Dear All Saat ini sedang ramai-ramainya masalah rokok terutama setelah keluarnya fatwa MUI, maka saya coba kaitkan rokok dengan warga NU yang bisa dikatakan mayoritas adalah ahli hisap pengkonsumsi rokok terbesar termasuk saudara saya, kiai saya dan banyak teman-teman saya. Untuk menunjukkan bahwa NU sangat akrab dengan rokok maka saya cuman bisa berikan sample dalam facebook ini yaitu gambar dua orang tokoh muda NU yang sangat bangga memampang fotonya yang sedang merokok yaitu Hanif Dakiri caleg PKB DPRRI dan Guntur Romli aktifis JIL, sangat jelas dalam foto tersebut bahwa mereka sangat pede berpose dengan rokoknya mungkin terinspirasi film-film hongkong jaman dahulu kala yang setelah menang tembak menembak maka diakhiri dengan pose menyulut rokok, bener-bener menggelikan tetapi memalukan (jangan pilih caleg perokok..!!!)
Dikalangan NU merokok kalau nggak mau disebut sebagai "ibadah" termasuk tradisi yang sangat mengakar dan terus menerus diwariskan ditambah dengan berbagai cerita ala NU tentang rokok itu sendiri, salah satunya mengenai perusahan rokok besar saat ini yang bermerk 234 dan bergambar bintang sembilan yang konon katanya pembuatan logo rokok tersebut terinspirasi oleh pemberian amalan dzikir dari seorang ulama NU yang kharismatik dari madura, bener nggaknya cerita tersebut saya nggak tahu tetapi sebagai warga NU saya tetap menganggap bahwa cerita tersebut adalah khasanah kekayaan cerita dalam NU. Selama saya bersinggungan dengan masyarakat NU baik dipengajian, ketempat romo kyai dan keberbagai hajatan warga NU maka bisa dipastikan sajian rokok itu wajib ada, bahkan bisa mengalahkan sajian makanan. Jadi kalau makanannya hanya lontong tahu yang harganya nggak seberapa tetapi untuk rokok bisa dipastikan dari yang premiun untuk perokok kelas berat seperti 234 sampai yang rokok rakyat model merek tertentu pastilah tersaji, jadi bisa dikatakan untuk kalngan nahdliyin rokok itu sama atau lebih bernilai dari makanan. Kemudian perokok dikaum sarungan bisa dikatakan melembaga, jadi didalam keluarga dari kakek, ayah, paman, anak laki-laki sampai cucu yang masih SMP saat ini bisa dipastikan sudah menjadi perokok berat (kecuali kaum perempuan sangat jarang ada yang merokok dikalangan NU, tabu katanya...). Mulai dari warung. rumah, sekolah, pesantren sampai kemasjid pun mereka tidak lupa untuk menyalakan batang rokok untuk sekedar dihisap asapnya kemudian dibuang kembali, kegiatan yang sebenarnya menggelikan dan aneh bagi orang yang mau berfikir. Bagaimana dengan hukum merokok itu sendiri, Jelas dikalangan nahdliyin hukumnya makruh dan fatwa MUI nggak laku dan memang sebenarnya berbagai fatwa yang sebelumnya juga nggak ada yang laku :) jadi hal tersebut tidak akan merubah kebiasaan merokok kaum nahdliyin sedikitpun, paling hanya menjadi debat kosong dimedia yang akan sedikit menaikan rating pimpinan MUI yang kepengen jadi menteri agama sama cawapres...ampun dech. Jadi dikalangan warga nahdliyin merokok tetap merupakan hal yang normal-normal saja, tidak terlalu penting untuk diatur, apalagi dilarang, tapi apakah memang demikian...? Jelas tidak, saya sebagai warga NU tidak merokok bukan karena fatwa MUI, bukan karena alasan makruh, bukan dilarang orang tua atau syarat masuk perusahaan tertentu. Saya tidak merokok karena kesadaran sendiri setelah saya melakukan perhitungan mengenai untung dan rugi dari kegiatan merokok tersebut, saya manfaatkan nikmat berakal yang diberikan Tuhan untuk berhitung untung dan rugi, sederhana bukan...? Dari perhitungan saya rugi dari merokok adalah sebagai berikut : 1. Merugikan kesehatan kita dan lingkungan. Ini sangat jelas, apakah kita mau meracuni diri kita, istri, anak dan keluarga yang kita sayangi hanya karena kenikmatan semu merokok...? Kalau anda mampu berfikir tentu jawabannya tidak untuk rokok. 2. Menguras kantong Tentunya setelah harga rokok dan cukainya naik terus maka dipastikan biaya untuk rokok semakin besar dan menguras kantong jadi alangkah disayangkannya kalau uang kita yang kita dapatkan dengan kerja keras dan banting tulang habis kita bakar untuk meracuni kita dan keluarga yang kita sayangi.? Kembali jawabannya tidak untuk rokok untuk kaum berakal. 3. Kenikmatan rokok adalah kenikmatan semu, yang menipu Jadi kalau anda merokok agar bisa konsentrasi, percaya diri, mendapat inspirasi maka kembali saya sampaikan kebodohan lah yang anda terus pakai, kenapa anda para perokok nggak punya keyakinan kepada diri sendiri dan Tuhan sehingga menuhankan rokok untuk hal-hal tertentu. Apapun yang dihasilkan dari merokok itu suatu hasil yang semu bukan kenyatan sehingga semakin anda tertawan dengan rokok dan tergantung maka semakin dalam halusinasi ciptaan rokok menyeret anda masuk kedalam sehingga anda akan masuk terus kedalam kebodohan - kebodohan atas nama sebatang rokok. 4. Yang terakhir walaupun saya yakin masih banyak, Merokok jelas menimbulkan kerusakan yang massif terutama jika dilakukan dengan tidak bertanggung jawab, bagaimana orang dewasa mengajari anak kecil merokok sehingga anak kecil menjadi perokok kemudian untuk beli rokok dia harus mencuri bahkan ada yang sampai membunuh. Apa pertanggung jawaban anda para perokok dewasa yang memberikan contoh massif kepada anak-anak.? Sedangkan keuntungan merokok bagi diri pribadi.? 1. Tidak saya temukan satupun benefit dari merokok. Jadi masihkah anda mengaku orang berfikir kalau anda masih menjadi seorang perokok, apalagi tidak bertanggung jawab seperti : 1. Merokokk ditempat umum. 2. Mengiklankan rokok dengan berfose bersama rokok. 3. Menawarkan rokok kepada orang lain. 4. Meminta bantuan kesehatan pemerintah ketika sakit akibat merokok. 5. Tidak menegur anak-anak yang merokok End of story, merokok memang melekat erat dilingkungan NU dan wajib untuk dihentikan, semua yang mengaku warga NU wajib hukumnya untuk mengurangi sampai menghilangkan kebiasaan buruk tersebut. Jadikan kampanye hentikan merokok sebagai kampanye NU demi kesehatan dan anak cucu Tidak perlu memakai perangkat fatwa dan utak atik hukum tetapi berikanlah contoh yang baik, pendidikan untuk menyadarkan dan berbagai langkah untuk mengurangi kalangan warga NU dari rokok. Tentunya tokoh-tokoh muda harapan warga NU dimasa datang bisa memulainya dengan berhenti merokok dan kampanye anti rokok demi kesehatan. Regards, KangNoer290109 [Non-text portions of this message have been removed]
