teori perpendaran cahaya. Semoga saya salah... Salam kecewa, ~SYA~ /Ext.102 P Please, consider the environment before print this email. ____________ _________ _________ __ From: kmnu2...@yahoogroup s.com [mailto:kmnu2000@ yahoogroup s.com] On Behalf Of Fathonah K. Daud Sent: Wednesday, January 21, 2009 3:52 PM To: kmnu2...@yahoogroup s.com Subject: Re: [kmnu2000] inagurasi obama Salam, Sejurus mengangkat sumpah Barack obama menjadi presiden Amerika ke-44, banyak harapan positif yang dilimpahkan kepadanya. Misalnya, Obama dianggap sebagai 'penyelamat dunia' dari kemelut kemanusiaan dan pelbagai krisis dunia. Sehingga Obama bukan hanya menjadi presiden Amerika, tetapi ada juga yg menganggap menjadi presiden seluruh dunia (waou..!). Maklumlah dunia kini dilanda 5 krisis, yang diperkirakan bermula sejak 2009-2015. Yakni, krisis tenaga air, krisis pendidikan, krisis perumahan, krisis geografi baru dan krisis industri. Salah satu contoh khusus krisis pendidikan ini, di Eropah ada 200.000 berijazah master dan Ph.D yg menganggur. Sebab itulah, wajar warga menaruh harapan besar pada Obama dan me-nanti2 perubahan apa yang bakal terjadi. Obama adalah simbol perubahan yang menjadi sejarah baru --presiden berkulit hitam pertama-- di Amerika. Harapan2 baru itu bukan saja dari rakyat Amerika, malahan juga dari seluruh negara di dunia. Sebab itulah, dalam upacara tersebut, Obama disambut hangat yang dihadiri hampir 2juta lebih rakyat Amerika membanjiri Capitol hill, gedung putih dan Lincoln memorial dan tentu dunia global juga ikut tertuju kepadanya. Ya, kita masih tertanya-tanya, apakah realistis harapan2 itu? Tentulah kita semua berharap bahwa harapan2 baru itu menjadi terwujud dan impian nyata. Dan, kita pun sudah melihat dan mendengarkan pidato Obama mengenai hal itu. Rakyat Amerika gembira menyambutnya, termasuk kita warga Muslim seluruhnya terutama janjinya tentang hasrat menjalin hubungan baik dan mau berdialog (berunding) dengan negara2 Islam tentang isu perdamaian. Jika dalam kepemimpinan sebelumnya, khususnya Bush, kampanye 'perang melawan terorisme' jamak diidentikkan dengan membasmi orang Muslim. Kini dan semoga seterusnya, tidak lagi demikian. yakni, teroris bukan berarti Muslim dan ini saja sudah membawa perubahan baru bagi imej dunia. Namun, Obama tetap Obama, walau berkulit hitam tetapi beliau adalah menjadi presiden Amerika, negara yang sudah dimitoskan menjadi negara super power. Segala kebijakannya (apalagi beliau masih baru) tentulah masaih terkait dan berkesinambungan dengan dasar luar negara sebelumnya. Misalnya, masalah konflik Yahudi-Palestine. Bagaimana bisa berakhir, jika lobi Yahudi masih sangat besar dan kuat dalam kongres negara itu... Namun bukan berarti Obama tidak membawa arti apa2 dalam hal itu. Barangkali bisa dikatakan, Obama ini dalam hal memperjuangkan isu perdamaian di Asia-Barat sebagaimana Matin Luther King ketika dahulu yang memperjuangkan persamaan hak kaum kulit hitam di sana. Hari inilah perjuangan King baru dirasakan hasilnya, ketika Obama terpilih sebagai presiden AS, yang mungjin di benak warga kulit hitam tidak pernah termimpikan. Peace, Fath [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
