"60 tahun yang lalu kita tidak bisa masuk restoran, kini, kita bisa melakukan sumpah suci. Kita harus menyadari siapa kita"......dst. Saya terkesan dengan pidato pelantikan Obama pada kata-kata diatas. Terlihat betapa dahulu, ada segregasi antara kulit hitam dan kulit putih. Dahulu, di USA, Orang-orang kulit hitam diperlakukan seperti budak, tidak boleh duduk berdampingan dengan orang kulit putih, kalau mengendarai bis, harus duduk di belakang, tidak boleh masuk restoran, sekolah orang kulit hitam miskin fasilitas dan banyak lagi kisah tragis tentang kekerasan rasial yang dialami orang kulit hitam di Amerika. Obama menyadari sejarah bagaimana pembantaian bagi orang-orang kulit hitam, sejarah itu tercover dalam musium national human right di berbagai tempat di Amerika. Kenangan itu menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali kegelapan yang dialami oleh Amerika. Obama menyadari dan mengingatkan itu pada jutaan warga Amerika. Obama mengingatkan dengan baik dalam untaian pidato pelantikan dia sebagai Presiden. Kini, di Amerika isu rasial bisa teratasi, tidak ada lagi perbedaan perlakuan antara kulit hitam dan putih. Mereka hidup berdampingan dan mendukung Obama menjadi presiden. Kemajuan itu sangat berarti bagi orang orang Amerika yang multi ras. Obama menyampaikan nilai-nilai Amerika secara Universal tentang kebebasan, demokrasi, kejujuran, rasa hormat, tanggung jawab, dsb. Indah didengarkan. Saya yakin, jika pemimpin punya visi yang jelas, akan ada semangat perubahan dari masyarakat Amerika untuk bangkit lagi memajukan peradabannya. Antusias itu terasakan dengan hadirnya orang yang berbondong-bondong menyaksikan pelantikan Obama secara suka rela. Menurut ramalan saya, Pemerintahan Obama akan lebih baik dari Bush. Karena Obama suka berdialog dengan bangsa lain untuk menyelesaikan konflik, bukan dengan kekerasan perang. lihat saja nanti....hehehe Salam Ena
http://najlah.blogspot.com --- On Wed, 1/21/09, Syaikhul Amin - MTD <[email protected]> wrote: From: Syaikhul Amin - MTD <[email protected]> Subject: RE: [kmnu2000] inagurasi obama To: [email protected] Date: Wednesday, January 21, 2009, 4:16 PM Yg kusaksikan semalam Cuma tukang pidato ternyata, tadinya saya berharap ada yg signifikan dengan pidato pelantikan ini ternyata semuanya standar, excuse, tidak ada yg istimewa. Jadi benar ungkapan "apa yg terlihat tidak seperti apa yg terlihat", makanya didalam ilmu fisika optic dikenal teori perpendaran cahaya. Semoga saya salah... Salam kecewa, ~SYA~ /Ext.102 P Please, consider the environment before print this email. ____________ _________ _________ __ From: kmnu2...@yahoogroup s.com [mailto:kmnu2...@yahoogroup s.com] On Behalf Of Fathonah K. Daud Sent: Wednesday, January 21, 2009 3:52 PM To: kmnu2...@yahoogroup s.com Subject: Re: [kmnu2000] inagurasi obama Salam, Sejurus mengangkat sumpah Barack obama menjadi presiden Amerika ke-44, banyak harapan positif yang dilimpahkan kepadanya. Misalnya, Obama dianggap sebagai 'penyelamat dunia' dari kemelut kemanusiaan dan pelbagai krisis dunia. Sehingga Obama bukan hanya menjadi presiden Amerika, tetapi ada juga yg menganggap menjadi presiden seluruh dunia (waou..!). Maklumlah dunia kini dilanda 5 krisis, yang diperkirakan bermula sejak 2009-2015. Yakni, krisis tenaga air, krisis pendidikan, krisis perumahan, krisis geografi baru dan krisis industri. Salah satu contoh khusus krisis pendidikan ini, di Eropah ada 200.000 berijazah master dan Ph.D yg menganggur. Sebab itulah, wajar warga menaruh harapan besar pada Obama dan me-nanti2 perubahan apa yang bakal terjadi. Obama adalah simbol perubahan yang menjadi sejarah baru --presiden berkulit hitam pertama-- di Amerika. Harapan2 baru itu bukan saja dari rakyat Amerika, malahan juga dari seluruh negara di dunia. Sebab itulah, dalam upacara tersebut, Obama disambut hangat yang dihadiri hampir 2juta lebih rakyat Amerika membanjiri Capitol hill, gedung putih dan Lincoln memorial dan tentu dunia global juga ikut tertuju kepadanya. Ya, kita masih tertanya-tanya, apakah realistis harapan2 itu? Tentulah kita semua berharap bahwa harapan2 baru itu menjadi terwujud dan impian nyata. Dan, kita pun sudah melihat dan mendengarkan pidato Obama mengenai hal itu. Rakyat Amerika gembira menyambutnya, termasuk kita warga Muslim seluruhnya terutama janjinya tentang hasrat menjalin hubungan baik dan mau berdialog (berunding) dengan negara2 Islam tentang isu perdamaian. Jika dalam kepemimpinan sebelumnya, khususnya Bush, kampanye 'perang melawan terorisme' jamak diidentikkan dengan membasmi orang Muslim. Kini dan semoga seterusnya, tidak lagi demikian. yakni, teroris bukan berarti Muslim dan ini saja sudah membawa perubahan baru bagi imej dunia. Namun, Obama tetap Obama, walau berkulit hitam tetapi beliau adalah menjadi presiden Amerika, negara yang sudah dimitoskan menjadi negara super power. Segala kebijakannya (apalagi beliau masih baru) tentulah masaih terkait dan berkesinambungan dengan dasar luar negara sebelumnya. Misalnya, masalah konflik Yahudi-Palestine. Bagaimana bisa berakhir, jika lobi Yahudi masih sangat besar dan kuat dalam kongres negara itu... Namun bukan berarti Obama tidak membawa arti apa2 dalam hal itu. Barangkali bisa dikatakan, Obama ini dalam hal memperjuangkan isu perdamaian di Asia-Barat sebagaimana Matin Luther King ketika dahulu yang memperjuangkan persamaan hak kaum kulit hitam di sana. Hari inilah perjuangan King baru dirasakan hasilnya, ketika Obama terpilih sebagai presiden AS, yang mungjin di benak warga kulit hitam tidak pernah termimpikan. Peace, Fath [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
